Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Wisata Sukabumi

Curug Banteng dan Puncak Heas Bagian Surga Wisata di Pelosok Sukabumi

Berbicara tempat wisata di Sukabumi, tidak bisa lepas dari surga wisata di pelosok Sukabumi. Kekayaan alam sebagai tujuan wisata sama halnya dengan pribahasa nyari ikan di lautan lepas, di sanalah surganya ikan terbaik. haha #pribahsabarubikinansendiri…

Kalau kata kang Ridwan Kamil, Bandung tercipta ketika Tuhan Sedang Tersenyum. Dia sungguh tidak tahu, kalau senyuman Tuhan melahirkan surga dunia di Sukabumi.

Sukabumi bisa diartikan dalam 2 kata berbeda yaitu suka dan bumi; Suka=cinta dan bumi=alam. Jadi Sukabumi adalah suatu tempat atau daerah yang sangat dicintai alamnya dan tidak bisa diragukan lagi.

Jalanlah ke berbagai tempat di Sukabumi, lihat kondisi alam pegunungannya, alam lautnya, alam pedesaanya, dan penduduknya yang terkenal ramah. Kamu akan cinta setelah melihat, merasakan, dan terasa ingin tinggal lebih lama lagi.

Destinasi wisata Sukabumi sangat banyak yang sudah terkenal seperti Ujung Genteng, Pelabuhan Ratu, Situ Gunung dan Gede Pangrango via Selabintana. Selain itu, ada banyak wisata di pelosok Sukabumi yang jarang diketahui oleh wisatawan se-Indonesia Raya.

Wujud Surga Wisata di Pelosok Sukabumi itu adalah Curug Banteng

Berendam di Kubangan Aliran Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer
Berendam di Kubangan Aliran Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer

Kamu harus mencoba untuk mengexplore wisata sukabumi di pelosok yang jarang orang. Salah satunya yaitu Curug Banteng yang berlokasi di Kampung Cihaur, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang kulon.

Wisata pelosok di Sukabumi ini dikelola secara swadaya oleh masyarat setempat. Pengelolaan tersebut salah satu tujuannya demi daerahnya bisa terexpose pemerintah dari segi infrastuktur dan lain-lainnya.

Narsis Dong di Pintu Masuk Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer
Narsis Dong di Pintu Masuk Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer

Pembuktian keberhasilan pembangunan oleh pemerintah yang adil kiranya bisa mencapai daerah pelosok. Sebenarnya Curug Banteng merupakan arus Sungai Cikaso dan bukan curug yang terbentuk dari tebing tinggi. Curug terbentuk karena bebatuan di sungai tersebut agak turun sekitar 7-8 m. Jadi aliran air tampak jatuh ke bagian lebih rendah ke aliran sungai.

Jadilah hamparan batu yang tertata alam sangat indah. Masyarakat setempat memberi nama air terjun tersebut Curug Banteng . Kenapa dinamakan begitu ya, jangan-jangan dulunya banyak Banteng di ekosistem daerah sana. hehe.

Mari Berendam dan Lihat Kondisi Arus Sungainya

Kondisi Sekitar Alam Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer
Kondisi Sekitar Alam Curug Banteng. Foto Sabumi Volunteer

Wisata air tersebut menawarkan lokasi yang aman untuk sekedar mandi dan berendam dalam kubangan batu yang secara alami terbentuk. Pengunjung bisa bermain rakit juga, tetapi wajib diingat semua kegiataan berenang dan berendam di sana harus selalu memperhatikan keamanan.

Kita mesti melihat besar atau kecilnya arus sungai tersebut. Kalau cuaca cerah biasanya arusnya tenang dan aman buat keluarga. Lagi-lagi tentang wisata keluarga. Kayaknya sudah waktunya jalan-jalan bersama keluarga nih. Uhuk-uhuk.

Anak kecil bermain air harus dalam pengawasan orang dewasa. Namun, kalau cuaca agak mendung atau mau hujan disarankan bisa menikmati curug banteng cukup di tepian sungai saja. Bukan karena apa-apa, karena arusnya bisa menenggelamkan diri kita.

