Wisata Indonesia

Desa Wisata Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah

Desa Wisata Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terletak di ketinggian 2.000 hingga 2500 meter di atas permukaan laut. Pemandangan  dan lingkungan alami dan berbagai wisata alam dan budaya dapat membuat semua orang yang datang ke wilayah dataran tinggi Dieng. Desa tersebut telah menjadi bagian 50 teratas dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Dieng berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Di dan Hyang. Di artinya tempat tinggi atau gunung dan “hyang” yang berarti Kahyangan. Dengan menggabungkan dua kata, kita dapat menafsirkan bahwa “Dieng” adalah tempat pegunungan di mana para dewa dan dewi tinggal.

Ada juga orang -orang yang percaya bahwa asal usul nama Dieng berasal dari bahasa Indonesia purba (sebelum bahasa Kawi) atau mungkin bahasa Sansekerta “Di” dan “Hyang” yang berarti tempat tinggal para dewa. Menurut sumber lain, nama Dieng berasal dari kata-kata “Adi” Jawa yang berarti indah dan “aeng”, yang berarti aneh. Jadi Dieng berarti tempat yang indah dan penuh keanehan.

Daya Tarik Desa Wisata Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara

Lokasinya sangat strategis karena sangat dekat dengan objek “utama” yang termasuk dalam zona zonasi zona satu di peta wisata Dataran Tinggi Dieng. Fasilitasnya didukung adanya home stay, kios suvenir , parkir, fasilitas informasi, dan sebagainya.

Daya Tarik Wisata Alam Dieng Kulon

Telaga Bale Kambang

Adalah daya tarik alami di Dieng Kulon, bahkan jika tidak dalam kondisi baik. Objek wisata ini ditingkatkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata Tirta / Water yang dapat menambah pariwisata lain yang terdapat di Dieng Kulon.

Kompleks Candi

Dieng bisa menjadi terkenal, salah satunya adalah karena ketertarikan pada candi yang ada sejak zaman Kerajaan Hindu. Objek wisata candi Dieng adalah destinasi di Provinsi Tengah Jawa yang dapat dikunjungi oleh banyak wisatawan setelah Candi Prambanan dan Borobudur.

Candi Dieng terdiri dari Kompleks Candi Arjuna, Dwarawati, Gatotkaca dan Bima. Lokasi candi cukup dekat satu sama lain, yang saat ini dikelola dengan baik oleh Layanan Arkeologi Jawa Tengah dan dikenal sebagai objek wisata budaya.

Kawah Sikidang

Adalah tempat wisata solfator (sulfur) yang berada di Dieng. Daya tariknya adalah karena lokasi kawah dapat bergerak secara aktif seperti kijang. Sehingga namanya disebut Kawah Sikidang.

Gasiran Aswotomo

Ini adalah daya tarik alami yang telah ada sejak lama, dalam bentuk lubang / sumur dengan kedalaman yang berbeda dari setiap lubang. Kompleks ini berada di wilayah candi dan dekat jalan raya yang mengarah ke Museum Kaylasa.

Sendang Sedayu dan sendang Maerokoco

Tempat ini terletak di utara kompleks Candi Arjuna, dan saat ini dapat diandalkan dan digunakan untuk mandi seorang anak yang memiliki rambut gembel sebelum upacara / ritual cukur rambut gembel.

Telaga Semurup

Tempat ini berada di pegunungan Dieng yang berbatasan dengan desa Karang Tengah dan Bakal. Pariwisata alami ini sering digunakan oleh wisatawan untuk kawasan perkemahan.

Bukit Sikunir

Sering disebut Golden Sunrise karena dapat melihat pemandangan matahari terbit dari puncaknya. Untuk menikmati panorama, wisatawan harus naik selama 30 hingga 45 menit. Mereka dapat mulai mendaki sekitar 04.00 WIB atau 05.00 WIB. Wisatawan juga dapat melihat panorama delapan gunung dari atas Bukit Sikunir.

