Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Tips Kehidupan

Ibadah puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah dan  Ibadah Lainnya Merayakan Idul Adha

Ibadah puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dan ibadah lainnya sebaiknya dijalankan sebelum merayakan Idul Adha sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, karena waktunya menjalankan ibadah haji ke tanah suci mekah sebagai salah satu dari rukun Islam.

Bagi Ummat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, disarankan mengikuti amalan sunnah lainnya. Seperti memotong hewan kurban, sedekah, shalat dan berpuasa.

Berikut ini Amalan yang bisa dijalankan sebelum Hari Raya Idul Adha:

Puasa Sunnah Tarwiyah di Bulan Dzulhijjah

Ibadah Puasa Tarwiyah adalah ibadah yang disunnahkan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Seperti yang terdapat dalam hadits yang menjelaskan bahwa sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari istimewa.

Yang Artinya: “Tidak ada perbuatan yang disenangi oleh Allah SWT, daripada aktivitas yang dilaksanakan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Lalu, sahabat bertanya ; Ya Rasulullah! Meskipun melakukan jihad kepada Allah ? Sabda Rasulullah: Meskipun jihad dengan jalan Allah selain seorang yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya. Lalu tidak kembali selamanya menjadi syahid.”

Adapun keuntungan menjalan Puasa Tarwiyah dijelaskan dalam hadits lainnya:

Yang Artinya, dari Nabi saw: “Puasa hari Tarwiyah akan menghapuskan dosa selama setahun dan puasa hari Arafah akan menghilangkan dosa selama dua tahun”.

Puasa Sunnah Arafah di Bulan Dzulhijjah

Ibadah Puasa Arafah adalah ibadah yang dilakukan pada 9 Dzulhijjah, yaitu ketika Jemaah melakukanibadah haji wukuf di Padang Arafah.

Adapun utamanya Puasa Arafah seperti diterangkan dalam hadits berikut:

Yang Artinya: “Puasa di hari arafah bisa menghilangkan dosa selama dua tahun yang berlalu dan akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) dapat menghilangkan dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Banyak Mengucapkan Takbir, Tahlil dan Tahmid Menyambut Hari Raya Idul Adha

Umat Islam disunnahkan mengucapkan takbir di Hari raya Idul Adha. Pelaksanaannya secara bersama dari matahari terbenam pada malam hari raya hingga tiga hari setelah Sholat Id. Tepatnya 10 Dzulhijjah sampai waktu sore hari 13 Dzulhijjah.

Berikut bacaan takbir, tahlil dan tahmid:

Allaahu akbar 3x. Laa ilaaha illallaahu walllahu akbar. Allaahu akbar wa lillahil hamdu.

Setelah baca takbir 3 – 7 kali, kemudian melanjutkan bacaan berikut:

Allaahu akbar kabiiro wal hamdu lillaahi katsiro. Wa subhaanallaahi bukrotaw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun. Wa law karihal musyrikuun. Wa law karihal munaafiquun. Laa ilaaha illallaahu wahdah. Shodaqo wa’dah wa nashoro ‘abdah wa a’azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.

Ibadah Sunnah Melaksanakan Salat Adha dan Mendengar Khutbah

Adapun sunnah yang dapat dilakukan Ummat Islam sebelum salat Idul Adha, antara lain:

  • Mandi dan berhias menggunakan pakaian yang rapih dan sebaik-baiknya.
  • Tidak makan dahulu kecuali setelah melaksanakan salat ‘id.
  • Pergi ke tempat salat ‘id melalui jalan yang lain dengan pulang setelah salat.
  • Membaca takbir dari malam hari raya hingga hingga sore hari Tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah).
  • Melaksanakan salat ‘id yang hukumnya sunnah muakkad dengan jumlah 2 rakaat dengan berjama’ah. Salat Idul Adha dapat dilakukan di masjid, gedung, dan lapangan terbuka dengan tujuan syi’ar agama Islam.

Semoga kita dapat melaksanakan ibadah sunnah sembari merayakan Hari Raya Idul Adha dengan lebih dekat kepada Allah. Berdoa bersama dan menyambut Idul Kurban di masa pandemi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Artikel menarik lainnya: Hukum Orang yang Berkurban Memakan Daging Kurban yang Perlu Diketahui

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close