Thu. Apr 25th, 2024
    Museum Taman Prasasti di Tanah Abang Jakarta. Doc jakarta.go.idMuseum Taman Prasasti di Tanah Abang Jakarta. Doc jakarta.go.id

    Tempat wisata museum di Jakarta bisa menjadi pilihan tujuan jika bingung ingin pergi kemana. Bukan rahasia lagi, Jakarta terdapat banyak bangunan peninggalan sejarah. Setidaknya ada hingga 30 tempat yang memiliki ciri dan sisi menarik yang berbeda.

    Nah, berikut 10 museum diantaranya yang direkomendasikan untuk dikunjungi jika ingin wisata sejarah di Kota Jakarta. Bagus sekali loh buat dikenalkan ke anak-anak.

    Tempat Wisata Museum Fatahillah

    Awalnya Museum Fatahillah adalah gedung balai Kota di era kepemerintahan Belanda dan dikenal juga dengan nama Gedung Batavia. Bangunannya memiliki luas 1300 meter persegi. Museum  Fatahillah menjadi tujuan wisata yang cukup terkenal dan sering dikunjungi wisatawan. Lokasinya berada di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Gedungnya dibangun pada tahun 1707-1710. Setelah era kemerdekaan, Pemerintah Indonesia meresmikan menjadi Museum Fatahillah pada 30 Maret 1974.

    Museum Sumpah Pemuda Bukti Sejarah Gerakan Kaum Muda

    Museum Sumpah Pemuda menjadi adalah tujuan Wisata menarik di Jakarta. Awalnya, namanya adalah Gedung Kramat 106 karena lokasinya di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Bangunan ini mempunyai koleksi foto dan benda-benda dengan nilai sejarah yang berhubungan Sumpah Pemuda tahun1928. Adapula sejarah tentang kegiatan pergerakan nasional kepemudaan Indonesia. Museum Sumpah Pemuda berdiri dengan SK Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1972 dan telah disahkan menjadi cagar budaya nasional. Waktu, Gubernur DKI-nya adalah Ali Sadikin.

    Museum Gajah Atau Dikenal Museum Nasional Indonesia

    Museum Gajah atau dikenal nama Museum Nasional Indonesia yang letaknya di seberang Monumen Nasional (Monas). Ada 141.899 koleksi benda di dalamnya yang berisi 7 jenis koleksi benda prasejarah, arkeologi, keramik, numistik, sejarah, etnografi, dan geografi. Gedung ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang diresmikan pada tahun 1868. Namanya dikenal dengan sebutan Museum Gajah setelah diisi patung gajah pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871.

    Tempat Wisata Museum Wayang Jakarta

    Tidak hanya ada satu Museum Wayang di Indonesia, bukan hanya di Jakarta, karena terdapat juga Museum Wayang di Yogyakarta. Musuem Wayang Jakarta terletak di jalan Pintu Besar Utara No.27. Dulunya, bangunan ini adalah gereja untuk penjajah Belanda yang didirikan tahun 1640. Dinamakan Museum Wayang sejak tahun 1975 oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Adapun koleksi di museum ini antara lain: wayang kulit, wayang golek, wayang klitik,wayang mainan, dan topeng Bali-Malang-Cirebon-Jogja-Surakarta/Solo.

    Museum Taman Prasasti di Tanah Abang Jakarta

    Gedung Museum Taman Prasasti berada di Jalan Tanah Abang No.1 dengan koleksi berbagai prasasti dari zaman Belanda. Ada pula makam beberapa petinggi penjajah Belanda dan Inggris. Di gedung ini juga dimakamkan seorang tokoh Indonesia bernama adalah Soe Hok Gie. Awalnya, museum Taman Prasasti adalah pemakaman Kebon jahe Kober dengan luas 5,5 hektar, tetapi sisanya tinggal 1,3 hektar saat ini. Komplek pemakaman bisa didatangi oleh masyarakat umum sejak berdirinya pada tahun 1977.

    Museum Seni Rupa dan Keramik

    Bangunan museum Seni Rupa dan Keramik berdiri sejak tahun 1870 yang fungsinya sebagai Kantor Dewan Kehakiman. Museum ini juga pernah dipakai menjadi asrama militer TNI ketika KNIL melawan penjajah Jepang. Gedung ini menyimpan banyak koleksi seni rupa dari seniman Indonesia sejak jaman Kerajaan Majapahit sampai saat ini. Ada pula koleksi seni dari berbagai negara. Museum Seni Rupa dan Keramik berdiri tahun 1976 dan diresmikan oleh Ali Sadikin tahun 1977. Selainjutnya, diberi nama Museum Seni Rupa dan Keramik pada tahun 1990.

    Museum Bahari Di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta

    Gedung museum Bahari berada di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa yang awalnya digunakan untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi. Dulu, rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC begitu laris di pasaran. Museum ini menyimpan beragam benda kebaharian Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Adapula perahu tradisional dari berbagai suku hingga kapal jaman VOC. Wisatawan dapat melihat  model dan miniatur kapal modern dan peralatan kegiatan pelayaran. Selain itu, bisa juga melihat alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam. Lokasi Museum bahari di Jalan Pasar Ikan No.1, Sunda Kelapa, Jakarta Barat.

    Museum Tekstil Jakarta

    Gedung Museum Tekstil Jakarta menyimpan setidaknya 1800 koleksi kain tradisional Indonesia. Bangunan ini berfungsi Sebagai lembaga edukatif kultural yang bertujuan untuk melestarikan budaya tekstil tradisional Indonesia. Lokasinya berada di Jalan K.S. Tubun Petamburan No. 4 Tanah Abang, Jakarta Pusat. Awalnya, museum ini merupakan rumah pribadi seorang warga negara Perancis . Ketika masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, bangunan ini pernah digunakan sebagai markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) pada tahun 1947. Kemudian, dibeli oleh dinas sosial pada tahun 1952. Lalu, tahun 1976 menjadi sebagai Museum Tekstil Jakarta.

    Museum Bank Indonesia

    Gedung Museum Bank Indonesia berada di Jalan Pintu Besar Utara No.3 tepatnya di depan Stasiun Kota. Bangunannya didirikan pada tahun 1828. Museum ini terdapat berbagai informasi peran Bank Indonesia dari sebelum adanya penjajah Eropa di Nusantara sampai dibentuk Bank Indonesia pada tahun 1953. Gedung bekas Bank Indonesia resmi menjadi Museum Bank Indonesia pada tahun 2006.

    Museum Bank Mandiri

    Gedung Museum Bank Mandiri Jakarta didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 dengan luas sekitar satu hektar. Tadinya, bangunan tersebut adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij atau Factorji Batavia. Sebuah perusahaan dagang milik Belanda dan berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Museum Bank Mandiri memiliki koleksi beragam koleksi terkait kegiatan perbankan “tempo doeloe” dan perkembangannya. Adapun keleksinya mulai dari perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brangkas, dan lain-lain.

    Artikel menarik lainnya: Monumen Covid 19 Bandung, Ini Alasan Ridwan Kamil Mendirikannya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *