BisnisWisata Indonesia

Program Desa BRIliaN dari BRI Mendukung lebih 2.800 UMKM dari Pedesaan di Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus berupaya turut andil dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Salah satunya membuat Program BRIliaN yang menjadi komitmen dalam pemberdayaan kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari lingkup desa.

Pelaku UMKM dari pedesaaan yang menghasilkan produk unggulan didorong agar memperluas penjualan dan jangkauan pasarnya. Caranya dengan diajak untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga mampu bersaing dan berkontribusi lebih bagi masyarakat.

Program BRIliaN adalah gagasan dari BRI untuk mendukung ekomomi desa yang berkelanjutan dengan menggerakkan masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga, bisa mendongkrak kondisi ekonomi desa. Dari tahun 2020, telah menjangkau lebih dari 2.800 desa binaan BRI di seluruh Indonesia.

Manfaat Program Desa BRIliaN Bagi Pengembangan Ekonomi Pedesaan

Program Desa BRIliaN memiliki tujuan membuat role model dalam memaksimalkan potensi ekonomi pedesaan. Kegiatan melibatkan masyarakat untuk menaikkan angka penjualan dan memperluas pasar produk secara offline maupun online.

Adapun pihak yang dilibatkan dalam program tersebut, seperti perangkat desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, UMKM di desa, perwakilan kelompok usaha (klaster) dan pegiat Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades). Banyak pihak dilibatkan di lingkup pedesaan dengan harapan bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lingkup pedesaan.

BRI menilai pemberdayaan dari pedesaan perlu mendapat perhatian, karena kondisi ekonomi  yang tidak merata. Terbukti dari data Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022, hanya 35 % dari total 74.051 Desa di Indonesia yang sudah termasuk dalam kategori maju dan mandiri. Oleh karena itu, BRI berharap desa yang mengikuti program BRIliaN bisa menjadi inspirasi dan direplikasi di wilayah lainnya.

Ada empat aspek yang menjadi perhatian dalam Program Desa BRIliaN, antara lain:

  1. BUMDes menjadi penggerak ekonomi desa.
  2. Proses digitalisasi BRI diterapkan dalam pengembangan pemasaran produk dan aktivitas digital di desa.
  3. Keberlanjutan menjadi dasar yang mencerminkan desa tangguh serta melakukan pembangunan berkesinambungan.
  4. Melakukan inovasi yaitu aktivitas kreatif dalam menciptakan produk yang unggul dari pedesaan.

Desa yang memiliki potensi produk lokal medaftarkan diri dalam Program Desa BRIliaN. Setelah terpilih, BRI akan memberikan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan berupa literasi dasar dan literasi bisnis.

Edukasi literasi dasar meliputi transfer pengetahuan tentang inklusi keuangan yaitu mengenai produk, jasa perbankan dan manajemen keuangan dasar (akuntansi sederhana). Sedangkan, literasi bisnis merupakan edukasi peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman pasar, kepemimpinan, dan pengetahuan skala usaha para pelaku UMKM. Sehingga, pelaku UMKM bisa lebih menggali potensi dari desa sesuai produk yang dihasilkan dari desa.

Pihak BRI melakukan  pengembangan pasar  secara online dengan membuat platform Pasar.id dan Localoka. Tujuannya agar UMKM bisa terhubung dengan pasar atau konsumen secara online. Untuk melakukan transaksi disediakan layanan yang membuat penjualan online dilakukan langsung, BRI menyediakan layanan perbankan masuk ke wilayah desa, seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS dan produk lainnya. Fasilitas tersebut memiliki tujuan agar pelaku saha bisa naik kelas.

BRI juga melaksanakan kegiatan secara rutin, kegiatan rutin dalam bentuk event  bazaar UMKM BRILiaN mulai dari tahun 2021. Pelaku usaha kecil dari setiap desa menjual produk dar desa, seperti kopi, buah, bolu dan makanan ringan.

Tidak hanya bazar di daerah, tetapi juga secara bersama di Kantor Pusat BRI Di Jakarta pada 15 September 2023. BRI melaksanakan Bazar UMKM BRIliaN dari Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang mengikutsertakan setidaknya banyak Desa BRILiaN yang terlibat dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain: Mulai dari Desa Sirnajaya, Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Desa Rompegadding, Soppeng (Sulawesi Selatan), Nagari Kurnia Selatan, Dharmasraya (Sumatera Barat), dan Desa Kaliwedi, Sragen (Jawa Tengah).

Selain itu, adapula desa-desa yang datang dari Desa Kenanga, Kabupaten Indramayu (Jawa Barat), Desa Bhuana Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Desa Selorejo, Kabupaten Malang, dan Desa Pangkul, Kota Prabumulih (Sumatera Selatan).

Program Desa BRIlink Diharapkan Menjadi Contoh Bagi Desa Lainnya

Pengetahuan yang diberikan kepada UMKM dalam bentuk edukasi literasi dan bisnis diharapkan bisa menjadi pola pembangunan sesuai dengan potensi desa. Sehingga, program BRIliaN dapat memberikan dampak yang baik dan mendukung UMKM Indonesia dan bentuk perhatian BRI Untuk Indonesia. Desa yang telah mendapatkan pendampingan Program Desa BRIliaN bisa menjadi contoh bagi desa lainnya.

Desa BRILiaN mampu menguatkan penjualan dan memperluas pasar produk unggulan desa. Pemasaran bisa dilakukan secara offline maupun online. Nantinya bisa menjadi role model dalam pengembangan ekonomi dari lingkup pedesaan.

Program pemberdayaan BUMDes dari melalui program Desa BRILiaN bisa memaksimalkan pemilik usaha menjadi  Pahlawan UMKM. Akhirnya mampu bersiang, kreatif, dan lebih inovatif untuk melakukan penjualan produk ke pasar yang lebih luas tidak hanya ditingkat lokal, melainkan dalam skala nasional juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *