Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Wisata Jawa Barat

Tempat Wisata di Jawa Barat Mau Dibuka Lagi, Ini Syaratnya!

Beberapa wilayah di Jawa Barat sedang mempersiapkan tempat wisata untuk dibuka kembali. Tetapi, tetap perlu memperhatikan kesanggupan lokasi menerapkan protokol COVID-19, agar tidak terjadi penularan baru. Apalagi wisatawan bisa datang dari mana saja, baik pengunjung lokal, dari luar kota dan luar negeri.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat pun sudah mempertimbangkan di daerah kota dan kabupaten mana saja yang tempat wisata bisa dibuka kembali. Dedi Taufik menyatakan terdapat 15 kawasan yang masuk zona biru dapat membuka kembali lokasi wisata. Untuk itu, Disbudpar Jabar akan meninjau lokasi-lokasi wisata di kawasan yang diperkirakan lebih aman dari penularan virus corona.

Syarat Tempat Wisata Jawa Barat Bisa Dibuka Kembali

Disbudpar Jabar pun melakukan kunjungan selama semiinggu ke tempat wisata. Sehingga dapat menentukan daerah mana saja yang lokasinya sudah bisa dibuka atau tidak di Kota dan Kabupaten. Adapun daerah yang telah disurvei, antara lain Cirebon, Kuningan, Subang, Tasikmalaya,Garut, dan Pangandaran.

Tempat wisata yang ingin dibuka kembali harus mematuhi Pergub Nomor 46 Tahun 2020. Pergub tersebut tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Daerah Kabupaten/ Kota. Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Apabila melihat pergub nomor 46 tahun 2020, maka tempat wisata bisa dibuka berdasarkan level kelas kewaspadaan Daerah Kabupaten/Kota. Misalnya daerah yang memiliki level rendah dan moderat dapat membuka tempat wisata dengan pembatasan, Namun, daerah dengan level cukup berat dan berat harus menutup tempat wisata.

Seperti Pangandaran dinilai sudah bisa dibuka dengan aturan ketat. Setiap pengunjung harus membawa surat bebas Covid-19 dan dilakukan tes di posko setempat. Pengelola tempat wisata harus menerapkan protokol kesehatan COVID-19, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, dan wajib mengenakan masker.

Dunia pariwisata di Jabar menjadi sektor yang sangat terdampak di masa Pandemi virus corona, karena terjadi penurunan kunjungan ke tempat wisata. Tingkat kunjungan wisatawan asing menurun hingga16 persen dan wisatawan Nusantara turun mencapai 80 persen. Sekitar 59 ribu pekerja wisata dan hotel terimbas dampaknya, karena sekitar 2000an hotel dan restoran terpaksa tutup sementara.

Oleh karena itu, Disbudpar Jabar mencoba untuk segera membuka hotel dan restoran dengan pembatasan jumlah pengunjung. Agar pelayanan akomodasi hotel tidak mengalami kerugian dalam waktu yang lebih lama.

Baca juga: Cerita Dibalik Nama Pantai Karang Hawu Dan Keindahan yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close