Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Wisata Sukabumi

Tempat Wisata Gunung Sunda yang Populer di Sukabumi itu Hancur Terbengkalai

Tempat Wisata Gunung Sunda menjadi objek wisata yang sangat populer bagi warga Sukabumi, khususnya bagi kawula muda sebelum tahun 2020. Namun, kini tidak lagi. Setelah pengelolaan diambil alih Pemerintah Desa Padaasih, para pengunjung mulai mengeluhkan lokasi yang terkesan terbengkalai dan tidak terpelihara dengan baik.

Gunung Sunda adalah Gunung Karang yang berada di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Daya tariknya adalah pariwisata alamnya, pengunjung dapat melihat keindahan alam semesta Sukabumi dari puncaknya. Sangkin terkenalnya, netizen banyak membagikan cerita dan foto di media sosial. Banyak peminat wisata yang menyarankan teman dan keluarganya untuk segera berkunjung ke lokasi tersebut. Bahkan pernah menjadi lokasi My Trip My Adventure sebuah acara perjalanan wisata di Transtv.

Selain tempat wisata, Gunung Sunda Sukabumi menjadi penyangga kehidupan bagi warga sekitar. Awalnya pengelolaannya dipegang oleh Para Pemuda yang tinggal di sekitarnya dikenal dengan nama Patwapajar. Mereka berhasil membuat tempat wisata tersebut semakin rimbun dengan pepohonan, terutama bambu. Berbagai komunitas pernah melakukan penanaman pohon juga di atasnya, sehingga suasana sangat asri. Pohon itu sangat penting, karena menyerap air dan menjaga sumber mata air di sana. Sehingga, pengunjung selalu diingatkan menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata tidak boleh merusak pohon.

Tempat Wisata Gunung Sunda Sukabumi Dinilai Pengunjung Tidak Terkelola dengan Baik dan Menjadi Terbengkalai

Cerita di atas hanya tinggal penggalan cerita kenangan saja. Memasuki tahun 2020, pengunjung Gunung Sunda mulai mengeluh tempat wisata yang semakin buruk kondisinya. Tidak seperti dulu lagi. Berikut keluhan dari pengunjung yang terkejut melihat perubahan yang terjadi.

Gunung Sunda Riwayatmu Kini
Gunung Sunda Riwayatmu Kini

Keluhan pengunjung di atas menjadi viral, kira-kira begini maksudnya, “Disaat tempat wisata lain ada pembaruan, Kenapa Gunung Sunda menjadi begini. Bambu diambil sepihak oleh tukang mebel. Ya tuhan, kasihan ibu yang mengeluh. Beliau biasa jualan di atas, kini tidak bisa lagi.” Dari postingan tersebut, komentar demi komentar lain pun mengalir  dan intinya bertanya kenapa tidak dikelola dengan baik seperti dulu dan malah hancur berantakan? Kenapa pengelola tidak bisa menjaganya dengan baik seperti dulu?

Klarifikasi Pengelola Pertama Tempat Wisata Gunung Sunda

Klarisfikasi Patwapajar, Pengelola Pertama Gunung Sunda
Klarisfikasi Patwapajar, Pengelola Pertama Gunung Sunda

Atas dasar komentar netizen yang bertanya-tanya tentang pengelolaan tempat wisata Gunung Sunda, Patwapajar pun membuat klarifikasi, sebagai berikut :

Menanggapi banyaknya pertanyaan terkait terbengkalainya Gunung Sunda saat ini, bahwa perlu kami informasikan sebagai berikut:

Penjelasan Pihak Pengelola Gunung Sunda (Pertama) terkait pengelolaan Wisata Gunung Sunda.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan keselamatan oleh Alloh Swt. Amin Ya Rabb. Dikarenakan banyak yang bertanya perihal pengelolaan gunung sunda saat ini, maka kami pengelola gunung sunda ingin memberikan penjelasan bahwa:

Mohon maaf dengan berat hati bahwa pengelolaan gunung sunda sudah diambil alih oleh pemerintah desa setempat sejak bulan Desember 2019. Maka dari itu viralnya sekarang terkait terbengkalainya pengelolaan gunung sunda kami informasikan bahwa kami sudah tidak memiliki tanggung jawab kembali atas itu.

Kritik dan saran saat ini tentu akan kami sampaikan kepada pihak pengelola yang baru (Pemerintah Desa Padaasih).

Terimakasih atas perhatiannya.
Wasslam.

Ttd

Pengelola Pertama Wisata Gunung Sunda

#gunungsunda #savegunungsunda @ Gunung Sunda

Dari penjelasan tersebut, tanggung jawab pengelolaan tidak lagi di tangan pertama, melainkan sudah menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Desa Padaasih. Karena pengelolaannya sudah diambil alih sejak Desember tahun 2019.  Sehingga, pertanyaan mengenai kenapa destinasi populer di Sukabumi itu menjadi terbengkalai dapat diarahkan kepada Pemerintah desa Padaasih. Sementara, pihak pertama tidak lagi dilibatkan di dalamnya.

Menanti Tanggung Jawab dari Pemerintah Desa Padaasih

Pemerintah Desa Padaasih yang menjadi penanggung jawab Gunung Sunda saat ini sudah selayaknya memberi klarifikasi kenapa tempat wisata itu tak seindah dulu. Kenapa pula para pemuda yang dulu giat mengelolanya tidak dilibatkan kembali? Apa yang menjadi persoalan sehingga lokasi wisata Sukabumi yang populer itu sampai tidak terkelola dengan baik dan terkesan terbengkalai.

Sesungguhnya, tempat wisata dapat langgeng bertahan jika pengelolaannya melibatkan semua pihak, dari unsur pemerintah, pemuda lokal, agen pariwisata, pihak swasta dan lainnya. Kalau dikelola sendiri, namun tak mampu tinggal menunggu kehancurannya.  Setelah bersusah payah menjaga agar Gunung sunda tidak diambil kembali oleh pabrik semen. Hingga, pernah menjadi destinasi wisata Sukabumi Favorit kawula muda. Apakah nasib Tempat Wisata Gunung berakhir hingga di sini?

Baca juga cerita kenangan Gunung Sunda: Festival Gunung Sunda Sukabumi 2018, Dari Pentas Lokal Menuju Go Internasional

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close