Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Uncategorized

Cara Meningkatkan Potensi Akademik Anak

Orang tua memasukkan si kecil ke sekolah dan ingin meningkatkan potensi akademik anak-anaknya seiring pertambahan usia. Namun, untuk memperoleh hal tersebut, para pakar pendidikan menekankan keterlibatan orang tua sangat penting dan anak-anak tidak bisa diserahkan begitu saja kepada guru di sekolah. Orang tua sebagai pemain kunci dalam mengembangkan karakter anak, motivasi, dan kepercayaan diri dalam hal meningkatkan potensi akademi anak-anak.

Pendidikan adalah upaya tim, maksudnya guru, orang tua, masyarakat, dan siswa itu sendiri menjadi anggotanya. Semua pihak terlibat dalam mengembangkan pendididikan anak-anak. Selain peran semua pihak, ada beberapa cara yang dapat meningkatkan potensi pembelajaran anak Anda.

Baca, baca, baca, Kunci Utama dalam Meningkatkan Potensi Akademik Anak

Anak-anak yang sukses secara akademik di sekolah biasanya memiliki kebiasaan membaca di rumah. Orang tua membimbing anak-anaknya untuk terus membaca berbagai buku. Membaca adalah kunci keberhasilan seorang anak di sekolah dan pihak yang mulai mengajarkannya adalah orang tua. Jangan hanya membacakan untuk anak-anak Anda, gunakan waktu itu sebagai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan diskusikan. Luangkan waktu untuk membaca biografi, belajar sejarah, menceritakan kisah keberanian, kesetiaan, dan karakter. Anak akan belajar banyak dari membaca dari banyak buku yang berbeda.

Gunakan Pengalaman Sehari-Hari Sebagai Waktu Belajar

Cara meningkatkan potensi akademik anak dapat dilakukan secara rutin dalam kegiatan sehari-hari. Anak menjadi belajar dengan praktis. Ajak anak-anak terus belajar dan pancing mereka untuk mengajukan pertanyaan. Mengapa bisa begitu? Mengapa bisa begitu? Jangan langsung memberi anak Anda jawaban; bantulah dalam menemukan jawabannya juga.

Kalau Anda tidak tahu bagaimana cara mengajari anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Jangan ragu untuk bertanya kepada guru anak Anda untuk dijadikan panduan. Guru biasanya memiliki acuan pembelajaran dan trik membantu siswa mereka aktif belajar di kelas. Jika orang tua mengetahui metode dari yang dilakukan guru, tampaknya bisa diterapkan juga di rumah. Anak bisa belajar kapan saja dan dimana saja, ketika berlibur, selama perjalanan di mobil, menemani orang tuanya ke dokter, dan kegiatan lainnya.

Kalau bisa menggunakan lebih banyak waktu, anak secara tidak sadar membuat kegiatan belajar menjadi bagian kehidupan sehari-harinya di luar sekolah. Ketahuilah apa yang anak Anda pelajari di sekolah. Lihatlah buku tugas mereka, tanyakan apa yang mereka diskusikan di sekolah, baca buku pelajaran mereka dan berbicaralah dengan guru mereka. Dengan cara ini, Anda dapat mengamati anak Anda dalam pengaturan akademis dan sosial mereka dan bahkan membantu guru.

Jangan Memberi Target Akademik Terlampau Tinggi Kepada Anak

Ingin meningkatkan potensi akademik anak bukan berarti ingin membuat mereka menjadi super pintar. Dorong anak Anda untuk melakukan yang terbaik, tetapi bukan memaksanya untuk mencapai target tertentu. Misalnya, harus pintar agar menjadi dokter. Pola pikir tersebut malah menekan anak-anak. Ada baiknya menghargai keunikan setiap anak-anak.

Potensi akademik bukan berarti dia pintar dari segi studi matematika, biologi, fisika dan pembelajaran dengan rumaus dan angka-angka semata. Anda sebagai orang tua bisa stress ketika impian tidak tercapai. Biarlah anak-anak mendapatkan cita-citanya senciri. Potensi akademik bisa lahir secara alami pada anak Anda. Tuhan merancang kita sebagai individu yang unik, dan minat anak bisa berbeda dengan anak lain. Bahkan antara saudara kandung pun memiliki kepintaran yang berbeda.

Biarkan Anak Anda Berhasil dan Gagal dengan Sendirinya

Tidak jarang orang tua ingin mendikte pembelajaran dari sekolah anak-anak mereka. Begitu khawatir proses pembelajaran tertinggal dari skeolah lainnya. Oran tua memiliki ekspektasi terlalu tinggi pada anak-anak mereka. Padahal, orang tua sudah pernah mengalami betapa membosankannya sekolah dan pembelajaran yang terlampau tinggi justru membuat anak stres di skeolah.

Padahal, biarkan anak belajar sesuai kurikulum pihak sekolah. Anak akan belajar banyak pengetahuan dari sekolah. Biarkan mereka menerima pembelajaran yang dari sekolah. Anak pasti bisa mengikuti prosesnya dan jangan takut gagal. Keberhasilan dan kegagalan anak adalah proses pembelajaran bagi hidup mereka. Tidak lupa, setelah anak belajar banyak hal, maka beri semangat dan pujilah mereka.

Orang tua adalah kunci utama pemberi semangat bagi anak-anaknya. Seorang anak bisa berhasil di sekolah, karena meyakini dukungan yang telah diberikan orang tua. Jadi, cari tahu apa yang anak Anda kuasai baik itu pembelajaran matematika, biologi, fisika, bahkan ilmu sosial yang ternyata menjadi minat pembelajaran dari anak Anda. Lihatlah potensi alami mereka dan tidak perlu khawatir terhadap proses pendidikan yang mereka jalani.

Baca juga : Ternyata-Oh Ternyata Grup WhatsApp Berisi Hoax

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close