SukabumiTalk

Kasus COVID-19 Kota Sukabumi Bertambah Hingga 55 Orang

Kasus COVID-19 Kota Sukabumi kian bertambah di Kota Sukabumi, jumlahnya 55 orang pada tanggal 3 Desember 2020. Menurut penjelasan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid – 19 Kota Sukabumi, dr. Wahyu Handriana penambahan kasus berdasarkan hasil tracing/ penelusuran dari kasus lainnya. Informasi tersebut dibagikan melalui  pesan Whatsapp.

Jadi dari data Satgas COVID-19 Sukabumi (3/12/2020), pasien yang sedang melakukan isolasi menjadi sebanyak 291 orang. Setelah ditambah 55 orang tersebut. Sedangkan, pasien yang sembuh berjumlah 20 orang dan sudah tidak menjalani isolasi lagi. Sehingga, julah orang yang sembuh mencapai 767 orang dari total 1086 kasus. Sementara, pasien yang meninggal bertambah 1 orang dari kelurahan Sriwidari. Total orang yang meninggal adalah 28 orang.

Jumlah Kasus COVID-19 Bertambah, Pemerintah Sukabumi Akan Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi menyepakati untuk menerapkan sanksi pelanggaran protokol kesehatan. Sanksi tersebut akan dilaksanakan mulai 4 Desember 2020. Wali Kota, H. Achmad Fahmi menyampaikan penerapan sanksi setelah memberikan hibah dari Pemerintah Kota Sukabumi kepada Lapas Kelas II B Nyomplong, hari Rabu kemarin.

Sankis tersebut berdasarkan yang dicantumkan dalam Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2020. Isinya mengenai sanksi Administratif terhadap pelanggaran Protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus covid – 19. Jadi, tidak bisa sembarangan melanggar aturan tersebut. Pemerintah telah melakukan sosialisasi ke berbagai pihak sejak diterbitkan pada bulan September lalu.

Walikota juga meminta kerjasama kepada semua kalangan untuk memperkecil penyebaran covid – 19. Caranya cukup dengan disiplin menerapkan 3M yaitu memakai masker, yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

Saat ini Kota Sukabumi berada di zona oranye keamanan kasus COVID-19. Hal itu menandakan peningkatan jumlah kasus COVId-19 yang semakin banyak. Sehingga, Pemerintah Sukabumi mengambil terpaksa mengambil tindakan untuk menekan Kasus COVID-19.

sementar itu untuk penaganan COVID-19, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil) menjelaskan ingin Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021 digunakan untuk  COVID-19 dan pemulihan ekonomi secara makasimal. Kang Emil ingin dapat terus mengendalikan kasus Positif di Provinsi Jawa Barat.

Informasi menarik lainnya: Aplikasi Datatani.com Saatnya Petani dan Peternak Bikin Data Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *