Camping Menyenangkan Bersama Ayah Sekolah Alam Indonesia di Pondok Halimun Sukabumi (Part I)

Ayah Sekolah Alam Indonesia

Kegiatan Camping bersama para Ayah Sekolah Alam Indonesia yang diadakan di lokasi wisata Pondok Halimun merupakan gagasan dari Komite Sekolah. Kegiatan bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat peran Ayah dalam pendidikan anak-anaknya. Sesuai pondasi dari dunia pendidikan, bukan terletak pada guru dan lembaga sekolah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan Ayah dan bunda dalam mendampingi anak-anaknya.

Setelah perencanaan matang tiga minggu sebelumnya, akhirnya Camping bersama Ayah Sekolah Alam Indonesia Sukabumi, terlaksana juga pada 20-21 Oktober 2018. Sosialisasi berkali-kali kepada para Ayah membuahkan hasil. Kegiatan camping pertama kali dari Sekolah Alam Indonesia Sukabumi yang melibatkan para Ayah.  Tidak lupa pula, peran para Bunda mengajak suaminya untuk turut serta camping di Pondok Halimun Patut diacungi jempol.

Baca juga : Antusiasnya Orang Tua Dalam Kegiatan Market Day Sekolah Alam Indonesia Sukabumi

Camping Bersama Ayah Sekolah Alam Indonesia Sukabumi Menguatkan Silaturahmi Para Orang Tua

Peserta OTFA Ayah Sekolah Alam Indonesia Sukabumi
Peserta OTFA Ayah Sekolah Alam Indonesia Sukabumi

Peran para Ayah diyakini sangat penting bagi pendidikan anak-anaknya, namun kerap kali tidak terlibat mendampingi si kecil. Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran dari para fasilitator Sekolah Alam Indonesia Sukabumi (SAIS). Pada suatu rapat orang tua siswa kelas 1, seorang fasilitator mengatakan, “Kita sering kehilangan sosok Ayah.”

Ibu ternyata memiliki porsi yang jauh lebih besar dalam mendampingi dan terlibat dalam pendidikan anak-anak. Hal itu memang sangat terlihat, setiap diadakan rapat SAIS Ayah yang mau hadir paling hitungan jari tangan kanan. Jarang sekali bisa dihitung sampai tangan kiri.

Karena menyadari hal tersebut, kegiatan camping pun digagas. Pihak Komiter Sekolah SAIS memutuskan untuk mengadakan Camp Ayah dengan tema “Be A Father Man: Ayah Hebat Keluarga Kuat”. Tidak hanya kuat dalam menjaga keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga, tetapi kuat pula secara fisiknya.

Ramah Tamah Para Ayah : Berbagi Cerita Pengalaman Menjadi Orang Tua Siswa Sekolah Alam Indonesia Sukabumi

Berbagi Kesan Menjadi Ayah dari Siswa Sekolah Alam Indonesia Sukabumi
Berbagi Kesan Menjadi Ayah dari Siswa Sekolah Alam Indonesia Sukabumi

Kegiatan direncanakan akan dimulai sejak Pukul 16.30 WIB. Namun, karena menunggu kedatangan peserta yang belum hadir dan persiapan lain-lainnya, acara dimulai setelah waktu Magrib. Sesi pertama kegiatan pun dimulai dengan ramah tamah, memperkenalkan diri, berbagi kesan menjadi orang tua SAIS, dan menyampaikan saran demi kemajuan para siswa.

Sebagian besar Ayah Sekolah Alam Indonesia Sukabumi setuju kalau anak-anaknya memiliki kemajuan dari segi karakter dan menjadi lebih saleh. Buktinya, anak-anak tidak sulit melakukan salat, adab sehari-hari kental dengan perilaku Islami, dan sopan dalam tingkah lakunya. Semua Ayah sangat senang dengan kemajuan tersebut.

Beberapa saran yang muncul dari para Ayah adalah ingin anak-anak kuat dalam berbahasa Inggris, tetapi tidak lupa bahasa sunda. Para Ayah juga ingin anak-anak kuat dari segi akademis dan tidak kalah dengan lembaga pendidikan yang setara lainnya. Meski dibalik itu, mereka juga menyadari bahwa metode pembelajaran di SAIS itu sangat berbeda dengan sekolah konvensional. Anak-anak SAIS memiliki cara pembelajaran tersendiri dan sudah dijelaskan dalam rapat antara orang tua dan para pengajar.

Setelalah kegiatan ramah-tamah, acara selanjutnya adalah mendengarkan ceramah seputar pembelajaran menjadi Ayah yang kuat. Ayah yang belajar dari karakter yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim.

Belajar dari Ibrahim, Belajar menjadi Kuat Sebagai Ayah dari Anak-Anak Berkarakter Hebat

Makan Bersama Setelah Mendengarkan Ceramah di Pondok Halimun Sukabumi.
Makan Bersama Setelah Mendengarkan Ceramah di Pondok Halimun Sukabumi.

Penceramah yang diundang menjelaskan tentang bagaimana menjadi Ayah kuat seperti seorang Nabi Ibrahim. Dia menjelaskan dari sudut pandang sejarah agama Islam dan nilai yang terkandung dibaliknya. Ceramah tersebut diujarkan secara menarik, lucu, dan membuka mata bagaimana Nabi Ibrahim menjadi orang tua yang kuat dan menjelaskan pula doa yang dihaturkannya kepada Allah ketika meminta Anak.

Berikut Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam Saat berharap memiliki anak:

“Rabbi habli minash shalihin”

Yang diterjemahkan, “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih ( Al Qashshash: 110). Doa tersebut membuat dirinya dianugerahi keturanan yang terpilih menjadi Nabi dengan berbagai kelebihan.

Baca juga : Belajar Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Mari Belajar Menahan Amarah

Dari ceramah yang diutarakan malam itu, ada beberapa hal yang dapat dicontoh dari Nabi Ibrahim, antara lain :

  1. Nabi Ibrahim memiliki keuletan, dia sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu hal.
  2. Dia mengkonfirmasi setiap informasi yang diterimanya
  3. Sebagai Ayah yang mau berkorban melawan Namruz dan Firaun.
  4. Mendidik anak dari fondasi ajaran agamanya.

Kegiatan ceramah malam itu ditutup dengan makan malam yang sajiannya nasi liwet. Para Ayah menyantap makanan sampai kenyang. Setelah itu, berkumpul di dekat tenda hingga larut malam. Dilanjutkan tidur dan bangun subuh untuk melaksanakan salat tahajjud sambil menanti subuh.

7 thoughts on “Camping Menyenangkan Bersama Ayah Sekolah Alam Indonesia di Pondok Halimun Sukabumi (Part I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.