Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Tips dan Trik

Dear Tetangga Pemilik Mobil Tanpa Garasi, Jangan Bikin Kesal Dong!

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Hidup bermasyarakat terkadang memang menjengkelkan, apalagi ketika ada tetangga pemilik mobil tanpa garasi memarkirkan di depan pintu pagar rumah kita. Bayangkan saja, ketika pagi sedang repot-repotnya mau antar anak sekolah, olala… Ada sebuah mobil nangkring menutupi pintu pagar atau garasi rumah kita.

Intip kiri-intip kanan entah siapa pemiliki mobil tersebut. Klakson beberapa kali tidak juga keluar pemilik mobil. Eh enggak tahunya tetangga sebelah kedatangan saudara dan mobilnya nitip sampai puas di depan pagar rumah kita. Ya kok bawa mobil, tapi ndak punya tempat parkir jangan diinapindi depan rumah orang.

Masalahnya, tidak kejadian sekali saja. Katanya sih punya mobil lebih dari satu, tetapi kan enggak punya tempat menyimpannya sama saja bohong. BIkin susah tetangga, apalagi waktu jam sibuk, ketika mau pergi kerja atau mengantar anak ke sekolah. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika melihat yang bisa dilakukan kepada pemilik mobil tanpa garasi, biar enggak bikin kesal lagi.

Baca juga : Inilah Tips Jitu Menghadapi Razia Polisi di Jalan Raya

Beri Peringatan Kepada Tetangga Pemilik Mobil Tanpa Garasi

Tuliskan saja kalau mobil tidak boleh parkir di depan rumah atau garasi. Biar tetangga pemilik mobil tanpa garasi sadar diri, depan rumah orang lain bukan lahan parkir. Tak jarang tanpa permisi pula markirin mobilnya. Ya iyalah, kalau dia permisi mana kita kasih kendaraannya nangkring begitu saja.

Bikin tulisan di papan atau kertas peringatan, “Depan Rumah Kami Bukan Tempat Parkir.” Tetapi ada saja sih yang enggak mau ngerti. Selagi tidak ada orang dan sepi, ya mobil diparkir saja di mana pun dia suka.

Tegur Si Pemilik Mobil Tanpa Garasi, Jika Anda Tahu Orangnya

Kalau peringatan tidak ampuh membut sang pemilik mobil tanpa garasi menyimpan kendaraannya di depan rumah Anda. Tegus saja. Hitung-hitung silaturahmi. Bicaralah dari hati ke hati, kalau tidak bisa dari mata ke mata, agar sang pemilik mobil tahu kita jengkel dengan kelakuannya markirin mobil seenak udelnya saja.

Tiap kali kelihatan mau memarkirkan mobil langsung tergur dan beritahu kalau Anda tidak senang pintu pagar rumah atau garasi tertutupi oleh orang lain. Bilang saja, “Saya jadi susah kalau mau antar anak ke sekolah.” Sekalian suruh bikin garasi tambahan. Kalau halamannya kecil, suruh aja parkir di tempat lain.

Suruh Jual Mobilnya

Kita sering tidak mengerti bagaimana orang yang tidak memiliki garasi atau halaman sempit bisa memiliki mobil. Ada juga yang punya garasi cukup 1 mobil, eh dianya malah punya tiga mobil. Inikan namanya kaya harta, tetapi tak kaya garasi. Suruh jual saja.

Obrolin baik-baik, kalau punya mobil itu tidak ada gunanya selagi masi parkir di tepi jalan atau depan rumah orang. Sungguh punya mobil banyak tidak baik juga bagi pengeluaran minyak, service mobil, dan bayar pajak kendaraan.

Kalau dipikir-pikir orang punya mobil sampai banyak begitu buat apa ya. Apa iya setiap anggota keluarga harus punya mobil satu. Ada juga punya mobil mahal, eh malah sering nongkrong di depan rumah. Dipakai enggak, kan mubazir hartanya. Mending dijual saja.

Baca juga : Belajar dari Kasus Kematian Satu Keluarga, Mari Mencegah Bunuh Diri

Laporkan ke Pihak Terkait, Misalnya Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Lurah/Desa

Kalau segala cara sudah mentok, tetapi pemilik mobil tanpa garasi tidak memindahkan kendaraanya. Bisa jadi memang mencari masalah dengan Anda. Jangan sampai diajak berkelahir. Itu percuma. Laporkan saja kepada pihak terkait, seperti Ketua RT, ketua RW, dan Kepala Desa/ Lurah. Biar itu semua aparat lingkungan tempat tinggal tahu kalau mobil tetangga memanggu aktivitas Anda.

Jangan Mau Halaman rumah menjadi tempat parkir orang lain. Lagian punya mobil ya beli sekalian garasinya, biar enggak diparkirin sembarangan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close