Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
SukabumiTalk

Tanaman Hanjeli Sukabumi: Tidak Berhenti Dikenalkan Sampai Menarik Wisatawan Mancanegara

Tanaman Hanjeli Sukabumi terus dikenalkan Asep Hidayat sebagai produk lokal di Kecamatan Waluran, Sukabumi. Menariknya, tidak hanya sekedar menjual aneka makanan olahan, tetapi juga berhasil mengudang banyak wistawan berkunjung ke kampungnya.

Tahukah kawan Sabumi, Hanjeli (Coix lacyma-Jobi L.) adalah jenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian (Poaceae). Tanaman awalnya dari Asia Timur dan Malaya dan menyebar ke berbagai penjuru dunia. Nama lain yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia adalah Jali atau jail-Jali.

Di Sukabumi, Hanjeli bisa tumbuh dengan sangat subur, salah satunya di Kecamatan Waluran. Ditangan Asep Hidayat, tanaman yang mengandung karbohidrat diolah menjadi aneka olahan makanan. Bukan hanya sebagai pengganti nasi dan bubur, hanjeli bisa menjadi makanan cemilan seperti rengginang, peuyeum,Tepung Hanjeli dan Rencananya hingga Yogurt Hanjeli. Banyak ya jenisnya. Tidak hanya sebagai produk makanan, tetapi juga memiliki keuntungan lainnya.

Bagaimana Bisa Tanaman Hanjeli Bisa Mendatangkan Wisatawan Mancanegara ke Waluran Sukabumi?

Asep Hidayat sudah membuktikan kalau tanaman ini sakti mandra guna. Ia membuat produk olahan ini diminati wisatawan lokal hinga mancanegara. Wisatawan luar negeri yang pernah datang diantaranya dari Jepang, Akita Univesity dan Prof Asahi dari Izu peninsula Geopark, serta wisatawan dari Australia.

Ia sudah menanam Hanjeli di beberapa tempat tersebar di beberapa tempat, hingga sekitar 2-3 hektar. Bahkan bekerja sama dengan pihak TNI. Asep mengenalkan Pangan lokal Hanjeli kepada Komandan Satrad 216 Cibalimbing dan Dispen AU RI sebagai ketahanan pangan lokal yang bisa dikembangkan secara serius. Komandan Satrad 216 Cibalimbing mengajak kerjasama untuk menanam Hanjeli di lahan sekitar 1 hektar.

Asep semangat mengenalkan Hanjeli kepada Seluruh lapisan masyarakat untuk kegiatan kegiatan UMKM. Ia juga giat memasarkan produknya dalam kegiatan kegiatan online melalui media sosial. Tidak hanya itu, ia membangun TIM dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya. Caranya dengan pemberdayaan itu yang menjadi semangat pengembangan Desa Wisata Hanjeli di Kecamatan Waluran.

Adapun kandungan tanaman Hanjeli Sukabumi dibandingkan bera, antara lain:

  • Protein 2 X Lipat daripada beras.
  • Lemak Nabati 3 X lipat daripada beras.
  • kalsium/ Magnesium 3 X lipat daripada beras.
  • Rendah Karbo / Glutten Free dan cocok untuk diet .

Mengajak Wisatawan Terlibat Kegiatan Mengolah Hanjeli Sukabumi

Dikampungnya, Asep Hidayat juga mengenalkan aktifitas Napi dengan menggunakan nampah. Hal yang jarang ditemukan. Meski tidak aneh bagi masyarakat kampung, tetapi bagi orang kota atau pesisir timur ini menjadi sebuah pengalaman terbaru. Ia juga mengajak orang yang datang bernostalgia ada pula yg ingin menikmati prosesnya mengolah hanjeli. Wisata Edukasi salah satu ciri khas yg kami suguhkan di Desa Wisata Hanjeli.
Ia mengaku masih belajar dan belajar bagaimana mengelola kepariwisataan yang berkelanjutan. Meski tidak mudah, namun bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat supaya sadar Wisata, butuh waktu dan proses panjang.
Kuncinya Tetap semangat dan jangan lelah berproses. Mimpinya adalah Hanjeli menjadi makanan ciri khas Sukabumi dan pusat edukasi Hanjeli. Tanaman Hanjeli menjadi kesatuan dari Bio Diversity di kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG).

Artikel menarik lainnya: Lobster Laut yang Menjadi Primadona dan Komoditas Ekspor yang Mahal itu Tidak Layak Dijual Murah

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close