Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Wisata Sukabumi

Perjalanan Melelahkan Peserta Camp Ayah SAIS ke Curug Cibeureum Pondok Halimun Sukabumi (Part II)

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Tulisan ini masih kelanjutan tulisan Camp Ayah: Be A Father Man yang diadakan Komite Sekolah Alam Indonesia Sukabumi dan kegiatan masih dilanjutkan dengan tracking alias menelusuri jalan menuju Curug Cibeureum Pondok Halimun Sukabumi.

Pagi Hari tiba (21/10/2018), peserta Camp Ayah menyiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke Curug Cibeureum Pondok Halimun. Kalau kata fasilitator, “enggak begitu jauh kok.” Tetapi, bagaimana kalau perjalanan dilakukan oleh para Ayah dari orang tua Siswa Sekolah Alam Indonesia Sukabumi?

Sebagai informasi, Curug Cibeureum terletak di lokasi Wisata Pondok Halimun (PH) Sukabumi. Dari pintu PH ke Curug Cibeureum berjarak sekitar 3 km dan diperkirakan memakan waktu 1, 5 jam. Jangan bayangkan perjalanannya di lahan datar, tetapi naik turun seperti perjalanan menujuk ke puncak gunung. Meski begitu, Anda akan disuguhi keindahan alam dengan hutan hujan tropis pegunungan yang indah.

Perserta Camp dalam Perjalanan ke Curug Cibeureum, Pondok Halimun Sukabumi.
Perserta Camp dalam Perjalanan ke Curug Cibeureum, Pondok Halimun Sukabumi.

Curug Cibeuereum memiliki ketinggian  60 meter, dan menjadi air terjun tertinggi di kawasan konservasi TNGGP. Nah, ketika sampai di curug, Anda berarti sedang berada pada ketinggian 1.300 meter dari permukaan laut (mdpl). Jadi bayangkan ya, bagaimana perjalanannya, apalagi bagi Anda yang jarang jalan atau lari pagi.  Bakal terasa dan terkersan dengan pengalaman perjalanannya.

Baca juga : Cara Meningkatkan Potensi Akademik Anak

Persiapan Menuju Curug Cibeureum Pondok Halimun Sukabumi, Lebih Baik Lakukan Pemanasan Terlebih Dahulu

Pemanasan Sebelum Perjalanan Ke Curug Cibeureum Pondok Halimun
Pemanasan Sebelum Perjalanan Ke Curug Cibeureum Pondok Halimun

Alhamdulillah ya, Fasilitator SAI Sukabumi bisa menjadi pemandu pemanasan dan games sebelum menuju Curug Cibeureum. Jadi peserta bisa melakukan persiapan olah tubuh, agar kaki tidak tegang, dan badan lebih riles selama perjalanan nantinya. Rileks sih rileks, tapi kalau dasarnya jarang olahraga tetap aja bikin nyeri lutut, telapak kaki, dan lainnya atau memang pertanda usia bertambah tua.

Langkah pertama sebelum melakukan perjalanan adalah melakukan pemanasan. Peserta Camp Ayah diajak untuk olahraga pagi yang dipandu oleh fasilitator SAI. Gerakan yang luwes dan lincah membuat senam jauh lebih menyenangkan dan tubuh lebih lentur. Maklum, entah sudah berapa lama tidak olahraga.

Setelah itu, seluruh perserta diajak ikut “games”. Permainannya tidak susah, yaitu games “pundak, lutut, kaki” yang dilakukan berhadap-hadapan dengan sepasang teman. Di tengah kedua perseta di letakkan gelas plastik. Bagi peserta yang bisa mengambil gelas lebih dulu sesuai aba-aba, dialah pemenangnya. Bagi peserta yang kalah dihukum menggendong pasangannnya. Seluruh peserta tertawa-tawa ketika mengikuti games ini.

Peserta Camp Ayah Siap Berangkat ke Curug Cibeureum, Gunung Gede Pangrango.
Peserta Camp Ayah Siap Berangkat ke Curug Cibeureum, Gunung Gede Pangrango.

Langkah kedua sebelum perjalanan menuju Curug Cibeureum dilakukan. Siapkan otot kaki agar jalan lebih kuat, tarik napas teratur, dan jangan lupa istirahat kalau sudah lelah. Bismillah…

Perjalanan dipandu oleh Pak Indra, fasilitator SAIS kelas 1. Dia tampaknya sudah hafal betul medan yang akan dilalui. Maka, bersama beberapa anak yang ikut camp Ayah, dia jalan di barisan paling depan. Perjalananya ternyata benaran naik-naik ke puncak gunung, belum sampak 50 meter, peserta mulai melakukan perjalananan menanjak.

Tips bagi wisatawan yang belum pernah pergi ke Curug Cibeureum Pondok Halimun, sebaiknya lakukan persiapan fisik dan jangan pikirkan jarak menuju air terjun. Karena perjalanannya memang melelahkan. Bagi orang yang sering berolah raga akan sangat menyenangkan.

Baca juga : Aku Takut Anakku Diculik, Tips Mencegah Penculikan Anak

Perjalanan Melelahkan Sambil Menikmati Indahnya Wisata Alam Sukabumi

Perjalanan Menyenangkan Seligus Melelahkan ke Curug Cibeureum
Perjalanan Melelahkan Sekaligus Menyenangkan ke Curug Cibeureum Pondok Halimun.

Kesan pertama dari perjalanan menuju Curug Cibereum Pondok Halimun Sukabumi ini adalah melelahkan bro… Bayangkan saja, wisatawan harus melakukan perjalanan selama 1,5 jam menuju curug dengan kontur jalan naik-turun. Tanjakannya lumayan bikin nyeri lutut, sekitar 30-70 derajat. Ditambah rute yang dilalui harus menginjak batu yang sebagian licin.

Jadi, wisatawan sangat disarankan memakai sendal/ sepatu gunung untuk menghindari terpeleset dan tergelicir. Yang namanya wisata, jalannya tidak perlu kencang-kencang. NIkmati saja perjalananan sambil liburan di antara keindahan alam.

Menikmati Semesta di Kawasan Gunung Gede Pangrango.
Menikmati Semesta di Kawasan Gunung Gede Pangrango.

Kalau napas sudah terengah-engah dan kaki terasa ngat pegal, berhenti saja. Ada titik-titik pemberhentian yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat sejenak. Jadi bisa tarik nafas yang dalam dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Pada akhirnya, seluruh peserta sampai ke curug sesuai perkiraan waktu 1,5 jam. Ketika tiba dilokasi, jangan lupa main air sebentar dan mengabadikan derasnya deru air terjuan yang jatuh dari ketinggian 60 m.

Keindahan Curug Cibeureum Sukabumi.
Keindahan Curug Cibeureum Sukabumi.

Setelah itu, unggah di medsos, agar orang tahu kalau Tuhan menciptakan Sukabumi dengan anugerah keindahan alam yang luar biasa. Sekitar 1 jam di sekitar air terjun, seluruh peserta pun kembali turun menuju area perkemahan.

Jangan lupa Foto di Curug Cibeureum Sukabumi.
Jangan lupa Foto di Curug Cibeureum Sukabumi.

Puas rasanya bisa menguatkan tenaga sampai ke curug, meski perjalanan memang sangat melelahkan. Oh ya, anak-anak sangat layak loh di ajak ke tempat ini, karena mereka akan senang sekali melihat indahnya hutan dan bentang alam yang tampak selama perjalanan.

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat cocok bagi Anda yang gemar camping waktu muda dulu. Anda bisa bernostalgia dengan camping dan membawa tenda untuk menginap 1-2 malam. Jangan lupa ajak teman-teman, agar camping dan perjalanan terasa sangat menyenangkan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close