SukabumiTalk

Petani Milenial Sukabumi Menanam Talas Beneng Demi Ketahanan Pangan di Kampung Cijati Babakan Cicantayan

Petani Milenial Sukabumi dari Kampung Cijati Babakan, Desa Cicantayan turut andil dalam ketahanan pangan. Caranya dengan mengembangkan talas beneng atau talas dollar. Mereka tergabung dalam kelompok tani BTS (Babakan Tani Sejahtera) yang berdiri belum genap satu bulan dan mendapat SK dari kepala desa.

Para pemuda mendapatkan talas beneng dari Pandeglang Banten dan merupakan jenis tumbuhan sedang viral. Mereka sudah ribuan bibit talas ditanam dikebun milik para petani sekitar Kampung Cijati. Bahkan sampai ke luar kampung Kedusunan Cijati. Talas beneng sudah ada yang menanam sejak bulan november 2020.

Menariknya, pekan kemarin (sebelum 5 Februari 2020) sudah ada beberapa petani yang panen daun. Kenapa panennya dalam bentuk daun? Pertanyaan tersebut sering muncul saat para petani milenial Sukabumi melakukan sosialisasi ke petani yang baru mendengar nama talas beneng.

Talas Beneng yang Dikembangkan Petani Milenial Sukabumi dari Kampung Cijati Tidak Memiliki Umbi

Tumbuhan Talas Beneng yang dipanen adalah batang daunnya. Daun bisa dipanen sejak 4 bulan setelah tanam dan umumnya digunakan sebagai bahan pengganti tembakau. Sednagkan, batangnya bisa dipanen setelah 1 tahun keatas dengan ukuran satu pohon memiliki berat batang kisaran 10-15kg.

Para petani mendapat bibit dari pengurus Poktan yang didatangkan langsung dari Pandeglang. Mereka menjual hasil panennya ke poktan. Sebaliknya Poktan BTS  yang menyuplai bibitnya. Para petani milenial berharap dengan dilembangknnya tanaman ini mampu membantu perekonomian warga. Sekaligus menjaga ketahana pangan di Desa Cicantayan.

Para pengurus poktan berencana akan mengembangkan tanaman ini ke seluruh hamparan pertanian di Desa Cicantayan. Tidak menutup kemungkinan Se-Kecamatan Cicantayan  bekerjasama dengan poktan poktan yang lain.

“Kami mendirikan kelompok tani ini semata mata bukan hanya ingin mendapat bantuan pemerintah. Tetapi kami ingin mendongkrak perekonomian masyarakat dibidang pertanian. Saat ini para pengurus poktan sedang bekerja keras melengkapi legalitas poktan juga sambil berkegiatan di kebun setiap hari. Tujuannya demi tercapainya tujuan kami, agar para petani Sejahtera.” Ujar Lili (41) Kepala Dusun Cijati.

Harapan Para Anggota Poktan Si Dusun Cijati

Petani Cijati Sukabumi Menjual Daun Talas Beneng ke Poktan BTS
Petani Cijati Sukabumi Menjual Daun Talas Beneng ke Poktan BTS

Selain Poktan BTS di Dusun Cijati, Ada poktan lain yaitu Poktan Pioneer dan Poktan Sejati yang lebih dulu dibentuk. BTS adalah poktan termuda dari 9 poktan di Desa Cicantayan. Dalam pengembangan talas ini poktan BTS mengeluarkan aturan aturan yang tertuang dalam AD/ART Poktan. Para pengurus poktan berharap bisa terus naik level dan menghasilkan banyak keuntungan.

Untuk melihat hasil panen, selain daun. Lalu, kemana poktan menjual hasil panen dari petani bisa dilihat di youtube. Silakan pula datang ke sekretariat untuk mendapat penjelasan dari pengurus dan pembimbing poktan.

Kami mengucapkan terimakasih kepada kepala Desa CiCantayan Bapak H.Andi suryawijaya S.E yang telah melegalkan poktan BTS. Sehingga, para petani melineal Sukabumi dari Kampung Cijati Babakan Cicantayan memiliki bekal kami melangkah lebih maju.

Tidak lupa kepada kepala dusun pemerintah kecamatan, BPP/PPL desa cicantayan yang telah mendukung program. “Harapannya dunia pertanian bisa membawa nama desa juga kecamatan Cicantayan lebih dikenal,” kata Rusdi (30) ketua poktan BTS.

Kabar menarik lainnya: Kisah Ibu Pejuang Leukemia di Cicantayan Kabupaten Sukabumi Demi Kesembuhan sang anak 5 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *