SukabumiTalk

Petani Muda Menghadapi Tengkulak di Sukabumi Melawan Harga Murah Demi Ketahanan Pangan yang Mandiri

Petani muda menghadapi tengkulak agar bisa melawan harga murah komoditas pertanian. Saatnya menjadi petani masuk dalam daftar cita-cita anak muda, caranya menunjukkan dari lahan pertanian bisa sejahtera. Tujuannya agar pemuda tertarik menjadikan cangkul dan bertanam menjadi sumber mata perncaharian yang bisa diandalkan pada masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Agar harga jual hasil panen lebih baik, maka harus dibuat sistem penjualan sendiri. Bayangkan jika semua masyarakat mendapatkan harga pangan yang murah dan sewajarnya mungkin tidak terjadi kelaparan. Saat ekonomi sulit, bukan saatnya menjadi julid mending saling membantu berjualan hasil pertanian. Ayo enggak usah pakai modal.

Modalnya cukup silaturahmi. Waktunya desa menjadi kekuatan ekonomi, agar masyarakat enggak pusing mencari kerja hijrah ke kota. Kondisi kota juga tidak bagus-bagus amat ekonominya dan sudah sumpek banyak orang,

Berani Menjadi Petani Muda di Sukabumi untuk Ekonomi Mandiri

Kegiatan Petani Muda di Lahan Pertanian Bawang Sukabumi
Kegiatan Petani Muda di Lahan Pertanian Bawang Sukabumi

Mari berani menjadi petani muda dan pengembang kekuatan ekonomi di desa. Biar kehidupan kota dan desa seimbang. Anak muda bisa berdikari di kampung halamannya. Meski tidak mudah, coba kalau sepemikiran mungkin anak muda enggak akan pusing. Kita bisa mengolah lahan pertanian dan keuntungannya dirasakan bersama. Nilai pentingnya ya asal mau kerjasama. 

Persoalannya petani sering berhadapan mafia-mafia pasar dan tengkulak. Mereka tidak pernah berpihak kepada petani. Padahal, kegiatan menanam, merawat, dan memanen itu tidak mudah seperti yang dikira para mafia pasar. Bayangkan saja, para tengkulak menawar harga terlalu murah ke petani.

Nah, kalau sistem penjualan dibuat sendiri tidak melalui mafia pertanian akan beda ceritanya. Keuntungan tentu jauh lebih besar dan bisa membantu saat ekonomi sulit seperti pada masa pandemi virus corona saat ini. Hasil panen bisa dijual langsung ke pembeli, caranya dengan mengajak teman menjadi agen, pemasaran secara online, dan tawarkan langsung kepada orang yang kita kenal.

Siasat menjual langsung hasil panen ke konsumen itu tentu tidak disukai para tengkulak. Ada saja yang meneror dan dibilang merusak harga pasar. Padahal niat kami hanya ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan harga murah. Jangan takut, kita harus gunakan cara penjualan sendiri.

Jangan mau kaya sendiri dong hei tengkulak. Kami tetap menjual ke tetangga dan melalui teman-teman lain desa. Ada penghasilan tambahan yang lumayan dan bukan tidak mungkin membuat ekonomi petani muda menjadi mandiri.

Bagi kamu yang mau order bawang merah, beli saja langsung ke petaninya, melalui saya harganya Rp40.000/kg. Bisa juga dapat menjual dengan jumlah lebih banyak. Mumpung stoknya masih ada, kami layani dan sambil menjalin silaturahmi dengan kami petani muda Sukabumi.

Hubungi melalui Akun Facebook: Firdaus Agustian Ramadhan

Baca juga: Menanam Adalah Melawan Petani Desa Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *