Nikmatnya Mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Bagi Sabumi Volunteer

Nikmatnya mendirikan taman baca sabumi volunteer

Sabumi Volunteer adalah sekumpulan anak muda yang kecanduan nikmatnya mendirikan taman baca masyarakat (TBM). Tulisan dari Ridho Sabumi ini adalah buktinya. Kuy baca sampai habis.

Asalamualaikum Warahmatullahi wabarokatuh.

Haaayys guys! kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya berkegiatan bareng Sabumi Volunteer.

Mendirikan rumah baca bagi Sabumi Volunteer Merupakan TANTANGAN DAN KENIKMATAN yang tak ternilai hanya dengan kata-kata. Dari awal terbentuk / berdirinya Sabumi Volunteer hingga berumur kurang lebih 3 tahun, Insya Allah para relawan kaya akan keinginan & usaha yang kuat. Meski, masih miskin secara ilmu.

Selain mendirikan TBM, tak lupa Sabumi Volunteer juga selalu bersinergi dengan komunitas/ penggiat literasi lainnya yang telah mendirikan rumah baca masing-masing.

Bagi saya pribadi mereka semua itu bukanlah saingan, tetapi keluarga yang mempunyai tujuan yang sama. Semakin banyak orang-orang yang peduli dengan kondisi minat baca anak-anak, maka semakin mudah dan ringan untuk kita menjalankannya. Kalau menurut pribahasanya, “Berat sama dipikul Ringan sama dijingjing”.  Sehingga semakin terasa nikmatnya mendirikan taman baca masyarakat.

Baca juga: Pengalaman Relawan Literasi Sabumi Volunteer Ke Daerah Pelosok

Kalau Kita tidak ingin hanya menhadi calo/makelar yg cuma teriak-teriak tentang pentingnya pendidikan dan budaya membaca, maka kita sebagai relawawn literasi berinisiatif mendirikan rumah baca di tempat tinggal masing-masing. Misalnya TBM berikut ini:

  • TBM LUMBUNG ILMU,
  • Rumah Baca HIJAU,
  • GARASI BACA,
  • TBM POJOK INDAH.

Nah, TBM Pojok Indah ini kebetulan di rumah saya di daerah Cibadak dan lebih menjadikan sebagai shelter/ tempat keluar masuknya buku untuk didrop di wilayah Cibadak dan sekitarnya. Bahkan buku yang didrop di TBM Pojok Indah disalurkan sampai Cicurug. Karena menurut saya setiap ada taman baca di daerah sini sudah menjadi kewajiban saya untuk turut serta membantu mereka. Mau dalam hal pengadaan buku baca/ sekedar sharing dan memberi support.

Hingga kini, tak terasa semakin banyak pula, rumah banyak yang telah berdiri atas inisiatif Sabumi Volunteer dan kerjasama dengan komunitas lainnya.

Sabumi Volunteer Bersama-Sama Merasakan Nikmatnya Mendirikan Taman Baca Masyarakat

Senangnya Anak-Anak Bermain di Taman Baca Masyarakat Bambu Air.
Senangnya Anak-Anak Bermain di Taman Baca Masyarakat Bambu Air.

Tak terasa dengan waktu yang belum lama ini Sabumi Volunteer sudah mendirikan kurang lebih sekitar 20 TBM (Taman Baca Masyarakat) di berbagai daerah dan pelosok sukabumi. TBM tersebut dintaranya :

Bambu Biru,  Kutaluhur,  Salerea,  Bumi Teteh,  Bambu Air, Gunung Sunda, Citalahab, Cerdikia Al-Insani yang sekarang telah berkembang menjadi TK Alam Insan Cerdikia yang menggratiskan biaya pendidikannya, dan masih banyak yang lainnya yang enggak bisa saya sebutkan satu persatu..

Ada pula TBM yang bersinergi bareng kita antara Lain; Taman Baca Cibadak, Taman baca parungkuda, Teras Baca Cisaat, Vespa Pustaka, Taman baca Cicurug. Nah Taman baca tersebutlah yang menjadi induk pengerak atau pedorong terdirinya taman baca- taman baca yang saya sebutkan tadi (Mungkin nanti akan saya coba bahas tentang Tamanbaca Hebat ini).

Ada juga Rumah baca Cantigi suatu tempat yang spesial buat saya, karena di tempat inilah saya menemukan pendamping hidup saya,hihihi… (ahayyyyy ahhhh dari editor). Suatu bonus yang tak terduga. Asal niat kita baik, Insya Allah kebaikan akan menghampiri kita dalam bentuk apapun, termasuk dalam jodoh.

Baca juga: Bedah Desa Bencoy Sukabumi oleh Mahasiswa Universitas Trisakti

Ada kepuasan tersendiri dan merasakan nikmatnya mendirikan Taman Baca Masyarakat dan kita ikut terjun didalamnya. Saya bisa merasakan hal yang belum saya rasakan sebelumnya dihati saya. Setidaknya pendirian TBM bisa berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Ada banyak pula tantangan yang telah dan sering  kita hadapi, dari dicibir orang, dicurigai, melalui jalanan berlumpur, menempuh jarak jauh, dan merasakan fisik jalan yang gancur dan macam-macam lagi. Namun itu bukan yg tersulit / terberat buat saya. Karena tantangan terberat buat saya ketika satu TBM vakum dan bahkan tutup karena berbagai macam hal.

Ada rasa sedih, sakit di hati dan emosi bercampur aduk. Ketika TBM itu tutup, maka menjadi PR buat saya dan mungkin buat relawan literasi Sabumi Volunteer lainnya. Tidak mudah memang menjaga, tetapi nikmatnya mendirikan taman baca masyarakat tetap penjadi penyemangat demi mendukung minat baca dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak pelosok Sukabumi.

 

Mari Peduli 

Mari Berbuat

Mari Bermanfaat

SALAM LITERASI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.