SukabumiTalk

Yang Bener aja Masa Toko Modern di Sukabumi Tutup Jam 5 Sore?

Kondisi darurat virus corona berdampak luas, toko modern, warung, dan toko perbelanjaan harus tutup jam 5 sore. Aturan tersebut dituangkan dalam SURAT EDARAN Nomor : 8720/ 271/ Kopdagrin yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Pemerintah Kota Sukabumi.

Keputusan tersebut diambil menindaklanjuti Surat Edaran Walikota tentang Peningkatan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Disease 10 (COVID-19). Pemerintah Kota Sukabumi semakin waspada penyebaran virus yang tidak terkontrol. Beberapa hal yang disampaikan dalam surat edaran tersebut antara lain.

  1. Ketentuan Jam operasional dari tempat perbelanjaan, sepert warung, toko, toko modern, dan pedagang Kaki Lima diterapkan pada pukul 09.00-17.00 WIB.
  2. Pedagang yang memulai jualan Pukul 17.00 WIB harus berakhir kegiatannya pada pukul 22.00 WIB.
  3. Bagi Pedagang Kaki Lima yang beroperasional sebelum Pukul 09.00 WIB, hanya bisa melayani penjualan yang dibawa pulang (dibungkus.
  4. Apotek dikhususkan jam operasionalnya masih sesuai ketentuan yang berlaku.

Aturan Tutup Toko Modern Dapat Mengurangi Tingkat Kerumuman Warga

Aturan Penutupan Tempat Perbelanjaan Kota Sukabumi
Aturan Penutupan Tempat Perbelanjaan Kota Sukabumi

Peraturan yang dibuat terkait virus corona tersebut sebagai upaya menekan jumlah orang yang ke luar rumah. Sekaligus, menekan jumlah warga yang berkumpul di tempat keramaian. Meski imbauan #dirumahaja terus digaungkan Pemerintah Kota Sukabumi, tetapi ada saja warga yang masih santai ke luar rumah. Bahkan, sempat pula polisi melakukan pembubaran pengunjung kafe yang masih nongkrong hingga malam hari.

Masa darurat virus corona, sebagian warga masih tampak melakukan kegiatan di luar rumah, termasuk pergi ke tempat perbelanjaan. Contohnya, Yogya Supermarket di Kota Sukabumi masih ramai dikunjungi pelanggan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Tetapi banyak dari pengunjung tidak memakai masker, sehingga risiko penyebaran virus corona bisa saja terjadi. Tingkat keamanan dengan hanya menyemprot disinfektan tidak cukup, karena penyebaran virus melalui droplet yaitu semburan dari batuk dan bersin. Kalau tidak menggunakan masker, maka bisa tertular virus corona.

Warga sepertinya semakin waspada virus corona, karena sempat terjadi berita simpang siur terkait jumlah positif virus corona yang terdapat di Kota Sukabumi. Setelah klarifikasi dari Walikota, dijelaskan kalau belum ada pengumuman hasil rapid test dan warga diminta tidak panik namun tetap waspada. Saran tetap di rumah saja, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga kesehatan diminta terus dilakukan masyarakat.

Baca juga : HAPUS STIGMA TENAGA KESEHATAN BUKAN PENYEBAR VIRUS CORONA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *