Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
SukabumiTalk

Kota Sukabumi Zona Hijau: Belajar dari Kegagalan Negara Lain yang Sempat membuka sekolah

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil telah mengumumkan Kota Sukabumi  Zona Hijau. Status zona tersebut berdasarkan level kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona. Sehingga, Pemerintah Kota Sukabumi sudah bisa membuka kegiatan perekenomian 100 persen dan diijinkan melakukan kegiatan sekolah secara tatap muka. Tidak lupa diingatkan tetap menyiapkan protokol kesehatan di sekolah dan mensimulasikan bersama gugus tugas.

Ridwan Kamil berpesan untuk belajar dari kegagalan negara lain yang pernah membuka dan mulai melakukan kegiatan pendidikan di sekolah. Tetapi, malah ditemukan klaster sekolah. Sebaliknya, Kang Emil merasa optimis kalau protokol ksehatan dilakukan secara ketat melihat metode negara yang berhasil membuka sekolah. Bukan tidak mungkin kegiatan sekolah secara fisik di sukabumi dapat berjalan maksimal.

Sekolah Akan Dibuka Secara Bertahap Setelah Kota Sukabumi Menjadi Zona Hijau

Keberhasilan Kota Sukabumi meningkatkan semua indeks COVID-19 membuat level kewaspadaan menjadi zona hijau. Penentuan level zona kewaspadaan tersebut berdasarkan kajian ilmiah dari sembilan indeks. Seperti laju ODP, PDP, risiko geografis, dan angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19.

Oleh sebab itu, kegiatan sekolah telah diijinkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Bara. Namun, dijelaskan oleh Kang Emil bahwa anak-anak adalah aset paling berharga dalam kehidupan, terutama saat pandemi COVID-19. Pemerintah Kota Sukabumi harus menyiapkan protokol kesehatan ketat demi melindungi anak di sekolah.

Sementara itu, Walikota Sukabumi merasa bersyukur kota yang dipimpinnya memasuki zona hijau. Beliau menyampaikan bahwa penyebaran virus corona belum selesai dan terus dilakukan evaluasi berdasarkan perkembangan jumlah kasus COVID-19 di Kota Sukabumi.

Skenario pembukaan sekolah akan dilakukan bertahap, yaitu melakukan mas transisi, mengkondisikan kelas maksimal hanya dimasuki 15 siswa dan harus melaksanakan jaga jarak 1,5 meter. Siswa wajib memakai masker di sekolah. Setiap orang yang melakukan aktivitas di skeolah dipastikan pula keluarganya dalam kondisi sehat dan tidak rentan penularan virus corona.  Guru yang mengajar dengan batas usia di bawah 45 tahun.

Pihak sekolah tidak diijinkan melakukan kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler. Selain kegiatan belajar-mengajar, tidak boleh ada kegiatan lain, seperti pertemuan orang tua murid, pengenalan lingkungan sekolah, dan lain-lain. Orang tua juga tidak diizinkan menunggu anak-anaknya di sekitar sekolah. Tahun ajaran baru pendidikan akan dimulai pada 13 Juli 2020. Sekolah akan dibuka secara bertahap dalam dua fase, yaitu Fase transisi dan kenormalan baru.

Baca juga: Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemda Kabupaten Sukabumi Masih Menerapkan Belajar Online?

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close