Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Wisata Indonesia

Mengaku Pecinta Alam Tetapi Melakukan Pendakian Ilegal Di Gunung Rinjani, Jangan Tiru Kelakuan 67 Pendaki ini

Balai Besar Taman Nasuonal Gunung Rinjani terus melakukan upaya pencegahan pendakian ilegal. Hasilnya, tim operasi menemukan 67 orang pendaki ilegal di Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Mereka yang berasal dari Pulau Lombok sedang beristirahat sembari bersenda gurau, serta ada pula yang sedang memancing.

Akhirnya tim operasi segera mengambil tindakan. Para pendaki tersebut diminta untuk menunjukkan kartu identitas,diberi himbauan untuk segera keluar kawasan, serta diberi sanksi. Mereka disuruh untuk membersihkan area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Kartu identitas diamankan dan meminta mereka melaporkan diri ke Kantor Balai TN Gunung Rinjani.

Pendakian Ilegal Di Gunung Rinjani Akan Ditindak Tegas

View this post on Instagram

TERTANGKAP SAAT OPERASI PENERTIBAN PENDAKIAN ILEGAL, SEKUMPULAN PENDAKI INI TERANCAM BLACKLIST Menyikapi maraknya kegiatan pendakian ilegal pasca penutupan jalur pendakian di saat pandemi Covid-19 ini, Balai TN Gunung Rinjani semakin gencar melakukan upaya-upaya pencegahan pendakian ilegal. Mulai dari koordinasi dengan stakeholder dan mitra, penjagaan di pintu masuk pendakian, patroli darat hingga patroli CCTV terus dilakukan. Guna menindak tegas kegiatan pendakian ilegal, Balai TN Gunung Rinjani bersama mitra menyelenggarakan Operasi Penertiban Pendakian Ilegal. Operasi ini dilaksanakan selama 4 hari (29 Mei s.d 01 Juni 2020). Tim operasi yang terdiri dari petugas Balai TN Gunung Rinjani, TNI/Babinsa, BRIMOB POLDA NTB, POLSEK, Pengamanan Hutan/Pamhut/MMP Balai Tahura Nuraksa Lombok Resort Kali Parang Karang Sidemen, MMP Balai TN Gunung Rinjani, Kelompok Pecinta Alam Lombok Timur, maupun volunter berpatroli dan menyisiri jalur pendakian Gunung Rinjani. Namun sangat disayangkan, tim operasi masih saja menemukan sekumpulan pendaki ilegal di Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Sebanyak 67 orang yang berasal dari Pulau Lombok sedang beristirahat, bersenda gurau dan bahkan ada yang memancing. Tim operasi pun segera mengambil tindakan. Sekumpulan pendaki tersebut diminta untuk memperlihatkan identitas, diberikan himbauan untuk segera keluar dari kawasan serta diberikan sanksi untuk membersihkan area Pelawangan Aik Berik dan Danau Segara Anak. Tidak selesai sampai di situ saja, tim operasi juga mengamankan kartu identitas dan meminta mereka datang ke Kantor Balai TN Gunung Rinjani. Bahkan di kondisi pandemi Covid-19 ini yang jelas-jelas mengancam keselamatan diri, masih saja ada oknum yang tidak menuruti aturan dan anjuran pemerintah. Bagaimana bisa disebut pendaki cerdas dan beretika bila tidak bisa menghargai dan perduli dengan keselamatan diri sendiri. Ayoo..sobat Rinjani..tetap patuhi anjuran pemerintah untuk berada di rumah..sembari kami berbenah..menyambut kalian saat tiba waktu pembukaan pendakian Gunung Rinjani. "RinjaniNte". Rinjani Kita. #KementerianLHK #ksdae #tamannasionalgunungrinjani #btngr #rinjani #pendakian

A post shared by BTN Gunung Rinjani (@gunungrinjani_nationalpark) on

Tim Operasi terdiri dari petugas Balai TN Gunung Rinjani, TNI/Babinsa, BRIMOB POLDA NTB, POLSEK, Pengamanan Hutan/Pemhut, MMP Balai Tahura Nuraksa Lombok Resort Kali Parang Karangsidemen. Dilibatkan pula MMP Balai TN Gunung Rinjani, Kelompok Pecinta Alam Lombok Timur, Volunteer yang melakukan patroli dan menyisiri jalur pendakian Gunung Rinjani.

Meski sudah diumumkan bahwa jalur pendakian ditutup sementara, kegiatan pendakian ilegal tetap marak. Sehingga, Balai TN Gunung Rinjani terus melakukan koordinasi dengan Stakeholder, Mitra, dan penjagaan dipintu masuk pendakian. Bahkan dilakukan pula patroli darat hingga patroli CCTV. Operasi Penertiban Pendakian Ilegal dilakukan selama 4 hari  dari tanggal 29 Mei sampai 01 Juni 2020. 

Balai TN Rinjani meminta para pendaki mematuhi peraturan pemerintah. “Ayo sobat Rinjani tetap patuhi aturan pemerintah untuk berada dirumah. Sembari kami berbenah menyambut kalian saat tiba waktu Pembukaan Pendakian Gunung Rinjani. “RinjaniNte”. Rinjani Kita.” Demikian pesan yang ditulis pada kaun BTN Gunung Rinjani: Official Instagram Of Gunung Rinjani National Park.

Diingatkan pula kepada para pendaki, bawah kondisi pandemi-19  mengancam keselamatan orang yang tidak menuruti aturan dan anjuran pemerintah. Pendaki cerdas dan bertika harus menghargai dan peduli kepada kesepalamatan diri sendiri.

Obejek Wisata Alam Taman Nasional Gunung Rinjani Ditutup Higgga waktu yang Tidak Ditentu

Keputusan penutupan objek wisata alam dilakukan sejak tanggal 16 Maret dan diperpanjang hingga waktu yang tidak ditentukan. Penyebaran COVID-19 yang semakin meluas dan Presiden Republik Indonesia menyatakan sebagai Bencana Nasional (Bencana Non Alam) menjadi pertimbangan penutupan tersebut. Ditindaklanjut Surat Edaran dari Menteri KLHK, Dirjen KSDAE, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Bupati Lombok Utara dan Bupati Lombok Timur.

Pada kenyataannya, ada saja orang yang melakukan pendakian ilegal. Tidak hanya itu, banyak pula warga yang ingin berekreasi di kawasan TN Gunung Rinjani ketika hari lebaran. Tim penjagaan pun ditugaskan untuk melakukan sosialisasi serta himbauan kepada pengunjung bahwa tempat wisata alam tersebut masih ditutup. Masyarakat diminta tetap sabar tidak berwisata dulu hingga kondisi ditetapkan aman dari virus corona.

Baca juga: Mengenal Budaya Sunda di Kampung Naga Tasikmalaya

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close