Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Wisata Indonesia

Menghitung Seribu Pintu Sembari Wisata Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kali ini, tulisan ini ingin membahas tentang wisata sejarah Gedung Lawang Sewu di Semarang. Saya melakukan perjalanan mulai dari daerah yang populer dengan latar belakang cerita sejarah peradaban transportasi darat yaitu kereta api.

Daerah yang saya kunjungi adalah Kota semarang yang terkenal akan makanan khasnya yaitu lumpia basah/kering. Makanan yang sangat favorite dan akan sangatlah merugi kalo ke semarang tidak merasakan enaknya lumpia.

Selain makanan, ada salah satu bangunan sejarah yang sangat ikonik di Semarang dikenal dengan Gedung Lawang Sewu. Penamaan berasal dari jumlah pintu yang konon katanya mempunyai seribu pintu. Sehingga, bangunan ini dinamain LAWANG SEWU.

Latar Sejarah Gedung Lawang Sewu yang Menarik Perhatian Wisatawan

Kereta Api Tempo Lalu di Lawang Sewu Semarang
Kereta Api Tempo Lalu di Lawang Sewu Semarang

Gedung Lawang Sewu konon pernah menjadi tempat penyiksaan rakyat Indonesia dalam masa penjajahan dulu. Tetapi Anda perlu mengecek lebih dalam cerita sebenarnya. Bangunan yang memiliki 2 bangunan utama dan 1 bangunan kecil mempunyai cerita tersendiri.

Gedung megah yang berada di pusat Kota Semarang ini lebih tepatnya di bunderan simpang lima dan sangat berdekatan dengan museum gereja.

Jika ingin berkunjung ke tempat ini, jam buka untuk memasuki kawasan bangunan mulai dari pukul 09:00 hingga jam 21:00 WIB. Wisatawan cukup membayar tiket Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp,5.000 untuk siswa/ pelajar dan biaya tambahan Rp50.000 untuk guide bangunan tersebut.

Kalau kalian ingin tahu sejarahnya bisa memanfaatkan guide sebagai narasumber gedung ini. Namun, saya hanya ingin merasakan dan mengetahui sendiri apa sebenarnya terjadi di gedung ini dahulunya.

Gedung yang didirikan pada jaman penjajahan kolonial Belanda ini awalnya hanya sebagai kantor dan juga gudang para prajurit dan para petinggi Belanda. Hingga tercetus oleh salah satu petinggi Belanda menciptakan transportasi darat yang efisien dan bisa mengngkut rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.

Lokasinya dari ladang ke tempat pengangkutan kapal-kapal Belanda untuk di bawa ke negaranya. Kereta api uap dinilai sangat efisien yang sebagai pengangkut semua hasil bumi Indonesia.

Lalu, mereka pun mulai mendesain kereta uap dan juga jalur rel-rel yang akan di gunakan supaya jalurnya bisa melewati tempat-tepat hasil rempah. Jalurnya dimulai dari Semarang, Jogja, Madiun, Surabaya, Bandung, Sukabumi, bahkan hingga Kota Jakarta.

Semua peta jalur rel kereta api terdapat di gedung ini. Tidak heran kalau Gedung Lawang Sewu ini menjadi salah satu tempat bersejarah tercetusnya peradaban transportasi darat dan menjadi modern yaitu kereta api.

Lihat juga:

Mendukung Teroris Mako Brimob Berpikir Tentang Sisi Kemanusiaan Kita

Agung Hercules Berterima Kasih Program BPJS Kesehatan untuk Pengobatan Tumor Otak yang Diidapnya

Berbagai Benda Peninggalan Sejarah Terdapat di Dalamnya

Melihat Potret Sejarah Dunia Kereta Api Indonesia
Melihat Potret Sejarah Dunia Kereta Api Indonesia

Di gedung ini juga banyak barang peninggalan tentang kereta api uap, seperti alat-alat mesin kertas sampai karcis yang dijual pada masa dulu. Oh ya, sangkin penasarannya, gedung yang di sebut Lawang Sewu yang berarti ada seriu pintu itu saya menghitung sendiri pintu-pintu yang ada di bangunan ini.

Walaupun terkesan kurang kerjaan tetapi penasaran yang saya alami. Tetapi mengantarkan saya untuk menghitung satu per satu pintu tersebut dan ternyata kalo tidak salah total di 3 bangunan A, B, D itu totalnya ada 876 dan konon latanya sisanya yaitu tempat penjara dibawah tanah.

Saya sempat tanyakan ke orang-orang di sana, namun tidak ada yang tahu persis ada ruangan bawah tanahnya. Tetapi guide menceritakan dengan gesture ketakutan mengatakan memang ada. Tetapi jangan terlalu di ramaikan.

Tempat tersebut sudah menjadi rahasia umum, karena di tempat itu sering terjadi kejadian yang diluar nalar kita karena dulunya tempat itu sebagai penjara. Selain itu, tempat pennyiksaan bagi orang yang tidak patuh pada pemerintaha penjajah.

Saya tidak bisa membahas lebih dalam lagi karena memang itu saja informasi yang saya bisa dapatkan di sana. Kalau pembaca budiman penasaran, kalian bisa langsung ke lokasi dengan akses transportasi umum apa saja bisa dipakai untuk ke tempat tersebut. Selamat menikmati kunjungan wisata sejarah perkeretaapian Indonesia.

Mari Piknik Jangan Panik

Bergerak , Berbuat Bermanfaat

Salam Adventure

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close