Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Tips Kehidupan

Cara Shalat Idul Adha di Rumah Saja, Ingat PPKM Darurat Bukan Melarang Kamu Beribadah

Cara shalat Idul Adha di rumah saja menjadi pilihan utama yang harus dilakukan pada masa PPKM Darurat. Karena beribadah di masjid dan lapangan sangat berpotensi menimbulkan kerumunan.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah surat edaran Taushiyah bernomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021. Isinya mengenai tata cara pelaksanaan ibadah, Shalat Idul Adha dan penyelenggaraan qurban pada masa PPKM Darurat.

Diingatkan pula oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh MA bahwa masa PPKM Darurat sama sekali bukan menghalangi ibadah shalat Idul Adha. Begitu pula kegiatan menyembelih hewan kurban.

Sesuai dengan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 mengenai Shalat Idul Adha Dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Kegiatan ibadah umat Islam diupayakan menghasilkan maslahat (jalb al-mashlahah) dan menghindari mafsadat (daf’u al-mafsadah). Oleh karena itu, MUI meminta masyarakat shalat dilaksanakan di rumah saja.

Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah dan Alasan yang Mendasarinya

Kondisi PPKM Darurat dengan tingkat penularan sangat tinggi membuat shalat Idul Adha di rumah menjadi pilihan terbaik. Sementara beribadah masjid atau lapangan tidak diizinkan karena alasan menimbulkan kerumunan.

Pelaksanaan Ibadah pada Hari Raya Idul Adha tetap meninjau keselamatan diri dan juga orang lain. Sunnah hai’at dan juga tata cara beribadah dalam shalat tidak berubah. Apabila tidak melaksanakan, maka tidak disunahkan melakukan sujud sahwi.

Begitu pula, aturan sunnah sebelum pelaksanaan shalat Id tidak ada yang perlu diubah. Seperti sunnah mandi terlebih dahulu, berpakaian putih, memakai wewangian, dan tidak dianjurkan untuk makan terlebih dahulu, tidak sama seperti melakukan shalat Idul Fitri.

Tata cara shalat Ied Ketika PPKM Darurat

Adapun cara salat Idul Adha sama halnya dengan yang tertuang dalam fatwa MUI. Ibadah dijalankan setelah terbit matahari yang diutamakan ketika waktu Dhuha sampai sebelum masuk waktu Zuhur.

Berikut ini tata cara shalat Idul Adha pada masa PPKM Darurat:

  • Shalat dilakukan diawali dengan menyeru “ash-shalaata jaami‘ah”, tidak dengan azan dan iqamah.
  • Melakukan niat shalat Idul Adha, yang berbunyi:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

  • Baca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sembari mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah.
  • Baca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram). Lalu, di antara takbir disarankan membaca “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”
  • Menasbihkan surah al-Fatihah, lalu membaca surah pendek.
  • Melakukan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sampai berdiri lagi seperti shalat biasa.
  • Saat rakaat kedua, sunnahnya melakukan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam). Dilakukan sebelum membaca Al-fatihah. Bacaan sunnah di antara melakukan takbir adalah “Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.”
  • Baca Surah al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah pendek Al quran.
  • Melakukan Ruku, sujud, dan sampai mengucapkan salam.
  • Lalu, melakukan sunnah khutbah.

Jika shalat dilakukan sendiri tidak usah berkhutbah. Ditambahkan oleh Kiai Asrorun bahwa bagi orang yang tidak terbiasa berkhutbah dan menjadi imam, maka mempersiapkan diri dulu. Karena melakukan khutbah mempunyai rukun-rukun yang harus dipenuhi atau membaca buku naskah khutbah.

Demikian tata cara shalat Idul Adha di rumah. Semoga diterima oleh Allah Swt dan keselamatan tetap diutamakan, agar tidak tertular Covid-19.

Artikel menarik lainnya: Cara Membuat Sate Maranggi yang Bumbunya Meresap Hingga Ke Daging

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close