Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
SukabumiTalk

Pemkot Sukabumi Tutup Lapangan Merdeka dan CFD Tidak Dilaksanakan: Kasus Naik Menjadi 252 Kasus Covid-19

Pemkot Sukabumi tutup Lapangan Merdeka/ alun-alun, dan Car Free Day (CFD) tidak dilaksanakan. Selain itu, warga juga tidak boleh melakukan aktivitas di kawasan Santa. Kabarnya kebijakan tersebut diambil karena, jumlah pasien COVID-19 semakin meningkat. Jika dilihat update data COVID-19, jumlah terkonfirmasi COVID-19 mencapai 252 orang dan 20 orang meninggal.

Kasus COVID-19 yang terus meningkat membuat Pemkot Sukabumi memberi peringatan awal. Warga tidak bisa melakukan kegiatan ruang publik. Bukan rahasia lagi, kawasan lapangan merdeka/ alun-alun,  CFD, dan Santa biasanya ramai sekali dikunjungi warga. Walikota Sukabumi pun meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di tempat keramaian.

Sukabumi Tutup Lapangan Merdeka: Walikota Sukabumi Achmad Fahmi Umumkan Kasus COVID-19 Meningkat

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Kota Sukabumi
Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Kota Sukabumi

Achmad Fahmi memberi penjelasan terkait penmbahan kasus baru COVID-19 semakin meningkat di Kota Sukabumi. Ia meminta beberapa lokasi area publik ditutup dari berbagai kegiatan bersama sementara waktu. Tempat yang ditutup lapangan merdeka/ alun-alun kota, peniadaan CFD, dan melarang kerumunan di kawasan Santa.

Menurutnya, tindakan tersebut harus diambil demi mencoba menekan penambahan kasus baru. Fasilitas publik bisa dibuka kembali hingga dinyatakan laju penularan virus corona semakin berkurang. Hingga saat ini, Kota Sukabumi termasuk dalam zona kewaspadaan “orange”. Tidak ada perubahan status zonasi, karena ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Satgas Penanganan COVID-19, bukan oleh pihak lain.

Penentuan kondisi bukan lagi diputuskan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan stakeholder lainnya. Jika melihat kondisi Kota Sukabumi, warga masih beraktivitas seperti biasa. Tempat makan secara perlahan mulai ramai dikunjungi pelanggan. Hal itu membuat dunia usaha mulai bergeliat kembali. Sementara, pertokoan belum seramai sebelum masa Pandemi.

Sayangnya, sebagian warga yang bergiatan di tempat keramaian dan di luar rumah tidak memakai masker. Protokol kesehatan di toko dan rumah makan mulai tidak ketat. Seolah masa darurat kesehatan sudah usai di Sukabumi.

Untuk itu, walikota Sukabumi meminta masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan 3M; mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan. Kalau tidak akan berdampak pasien dengan terkonfirmasi positif COVID-19 akan kian bertambah.

Informasi menarik lainnya: Lobster Laut yang Menjadi Primadona dan Komoditas Ekspor yang Mahal itu Tidak Layak Dijual Murah

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close