Daya Tarik Wisata Budaya Dieng Kulon

Agrowisata & Living Culture masyarakat Dieng

Tempat wisata ini adalah bentuk destinasi kunjungan budaya di mana kegiatan dan adat istiadat dan komunitas Dieng adalah produk pariwisata yang menarik untuk dikembangkan. Tur ini adalah salah satu tujuan pengembangan komunitas Dieng sehingga wisatawan tertarik untuk tinggal lebih lama di daerah wisata Dieng.

Pentas Budaya Ruwatan Rambut Gembel

Prosesi/ Ritual budaya khas Dieng yang biasanya dilaksanakan pada periode tertentu sesuai dengan kemampuan ekonomi masingmasing keluarga yang memiliki anak dengan rambut gembel. Dari tahun 2008 hingga sekarang, kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Dieng Pandawa telah menjadikan ritual ini sebagai acara Budaya tahunan yang masuk dalam program kerja POKDARWIS.

Kegiatan yang biasanya di laksanakan pada bulan juli setiap tahunnya. Acara Budaya ini ditandai dengan pemotongan rambut “Gembel” dan di sertai dengan pentas seni tradisional Dieng.

Keberadaan gimbal dipercaya masyarakat bahwa mereka titipan oleh Dewa, yaitu Nyai Dewi Roro Kidul, ia adalah salah satu abdi Ratu Pantai Selatan. Selain itu, anak-anak dipercayakan oleh Kyai Kaladate yang menurut kepercayaan masyarakat, masih tinggal di Taman Balai Kambang Dieng. Menariknya, semua anak diperlakukan khusus di sana.

Batik Kayu Dewa

Batik kayu adalah salah satu profesi dieng khas yang memiliki keunikan, yaitu media batik menggunakan kayu dieng asli, seperti Cimeti, Pringgondani,Tangseng dan lainnya. Selain itu ada miniatur candi yang diproduksi oleh penduduk Dieng, menggunakan dua jenis bahan, yaitu gibsum dan kayu.

Wisata Kuliner khas Dieng 

Dieng memiliki berbagai makanan khas, seperti Purwaceng, keripik, manisan carika, selai carika, grobi kentang, dll. Pembuatan makanan Dieng khas adalah salah satu paket wisata yang merupakan favorit wisatawan, karena selain dapat menikmati kuliner khas Dieng, wisatawan juga dapat mempraktikkan cara membuat makanan ini.

Daya Tarik Wisata Buatan Desa Dieng Kulon

Wisata Adventure Dieng  

Ini adalah kegiatan kreativitas bagi kaum muda yang setelah menerima fasilitas PNPM Pariwisata dalam bentuk alat flying fox menjadi daya tarik khusus, terutama bagi wisatawan yang memiliki keberanian.

Belanja produk ekonomi kreatif 

Selain diberkati dengan pemandangan alam yang indah, Dieng juga dikenal sebagai produk ekonomi kuliner dan kreatif tradisional. Selama liburan di sana, jmembeli oleh-oleh. Selain makanan, ada juga kerajinan kayu atau miniatur candi.

Tempat wisata menarik lainnya: Candi Borobudur Tarif 750 Ribu, Ini Alasannya Kenapa Tiket Harganya Mahal

Lokasi Desa Wisata Dieng Kulon

Desa wisata Dieng Kulon adalah salah satu desa di Kecamatan Batur di Kabupaten Banjarnegara. Lokasi dibatasi oleh Desa Pranten, Kab. Batang utara, sebelah timur dan selatan yang berbatasan dengan desa Dieng Wetan dan Sikunang Kab. Wonosobo. Sedangkan untuk dari Barat dibatasi oleh desa Karang Tengah.

Dilihat dari wilayah tersebut, Dieng Kulon memiliki luas sekitar 337.846 ha dengan lanskap dominan adalah bukit yang sebelumnya merupakan kawasan konservasi. Tetapi sekarang beberapa telah diubah menjadi taman kebun kentang.

Ada sekitar 163.603 ha untuk wilayah pertanian dan kawasan hutan yang dilindungi masih tersedia 186,9 ha. Lebih khusus lagi, desa Dieng Kulon berada di ketinggian 2093 MPDL. Terletak sekitar 55 km dari kota Banjarnegara.

Artikel menarik lainnya: Taman Wisata Wendit Malang Wahana Air Ratusan Tahun dari Masa Majapahit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *