Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Wisata Sukabumi

Konservasi Penyu Ujung Genteng : Melepas Tukik di Tempat Wisata Sukabumi Menuju Laut Lepas

Konservasi Penyu Ujung Genteng sering mengadakan melepas ribuan penyu setelah dikarantina lalu dilepasliarkan. Lokasinya di Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Ujung Genteng, Sukabumi. Tempat ini menjadi salah satu pilihan wisata edukasi di Kawasan Geopark Ciletuh. Hanya mengeluarkan uang Rp 10.000, pengunjung bisa ikut melepaskan tukik anak penyu ke laut.

Setiap hari hari ratusan tukik dilepaskan pada pukul 17.30 wib agar kondisi suhu tidak terlalu panas. Tukik hijau sangat dijaga kelestariannya, karena bisa menjaga ekosistem di laut. Jumlah tukik yang dilepaskan tergantung telur yang diinkubasi. Lalu, ditimbang beratnya berapa, dirawat, dan inkubasi selama satu hari. Sore harinya, akan dilepaskan ke laut. Tukik yang dilepaskan bisa mencapai 700 ekor jika memasuki musim bertelur.

Penangkaran penyu di Pangumbahan termasuk yang terbaik di Indonesia yang termasuk kawasan Geopark Ciletuh yang telah diakui UNESCO. Pelestarian penyu menjadi sangat penting untuk menjaga kelestariannya. Wisatawan diajak untuk melepas penyu setiap hari.

Konservasi Penyu Ujung Genteng dan dilepaskan di Pantai Pangumbahan, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Informasi tentang Pengkaran Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan Sukabumi. Foto tiok308
Informasi tentang Pengkaran Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan Sukabumi. Foto tiok308

Datang melihat dari dekat tempat konservasi  penyu di Pantai Pangumbahan dapat menjadi alternatif pilihan destinasi bagi wisatawan. Selain itu, Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng Sukabumi ini dikenal memiliki pasir putih yang menjadi tempat favorit instagramable. Sehingga, banyak wisatawan yang mengambil foto-foto sembari menanti senja.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke sana, jangan sampai terlewat momen pelepasan anak penyu yang selalu dilakukan pada sore hari. Pengunjung bisa melihat tukit berlari kecil ketika dilepaskan ke lauat. Senja di Pantai Pangumbahan membuat suasana semakin menarik.

Pengelola akan membawa penyu di wadah dan meletakkan di pasir pantai dengan posisi berbaris memanjang. Tukik akan tampak berlarian ke arah laut seolah tahu dimana habitat mereka sebenarnya. Menurut cerita masyarakat di sana, kelak penyu akan kembali puluhan tahun kemudian ke Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng.

Pengunjung sebaiknya datang ke pusat konservasi penyu untuk menyaksikan pelepasan tukit sekitar bulan Juli hingga bulan Desember. Kabarnya bulan November menjadi waktu terbaik untuk datang ke sana, karena cuaca lebih panas menjadi musim penyu bertelur.

Ingat jangan coba-coba mengganggu penyu yang sedang bertelur, apalagi mengambil untuk dimakan. Pihak penangkaran juga memberi imbauan tidak boleh menyentuh penyu yang sedang di lepas di sana.

Pantai Ujung Genteng Menjadi Tempat Penyu Bertelur

Tahukah kawan Sabumi, Pantai Ujung Genteng menjadi tempat penyu bertelur. Untuk menjaga penyu tersebut, para petugas sering berjaga di penangkaran jam tujuh malam hingga jam empat pagi. Penyu bertelur biasanya memakan waktu sekitar satu sampai dua jam.

Penyu akan pergi ke pantai, menggali lubang, bertelur, dan lubang ditutup kembali. Lalu, sang induk akan pulang kembali ke laut melalui rute berbeda dari kedatangan. Tujuannya untuk menghindari predator agar tidak menemukan teluarnya.

Ketika melihat telur, ingat jangan mengeluarkan suara dan menyalakan lampu. Karena penyu sensitif terkena suara dan cahaya. Apabila suasana berisik, penyu akan terganggu sehingga proses bertelur bisa tidak jadi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close