Wisata Indonesia

Gedung Museum Wayang Indonesia dan Tiket Masuk yang Harus Dibayar

Gedung Museum Wayang Indonesia du Jakarta dibangun pada tahun 1912. Gaya bangunan dibuat dengan gaya arsitektur Eropa tertutup dan Neo-Renaisans. Desainer-nya adalah rancangan Ed CUypers & Hulswit. Bangunan 2 lantai ini memiliki denah lantai persegi panjang, atap perisai memanjang dan dinding bata yang ditutupi dengan spesi dan dicat.

Fasade bangunan ini adalah dalam bentuk dinding sopi-sopi dengan bukaan jendela dan pintu. Di dinding fasade, ada ornamen gaya art deco. Pintu masuk ada 2 ditandai oleh gendang tympanium dan kanopi.

Pada masa sebelumnya, adalah tanah gereja yang dibangun pada tahun 1640. Naanya de Oude Holandsche Kerk. Ketika Pada tahun 1957 gedung ini diberikan kepada Lembaga Kebudayaan Indonesia. Lalu, pada tanggal 17 September 1962 diserahkan menjadi bagian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kapan Menjadi Gedung Museum Wayang Indonesia di Jakarta?

Gedung ini menjadi Museum Wayang Indonesia sejak tanggal 23 Juni 1968. Siapa yang meresmikan gedung Museum Wayang Indonesia? Peresmiannya dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Bapak H. Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975. Kemudian, mendapat bangunan hibah untuk perluasan dari Probosutejo sejak 16 September 2003.

Perancang Bangunan Museum Wayang adalah Ed Cuypers dan Hulswit, arsitektur kolonial Belanda. Desainnya dasarnya dibuat dari dinding kayu dengan dengan bukaan-bukaan jendela dan pintu.

Di dinding fasade terdapat hiasan seni ornamen dengan gaya art deco. Pintu masuk ke museum terdiri dari dua pintu yang bersebelahan. Bentuknya adalah konstruksi dinding dengan bentuk segitiga atau disebut tympanum. Di samping itu, terdapat juga pada bagian atasnya berupa kanopi.

Apa saja yang ada di Museum Wayang? Mengenal Berbagai Karakter Wayang

Pengunjung di Museum Wayang dibawa untuk mengerti  berbagai karakter, sikap dan perilaku berbagai daerah. Hal itu dilihat dari penampilan boneka yang memiliki bobot mulia dan nilainya dalam budaya  dari melihat sejumlah koleksi wayang. Contohnya wayang kulit, wayang golek, topeng wayang, wayang beber, gamelan, lukisan wayang dan lainnya.

Museum Wayang ini mencakup berbagai koleksi wayang dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, Cina, Vietnam, Prancis, Rusia, Polandia, India dan Kamboja. Tidak hanya objek rekreasi, di museum ini dapat dipelajari untuk siswa dan akademisi, itu bahkan dapat digunakan sebagai tempat pelatihan, dokumentasi dan pusat penelitian tentang wayang.

Museum ini dapat digunakan sebagai sarana pengetahuan budaya antara daerah dan antara negara. Untuk mendukung keberadaannya, Di museum ini, Dibuat perubahan tata pamer, pagelaran wayang, pertunjukan wayang, dan cara pembuatan wayang.

Harga Tiket masuk Museum Wayang Indonesia

Untuk melihat koleksi dari Museum Wayang Indonesia, Pengunjung harus membayar tiket masuk Rp 5.000 / orang. Biaya tambahan lainnya adalah biaya parkir Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Artikel menarik lainnya: Wisata Sawah Sumber Gempong Trawas Mojokerto Destinasi Sumber Mata Air

Alamat Museum Wayang Indonesia

Dimana terletak Museum Wayang? Lokasi Museum Wayang Jakarta termasuk dalam kawasan wisata di Kota Tua dan tentu saja, wilayah ini sangat dekat dengan Museum Sejarah Jakarta. Alamat nya di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, DKI Jakarta.

Tahukah Anda,  Museum Wayang Indonesia diakui oleh UNESCO  pada 17 November 2003 di kota Paris, memproklamirkan sebagai ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’. Penyerahan piagam secara resmi diberikan pada 21 April 2004 di Paris, Perancis.

Artikel menarik lainnya: Cirebon Waterland Ade Irma Suryani Tempat yang Kini Ramai Dipadati Wisatawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *