Sat. Apr 20th, 2024
    Menara Kujang Sapasang Fasilitas Ikonik Waduk Jatigede di SumedangMenara Kujang Sapasang Fasilitas Ikonik Waduk Jatigede di Sumedang

    Pada tanggal 13 Agustus 2023, Ridwan Kamil meresmikan dua bangunan ikonik Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang. Keduanya bakal menjadi ikon di tepi Waduk Jatigede, menciptakan aura yang menarik di sisi danau tersebut.

    Pembangunan Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang tidak muncul begitu saja. Karena beberapa tahun sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil mengunjungi kawasan Waduk Jatigede dan melihat potensi pariwisata. Kemudian, tercipta gagasan untuk mendirikan dua bangunan yang akan menjadi ikon daerah ini.

    Proses peresmian dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional seperti Angklung Buncis dan Pencak Silat Puragabaya. Selain itu, Tari Kujang Sapasang dan Tari Umbul Kolosal yang dibawakan oleh seniman-seniman muda Jawa Barat untuk memeriahkan acara.

    Artikel menarik lainnya: Kebun Mawar Situhapa Garut Tempat Wisata Unik dengan Hamparan Bunga

    Awal Mula Pembangunan Menara Kujang Sapasang

    Pada awalnya, pembangunan Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang dari Ide Ridwan Kamil. Gubernur Jabar mengungkapkan bahwa saat pertama kali mengunjungi Waduk Jatigede, ia melihat sepi dan sedikit sekali wisatawan yang datang.

    Dari situlah muncul tekad untuk menciptakan infrastruktur yang dapat mengubah wajah kawasan Waduk Jatigede. Keduanya diniatkan menjadi bangunan ikonik yang akan menjadi daya tarik utama.

    Ikon bangunan tersebut mencerminkan semangat dan budaya Jawa Barat. Akhirnya, terpilihlah kujang sebagai simbol, senjata tradisional masyarakat Pasundan. Pemilihan kujang sebagai simbol mempunyai arti filosofis tinggi. Karena senjata ini melambangkan keberanian dan semangat warga Jabar.

    Selain Menara Kujang Sapasang, Pemda Sumedang merencanakan membangun sebuah museum kujang. Tujuannya untuk melengkapi daya tarik wisata di kawasan Waduk Jatigede. Dalam hal ini, Gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat memberdayakan warga setempat dalam pengelolaan museum tersebut. Sehingga bisa mendukung ekonomi masyarakat sekitar.

    Menara Kujang Sapasang tidak hanya sekadar sebuah bangunan monumental. Ia melambangkan budaya dan identitas Jawa Barat. Sebaliknya, Masjid Al Kamil mewakili nilai-nilai agama Islam dan keduanya smenciptakan harmoni di tepi Waduk Jatigede.

    Bukan Hanya Menara Kujang Sepasang, Dibangun Pula Taman Seribu Cahaya

    Selain itu, pada tanggal yang sama, Gubernur Ridwan Kamil juga meresmikan Taman Seribu Cahaya, destinasi wisata yang dikelola oleh The Lodge Group. Taman ini memiliki beragam fasilitas, antara lain: cahaya walk, cahaya resto, wahana skyplane, paralayang, gantole, ATV, dan area playground.

    Gubernur memiliki niat membuat Taman Seribu Cahaya sebagai salah satu destinasi berkelas dunia. Semua bangunan baru ini, bertujuan agar Waduk Jatigede menjadi pusat pariwisata yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

    Gubernur Jabar menyatakan bahwa pengembangan di kawasan ini masih di tahap awal. Selain beragam fasilitas yang ditawarkan, pihak pengelola untuk menyediakan perahu besar yang dapat mengantarkan wisatawan dari Taman Seribu Cahaya ke Menara Kujang Sapasang.

    Jadi, wisatawan memiliki pengalaman unik yang ingin menjelajahi keindahan Waduk Jatigede dari perspektif yang berbeda. Dengan hadirnya Masjid Al Kamil, Menara Kujang Sapasang, dan Taman Seribu Cahaya, Sumedang menambah destinasi wisata di kawasan Waduk Jatigede.

    Kabupaten  Sumedang mempunyai tiga daya tarik utama yang sesuai agama hingga budaya, dan hiburan modern. Waduk Jatigede menjadi destinasi yang ikonik dan bisa mendorong potensi pariwisata Jawa Barat lebih menarik lagi.

    Artikel menarik lainnya: Temu Kunci Cafe Garut Menikmati Kopi di Coffee Shop dengan Konsep Timur Tengah

    2 thought on “Menara Kujang Sapasang Fasilitas Ikonik Waduk Jatigede di Sumedang”

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *