Fri. May 24th, 2024
    Pura Uluwatu Bali. Foto: IG oleh_oleh_khas_baliPura Uluwatu Bali. Foto: IG oleh_oleh_khas_bali

    Pura Uluwatu Bali yang terletak di daerah perbukitan dan berdiri megah di ujung barat daya Pulau dewata yang terletak di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut. Lokasinya berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

    Berdasarkan buku Purana Pura Luhur Uluwatu (2007) keberadaan pura yang ada di Bali tidak bisa dilepaskan dari kedatangan para tokoh yang berasal dari luar Bali, yaitu Dang Hyang Nirartha (Dang Hyang Dwijendra).

    Suatu hari pada anggara kliwon wuku medangsia Dhangyang Dwijendra mendapat wahyu dari Tuhan harus pergi ke sorga segera. Pendeta Hindu dari Jawa Timur merasa bahagia karena waktu yang dinantikan telah tiba. Ia juga berperan sebagai bhagawanta (pendeta kerajan) Gelgel pada masa keemasan Dalem Waturenggong sekitar 1460-1550.

    Tetapi, pendeta yang memiliki nama lain Danghyang Nirartha memiliki satu pusataka yang harus diberikan kepada anak laki-lakinya. Di bawah ujung Pura Uluwatu, ia meminta seorang nelayan bernama Ki Pasek Nambangan untuk menyampaikan kepada anaknya bernama Empus Mas di desa Mas bahwa Danghyang Dwijendra menaruh sebuah pustaka di Pura Luhur Uluwatu.

    Selanjutnya, Dhangyang Dwijendra melakukan tapa yoga semadi dan akhirnya  Maha Resipun pun moksha. Moksah artinya Pergi ke surga tanpa meninggalkan badan kasar secara cepat seperti sebuah kilat. Cerita sejarah tersebut terus diceritakan dan dipercaya masyarakat setempat dan Hindu di Bali. Pura dinilai berperan sangat penting dalam kehidupan beragama masyarakat Hindu di Bali.

    Dari Tebing Baru Pura Uluwatu Bali Menjadi Tempat yang Sering Dikunjungi Wisatawan

    Uluwatu berasal dari kata Ulu yang artinya kepala dan Watu artinya mulia. Jadi Uluwatu memiliki arti Kepala yang mulia atau pemimpin yang mulia. Tidak hanya sebagai tempat ritual keagamaan, Pura Uluwatu memiliki daya tarik wisata. Sehingga perlu dijaga kelestariannya kawasan dan arsitektur pada bagian-bagian bangunan Pura dari kerusakan karena usianya yang sangat tua.

    Pura Uluwatu yang berdiri di atas batu karang yang langsung berhadapan ke lautan membuat kawasan ini sangat indah. Tebing berbatu yang terdapat di sekitar pura membuat mata para wisatawan tak berhenti mendatanginya. Panorama alam Pura Uluwatu semakin cantik dan semakin memukau ketika matahari terbenam dari sisi sekitar tebing pura.

    Atraksi wisata yang dapat memberikan kenangan yang menarik untuk wisatawan. Daya tarik Pura Uluwatu adalah keindahan dari arsitektur, panorama alam langit ditambah samudera Indonesia nan biru, tarian kecak, kehidupan habitat kera dan upacara keagamaan yang ada di pura Uluwatu. Jangan sampai lewatkan tari kecak yang dipentaskan di panggung terbuka sambil menikmati matahari yang mulai terbenam.

    Informasi wisata Indonesia lainnya: Bukit Sabak Sukabumi Tempat Tepat Mendaki untuk Melepaskan dari Penatnya Kesibukan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *