Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Sosok InspiratifTRENDING TOPIK

Kisah Inspirasi Guru Honorer Bulan Ramadhan: Tidak Mengeluh Meski Bergaji Sangat Rendah

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Di sela-sela pengiriman buku ke pelosok Sukabumi, kami sering bertemu dengan para pengajar yang kisahnya bisa menjadi kisah inspirasi guru honorer. Para guru yang rela mengajar anak-anak sekolah di pelosok Sukabumi, meski digaji rendah dan penuh perjuangan mencerdaskan generasi bangsa.

Dari pertemuan dengan para guru honorer, relawan Sabumi mulai menyadari kalau tidak hanya siswa sekolah atau anak-anak usia sekolah saja yang butuh diperhatikan. Namun, para guru honorer harus juga dibantu. Karena mereka adalah garda terdepan orang-orang yang mengajar anak-anak menjadi memiliki pengetahuan.

Kami ingin berbagi kisah inspirasi dari guru honorer dari sekian banyak pengajar bergaji rendah dan bersusah payah dalam mendidik anak-anak didiknya di pelosok Sukabumi.

Baca juga:

Kisah Inspirasi Guru Honorer : Ibu Wulan Memberantas Buta Aksara di Kampung Citalahab Bedeng

Ibu Wulan Guru honorer di Citalahab Bedeng Sukabumi
Ibu Wulan Guru honorer di Citalahab Bedeng Sukabumi

Namanya Ibu wulan adalah sosok guru honorer sang pengabdi yang teguh mencerdaskan generasi bangsa. Dia sudah hampir 4 tahun mengajar PAUD serta madrasah Al-Ikhlas di Kampung Citalahab Bedeng, Desa Malasari, Kec. Nanggung, Kabupaten bogor. Sebagai Guru Honorer dibayar Rp250.000 per bulan dari dana kas desa. Selain mengajar anak-anak, Ibu Wulan bisa dikatakan pejuang buta aksara di tengah masyarakat.

Ibu Wulan berperan dalam membantu buta aksara dengan mengajar ibu-ibu pemetik teh di Kampung Citalahan Bedeng. Kami bertemu dengannya pada tahun 2016 dan mendapat cerita sebagian masyarakat masih gelap akan aksara. Tidak mengenal huruf dan tak mampu meramu kata untuk dibaca.

Kehidupan ibu-ibu yang sebagian besar kuli kasar perkebunan teh membuat mereka alfa dari dunia baca tulis. Dari dirinya, satu per satu hinga sebagian besar ibu-ibu bisa membaca saat ini. Ruang mengajarnya memanfaatkan sekolah anak-anak. Dia senang mangajar anak-anak sekaligus orang tua mereka, namun tetap gusar gedung madrasah tempatnya mengajar mulai lapuk di makan zaman.

Kisah Inspirasi Guru Honorer Bernama Pak Dadang : Mengajar dari Pagi Buta dan Menantang Tingginya Air Sungai

Pak Dadang, Guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di SDN Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Pak Dadang, Guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di SDN Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Namanya Pak Dadang dan Umurnya 38 tahun. Pak Dadang adalah Guru Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di SDN Cirengrang, Kedusunan Cimanggu, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Kalau bingung dimana  Kampung Cirengrang itu, ya bayangkan saja di daerah Pelosok Sukabumi.

Bapak Dadang sudah mengajar selama 9 tahun di SDN Cirengrang. Meski mengaku senang menjadi guru honorer, toh  profesinya bukan pekerjaan mudah. Dia harus pergi mengajar dengan berjalan kaki dari Pukul 04.00 wib menuju sekolah. Hari masih gelap dan pak guru sudah bangun dari lelap. Baginya pendidikan anak-anak itu sangat penting, meski menyadari mendidik anak-anak itu tak mudah.

Selain harus bangun pagi, tak jarang dirinya harus dihadang hujan. Kalau sudah begitu, dia memilih tidak pergi ke sekolah, jalan menjadi licin dan air sungai semakin tinggi permukaannya. Kalau nekad ya berisiko bagi nyawanya. Kalau tak datang mengajar, ya berarti anak-anak tidak belajar hari itu.

Dari profesinya sebagai Guru Tenaga Kerja Sukarela, dia mendapatkan honor Rp300.000 per bulan. Tanpa tunjangan lainnya. Jumlah uang itulah yang dibawa pulang setiap bulan untuk makan istri dan tiga orang anaknya.

Mari Berbagi Rasa Bersama Guru Honorer Pelosok Sukabumi di Bulan Ramadhan

Guru honorer di pelosok Sukabumi adalah sosok-sosok inpirasi bagi Sabumi Volunteer dan tentu saja para siswanya. Dari mereka, anak-anak dapat memiliki pengatuan sekaligus memiliki budi pekerti yang baik sebagai bekal hidup mereka kelak.

Ada benarnya memang peribahasa “Guru adalah pahlawan tanpa jasa.” Sosok mereka sering tak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering membicarakan persoalan pendidikan, namun lupa nasib para pengajarnya.

Untuk itu, Sabumi Volunteer mengajak Anda Bapak dan Ibu/ Teman-Teman Kaum Muda/ dan Anda semua untuk terlibat bersama kami dalam program kegiatan:

Berbagi Rasa Bersama Guru Honorer. Memberikan bingkisan sebagai tanda cinta kepada mereka yang rela mendidik anak-anak di pelosok Sukabumi dengan segala keterbatasannya.

Bagi Anda yang mau terlibat dan menyumbang dalam bentuk uang. Mari berdonasi melalui Sabumi Volunteer.

Donasi Program  Bulan Ramadhan

“Berbagi Rasa Bersama Guru Honorer Pelosok Sukabumi”

Rekening BCA  : 352 0524796

Atas Nama        : Peggy Widya Putri

Konfirmasi donasi via transfer : 081381855626 (Ipong)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close