Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Wisata Indonesia

Pulau Rinca Komodo yang Kabarnya Akan Diubah Menjadi Jurassic Park

Pada 6 Maret 1980, Menteri Pertanian menunjuk Pulau Komodo, Padar, dan Rinca sebagai Taman Nasional Komodo

Pulau Rinca Komodo adalah bagian dari Taman Nasional bagian tiga buah pulau besar lainnya yaitu pulau Komodo, dan pulau Padar. Selain itu ada 26 buah pulau besar dan kecil lainnya. Ada 11 buah gunung/ bukit dengan puncak tertinggi yaitu Gunung Satalibo (± 735 meter dpl). Wilayahnya memiliki luas 603 km² dan wilayah secara keseluruhan dengan perairan laut adalah 1817 km².

Pulau-pulau tersebut adalah habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yang disebut-sebut sebagai jenis reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya yang unik dengan padang savana yang luas dan terdiri pohon lontar (Borassus flabellifer).  Kondisi alam yang kering dan gersang, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas menjadi habitat yang disengani komodo.

Secara geografis, kawasam TN Komodo berada di ujung barat Propinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di antara Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) dan Pulau Flores (Nusa Tenggara Timur).Kawasan Taman Nasional Komodo termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana bisa menjadi status Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo seperti saat ini?

Awalnya, komodo ditemukan oleh JKH Van Steyn pada tahun 1911. Setahun selanjutnya, satwa besar tersebut diberikan nama Varanus komodoensis oleh PA. Owens. Tidak menunggu waktu lama, pada Tahun 1912, Sultan Bima membuat surat keputusan untuk melindungi komodo. Berikut status dan sejarah kawasan Taman nasional Komodo.

  1. Ditemukan oleh JKH Steyn pada tahun 1911 dan diberikan nama Varanus komodoensis oleh PA. Owens pada tahun 1912. Lalu dilindungi oleh Sultan Bima pada tahun yang sama.
  2. Residen Flores mengeluarkan keputusan tentang pembentukan Suaka Margasatwa Pulau Rinca, Pulau Padar pada tahun 1938. Disusul penetapan Suaka Margasatwa Pulau Komodo pada tahun 1965.
  3. Pada 6 Maret 1980, Menteri Pertanian menunjuk Pulau Komodo, Padar, dan Rinca sebagai Taman Nasional Komodo.
  4. UNESCO menetapkan sebagai Cagar Biosphere (Man and Biosphere Reserve) pada tahun 1986.
  5. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage Site).
  6. Lalu, Komodo ditetapkan oleh Presiden sebagai simbol nasional pada tahun 1992. Pada tahun yang sama, dilakukan perubahan fungsi Suaka Margasatwa P.Komodo, P. Rinca dan P. Padar. Luasnya 40.728 Ha dan menunjuk Perairan Laut seluas 132.572 Ha menjadi Taman Nasional Komodo.
  7. Tahun 2000, Pemerintah menetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan oleh Menteri Kehutanan dengan luas 132.572 Ha.
  8. Pada tahun 2006, Taman Nasional Komodo termasuk 20 Taman Nasional Model di Indonesia.

Taman Nasional Komodo juga didukung dalam pengelolaannya secara internasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia dan Cagar Biosfir oleh UNESCO. Begitu banyak wisatawan yang datang dan sebagian besar dari luar negeri. Suasana dengan kesan gersang dan tandus pada padang savana Serta ramai dengan suara burung dan kuda liar, reptil raksasa menjadi daa tarik tersendir yang mengundang para wisatawan.

Namun, penetapan sebagai taman nasional, membuat habitat komodo terganggu karena aktivitas pembangunan yang mengatasnamakakan investasi. Habitat komodo mengundang investasi pariwisata secara masif. Berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan dan komodo pun berhadap-hadapan secara langsung dengan truk di sana.

Informasi Wisata Menarik Lainnya: Jalan-Jalan Ke Taman Wisata MBS yang Memiliki Bangunan Bergaya Eropa di Kota Serang

Rencana Pembangunan Pulau Rinca Menjadi “Komodo Jurassic Park” yang Menjadi Polemik

Pemerintah melalui Menko Maritim dan Investasi telah mengumumkan skema penataan eksklusif. Pengelolaannya di berikan kepada pihak swasta. Pulau Komodo direncanaka akan menjadi tujuan pariwisata eksklusif dengan tarif masuk Rp 14 Juta per wisatawan. Nantinya, Pulau Komodo akan diubah menjadi seperti wisata alam di Afrika.

Tepatnya di Pulau Rinca, pulau yang menjadi tempat hidup berkembang biak Komodo, pemerintah membangun sarana wisata alam dengan desain ala Jurassic Park. Lalu akan dibangun infrastruktur seperti jalan gertak elevated, pusat informasi, sentra souvenir, kafe, klinik, gudang, ruang terbuka publik, dan penginapan.

Disisi lain, hak-hak masyarakat mulai ditekan dan terancam dari kawasan Taman Nasional Komodo. Pemerintah memberikan ijin investasi dan memprivatisasi kawasan tanpa melibatkan masyarakat di sana.Sehingga lahir dugaan bahwa pembangunan “Komodo Jurassic Park dengan alasan konservasi hanya alibi belaka.

Dibalik itu sebenarnya demi kepentingan yang ingin menjadikan pulau Komodo dan Padar sebagai destinasi superprioritas dan Rinca sebagai tujuan destinasi massal. Jika tidak menjadi perhatian, bukan tak mungkin ruang hidup alami satwa komodo akan tergerus dengan beton-beton yang akan berdiri di sana.

Informasi menarik lainnya: Bertemu si Dia Sambil Makan Rujak Di Simpang Jodoh

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close