Bukan putus cinta saja yang bisa menghanyutkan hati kita. Air curug bisa membuat kita mati rasa, apalagi kalau sampai terbentur batu yang ada di sana.

Bagi pengunjung yang berjiwa anak alam dan doyan camping tersedia tempat untuk menginap di bale-bale warung yang tersedia. Soal biaya sewa lapak untuk mendirikan tenda bisa nego dan kemampuan kita menggombal sang pemilik warung. hehe.

Setelah Lelah Bermain Air, Belilah Makanan dari Warung Lokal

Puas mandi-mandi dan merasakan diinginnya air curug biasanya perut mulai terasa lapar. Kalau sudah begini, jajan dong jajan. Ada warung-warung warga yang sengaja dibangun untuk para pengunjung yang berwisata ke curug banteng.

Suguhan makanan khas sunda yang sangat legenda yaitu nasi liwet dan juga makanan warung lainnya bisa kita beli. Kita bisa menikmati makan nasi liwet sambil menatap tenangnya arus sungai cikaso dan curug banteng yang indah.

Oh ya, biaya tiket masuk ke Curug Banteng hanya dengan membayar tiket Rp7000. Wisatawan bisa masuk dari gerbang dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan.

Bagi yang menggunakan sepeda motor bisa berheni sampai parkiran terakhir dan akan ditagih biaya Rp5.000/ motor. Warga setempat akan menjaga kendaraan anda selama 24 jam. Dari lokasi parkiran terakhir, kamu cukup berjalan kaki selama 3 menit saja dan sudah bisa menikmati keindahan curug tersebut.

Baca juga :

KEMBALI MENIMBA ILMU KE PONDOK PESANTREN MODERN DARUSSALAM GONTOR

HARDIMAN RABBITRY : PETERNAK KELINCI HIAS YANG DIKELOLA PEMUDA KAMPUNG CIHAUR SUKABUMI

Sudah Pernah Ke Puncak Heas, Belum?

Namanya juga surga wisata pelosok di Sukabumi, ada banyak pilihan lokasi lainnya. Salah satunya Puncak Heas. Tidak jauh dari Curug Banteng, perjalanan memakan waktu selama 15 menit dengan mengggunakan sepeda motor tibalah kita di Puncak Heas. Lagi-lagi wisata dengan keindahan dari ketinggian disuguhkan di pelosok Sukabumi ini.

View hijaunya pepohonan, besarnya jalur arus sungai Cikaso, dan awan yang seolah enggan berhenti berkejaran di atas langit biru menjadi pemandangan khas dari Puncak Heas. Ada spot foto berbentuk di sana dan berdirilah lebih lama untuk menikmati angerah alam dari Tuhan. Tetapi jangan kelamaan, atuh gentian sama pengunjung yang lain.

Dijamin puas ke Puncak Heas dan tidak salah menjadi surga wisata di pelosok Sukabumi. Kita bisa mendapatkan swafoto yang keren. Berapa biaya yang harus dikeluarkan ke Puncak Heas? Biayanya hampir sama dengan Curug Banteng, tiket masuknya Rp7000 dan biaya parkir Rp5.000.

Perjalanan kedua tempat destinasi wisata tersebut bisa ditempuh dengan waktu 4-5 jam dari pusat Kota Sukabumi dengan mengikuti alur jalan utama Jampang Kulon-Surade, lalu belok kiri ke arah Tegal Buled Cikaso. Setelah sekitar 8 km belok kiri lagi dan menuju ke arah Curug Banteng.

Tidak akan pernah habisnya berbicara destinasi wisata Sukabumi. Semoga wisata sukabumi pelosok terus bermunculan, tugas kita memberi kabar baiknya. Kalau datang ke Sukabumi jangan buang waktu percuma, jalan-jalanlah dan nikmati harimu dengan datang ke berbagai tempat wisata di Sukabumi.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close