Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
TRENDING TOPIKWisata Sukabumi

Cerita Pengunjung Cantik Rela Terjebak Macet Demi ke Suspension Bridge Situ Gunung

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Liburan panjang idul fitri tahun ini sangat banyak wisatawan rela terjebak macet demi ke suspension bridge Situ Gunung. Jembatan terpanjang se-Asia tersebut menjadi primadona destinasi wisata kabupaten sukabumi. Para wisatawan datang berbondong-bondong dengan keluarganya, meski memakan waktu yang cukup lama di perjalanan.

Wisatawan bukan hanya berasal dari daerah Sukabumi, ada yang berasal dari luar kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang bahkan dari daerah di provinsi Jawa Tengah pun menyempatkan mampir mengunjungi wisata alam Sukabumi yang fenomenal ini.

Kalau dipikir-pikir, wisatawan penuh perjuangan untuk menuju sukabumi. Tidak hanya materi, kesabaran pun diuji dengan padatnya jumlah kendaraan yang keluar masuk Sukabumi.

Tak Mengapa Bermacet-Macet demi ke Suspension Bridge Situ Gunung

Daniel Sastrawan Sukabumi Bercengkrama dengan Pengunjung Jembatan Terpanjang Sukabumi
Daniel Sastrawan Sukabumi Bercengkrama dengan Pengunjung Jembatan Terpanjang Sukabumi

Pengalaman bermacet-macet selama perjalanan dialami oleh keluarga Pak Herman yang menghabiskan 12 jam menempuh waktu menuju tempat wisata Suspension Bridge Sukabumi. “Hampir setengah hari kami di jalan menuju Sukabumi. Macet dimulai dari keluar gerbang tol Cigombong hingga masuk daerah cibadak. Wah luar biasa pokoknya menuju Sukabumi”, tutur pak Herman wisatawan asal BSD Tangerang.

Perasaan lelah dan letih di perjalanan terbayar saat keluarga Pak Herman tiba di lokasi wisata Suspension Bridge Situ Gunung, suspension bridge.

Santai Di Jaring Menikmati Pemandangan Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sukabumi
Santai Di Jaring Menikmati Pemandangan Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sukabumi

“Situ gunung sekarang luar biasa yah, banyak progress dan para pemuda-pemudanya penuh kreativitas. Kalau dulu ibu terakhir datang ke sukabumi belum ada apa apa, hanya panorama alam pegunungan aja di Situ Gunung, Tetapi sekarang banyak banget perubahan. Perubahan yang bagus dan baik. Pokoknya ibu enggak bakal kapok datang liburan sukabumi,” cerita ibu Nuraisyah istri pak herman dengan antusias saat ditanya tentang Situ Gunung sekarang.

Wisatawan yang berkunjung dari segala usia. Dari anak-anak hingga lanjut usia pun tumpah ruah di Suspension Bridge Situ Gunung. Salah satunya wisatawan bernama Putri, gadis remaja cantik yang terlihat begitu antusias saat berkunjung ke situ gunung setelah terjebak macet juga.

“Yeay akhirnya kesampaian juga ke Suspension Bridge, kemarin kemarin cuman bisa lihat di instagram sekarang udah ada disini, next holiday insyaallah maen lagi ke Sukabumi, pokok nya seru !”, serunya ketika diajak berkenalan dan mengobrol.

Baca juga:

Libur Lebih Santai di Situ Gunung Sukabumi Setelah Musim Lebaran Berakhir

Senyuman Juru Parkir Saat Lebaran yang Sebelumnya Datang Entah Dari Mana

Saran dan Kritik dari Pengunjung: Sediakan Area Merokok Dong!

Suasana Jembatan Suspension Bridge Situ Gunung Sukabumi Setelah Libur Lebaran
Suasana Jembatan Suspension Bridge Situ Gunung Sukabumi Setelah Libur Lebaran

Disamping euforia liburan, para pengunjung pun tidak lupa memberi saran dan kritik untuk kemajuan Situ Gunung Suspension Bridge.

Seperti yang diungkapkan ibu Nuraisyah, “Kalau bisa cemilan dan minuman yang di sajikan di gate masuk jembatan ada pilihan. Tidak hanya teh manis atau kopi saja, tetapi ada mineral water atau air putih. Kalau bisa disediakan tempat khusus merokok. Jadi tidak merokok dimana saja terlebih kalau membuang puntung rokoknya sembarangan dalam keadaan masih menyala, bisa menyebabkan kebakaran hutan juga kan,” ungkap beliau.

Suspension Bridge Sukabumi tampaknya berhasil menyedot perhatian para wisawatan dari luar Sukabumi. Ada begitu banyak wisata alam yang bisa dikunjungi selain Situ Gunung. Seperti Gunung Sunda, Pondok Halimun, Selabintana, Bukit Baros, Puncak Heas, Pelabuhan Ratu, Geopark Ciletuh, Ujung Genteng, dan lain-lainya.

Mari Piknik Jangan Panik

Penulis: Daniel Pujangga

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close