Membiarkan Anak-Anak Mengendarai motor Sama Dengan Membunuhnya Di Jalan

anak-anak mengendarai motor

Sesungguhnya membiarkan anak-anak mengendarai motor sama dengan membunuhnya dijalan raya. Bayangkan saja anak kecil usia SD berboncengan sama temannya dan menangis dengan merengek-rengek agar tidak ditilang polisi. Video tersebut diunggah di detik.com.

Tulisan ini mengajak orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mengendarai sepeda motor. Apapun alasannya, kendaraan roda dua tersebut terlalu berisiko. Iya memang di banyak tempat di pedesaan tidak terdapat angkutan umum. Tetapi wahai orang tua lihatlah risiko yang bisa menimbulkan kematian bagi anak-anak Anda.

Ketika usianya sudah memenuhi persyaratan, barulah orang tua pantas mengijinkan mereka berkendara kemana saja. Orang tua harus mengikuti aturan orang yang diijinkan memiliki Surat Ijin mengemudi adalah mereka yang terlah berusia 17 tahun. Karena dinilai sudah tidak labil emosinya ketika mengendarai sepeda motor.

Alasan tersbeut didukung oleh bukti bahwa lebih dari 175 ribu motor mengalami kecelakaan. Sayangnya begitu banyak pelajar rentang usia 10-19 tahun menjadi korban kecelakaan tercatat 14.214 orang pada tahun 2016.

Selain itu, ada beberapa alasan kenapa Anda sebagai orang tua tidak boleh membiarkan anak-anak mengendarai sepeda motor.

Baca juga : Kandungan Gizi Tempe yang Kabarnya Menjadi Sangat Tipis

Anak-Anak Mengendarai Motor Belum Mampu Menguasai dengan Penuh Kendaraannya

Bagi Anda yang membuat SIM  dengan murni, maksudnya tanpa memberi biaya tambahan pasti memahami memilikinya tidak mudah. Karena ada tes mengendarai sepeda motor. Wahai Ayah dan Bunda, anak-anak mengendarai motor harus menguasai teknik dan mengendalikannya dengan tepat.

Hal tersebut yang menjadi alasan kenapa tes membuat sim tidka muda. Tes sepeda motor tanpa kaki mencecah tanah beberapa kali, mampu melewati track memutar, hingga belokan sempit tentu tidak mudah. Belum lagi harus mengerem dengan tepat sebelum belokan.

Setiap pengendara motor harus berkonsentrasi dan berlatih dengan baik menggunakan sepeda motor. Kegagalan mempelajari teknik yang tepat bisa membunuh pengendaranya. Sayangnya, orang tua jangan-jangan tidak mengerti kalau anak-anak tidak hanya sanggup dengan baik mengendarai sepeda motor, tetapi harus memahami rambu lalu lintas yang di pasang di sepanjang jalan.

Setelah Memiliki SIM pun, Orang Belum Tentu Mengendarai Motor Dengan Baik

Pengendara Harus Memiliki SIM
Pengendara Harus Memiliki SIM

Bagi orang tua yang mengendarai sepeda motor setiap hari mungkin menyadari begitu banyak tingkah ajaib dari pengendara sepeda motor. Meski, pengendara aneh tersebut memiliki SIM. Ada saja pengendara yang melajukan motornya dengan jigjag, lupa mematikan lampu penanda belok, hal yang tidak aneh memberi tanda lampu ke kanan tetapi malah belok kiri.

Orang tua harus memastikan kelayakan dari segi usia dan memperkirakan kemampuan menguasai kendaraan dari anak-anak. Jangan karena kasihan dan terlalu sayang anak, membiarkan mereka mengendarai motor.

Anak-anak mengendarai motor sama dengan ingin membunuhnya. Percayalah, tolaklah anak-anak yang ingin memiliki motor padahal baru berusia di bawah 17 tahun. Biarkan mereka pergi ke sekolah atau ke mana pun diantar oleh orang tua dan menaiki kendaraan umum.

Baca juga : Jasa Raharja Akan Membayar Santunan Bagi Korban Kecelakaan Bus

Anak-Anak Mengendarai Motor Mungkin Merasa Gagah Sekali, Padahal Tidak Sama Sekali

Rasanya tidak aneh, ketika melihat anak usia SD-SMP berkendara sangat kencang. Dia mungkin membayangkan dirinya Valentoni Rossi. Ingat Ayah dan bunda mereka pembalap professional yang melaju kencang di track lintasan balapan.

Beritahu anak-anak, orang yang mengendarai sepeda motor bukan soal gagah-gagahan atau adu kecepatan semata. Mengendarai sepeda motor adalah tentang kontrol dan kemampuan menguasainya secara teknik.

Apabila telah menguasai teknik mengendarai sepeda motor dengan baik, maka pengendaranya tidak seenakanya melajukan kendaraan secepat kilat. Pengendara sepeda motor yang baik adalah mereka yang melajukan kendaraan dengan sabar dan penuh perhitungan. Nah, kalau anak-anak mengendarai motor, yakin enggak sih mereka memiliki kemampuan tersebut.

Selebihnya, apakah Anda yakin anak-anak mengendarai motor akan sampai dengan selamat sampai di rumah. Berpikirlah demi masa depan mereka dan jangan biarkan jalan raya mengahabisi kehidupan anak-anak. Mengendarai sepeda motor memiliki risiko, catat, terluka parah, dan tentu saja kematian. Tidak ada cara terbaik menyelamatkan nyawa anak-anak, kecuali melarangnya melajukan sepeda motor di jalan raya.

2 thoughts on “Membiarkan Anak-Anak Mengendarai motor Sama Dengan Membunuhnya Di Jalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.