Sosok

Kisah Rudi Atlit Sepakbola Disabilitas Dari Kampung Cijati Cicantayan Sukses Ke Tingkat Nasional

Artikel ini menceritakan tentang Kisah Rudi yang berhasil menjadi Atlit Sepakbola Disabilitas dan berprestasi di tingkat nasional. Glanet, nama ini sudah tak asing di desa Cicantayan dan desa desa sekitarnya. Sebuah klub sepak bola asal Kampung Cijati Babakan Cicantayan Sukabumi sudah banyak mengukir prestasi sejak tahun 1988 hingga sekarang.

Jika berbicara olah raga, dari Kampung Cijati boleh dibilang gudangnya para pesepak bola dari usia tua hingga anak SD. Tidak sedikit pemuda yang dikontrak Klub luar kecamatan. Mereka terbukti mampu membawa klub tersebut ke babak final.

Satu diantaranya adalah Rudi Setiawan berusia 35 tahun.  Dia adalah seorang pemuda penyandang disabilitas yang telah sukses mengharumkan klub sepak bola perwakilan Jawa barat di ajang PEPARNAS. Bagaimana kisah sang Atlit sepakbola tersebut bisa terlibat hingg  di kancah olahraga nasional?

Rudi Atlit Sepakbola Disabilitas Dari Kampung Cijati Bisa Berprestasi di Tingkat Nasional

Rudi Atlit Sepakbola Disabilitas Mengikuti Peparnas di Papua
Rudi Atlit Sepakbola Disabilitas Mengikuti Peparnas di Papua

Pada tahun 2016 silam Rudi berhasil membawa klub-nya meraih medali perak mewakili kabupaten Bandung barat. Tidak hanya itu, ia jugaberhasil juara 1 pada kategori sprint (lari jarak pendek). Kali ini,  ia terlibat menjadi atlit perwakilan Jawa Barat.

Tahukah kamu, Peparnas  adalah singkatan dari Pekan Paralimpiade Nasional. Sebuah ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON). Bedanya, pesertanya adalah atlit penyandang disabilitas Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan. Para atlit dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya.

Dulunya, Peparnas disebut Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), namun kemudian kata ‘cacat’ diganti dengan kata ‘paralimpiade’. Seiring perkembangan yang terjadi di dalam organisasi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Indonesia.

Bukan sembarangan orang bisa terlibat dalam perlombaan tersebut. Rudi harus mengikuti serangakaian seleksi beberapa bulan kebelakang. Hingga, pada tahun ini Rudi terpilih lagi untuk mengikuti PEPARNAS XVI di Papua. Penyelenggaraannya dilaksanakan pada bulan Oktober. Ia mewakili provinsi Jawa barat.

Keterlibatan Rudi sebagai atlit disabilitas cabang sepakbola merupakan suatu kebanggaan buat keluarga dan daerah asal dia lahir. Rudi berhasil membuktikan bahwa keterbatasannya adalah kelebihannya sebagai individu yang mampu menjadi seorang atlit.

Ia mampu mencetak prestasi meraih mimpi menjadi atlet perwakilan Jawa barat. Cita cita Rudi adalah ingin mewakili tingkat nasional yang mampu mengharumkan negeri ini. Siapapun bisa membuktikan diri dan mampu berprestasi sebagai Atlit Sepakbola Disabilitas. Bahkan keterbatasan tidak melumpuhkan dan bisa mengubahnya menjadi sebuah prestasi.

Artikel menarik lainnya: Dokter Tirta: Kita Harus Memberikan Hukuman Lebih Berat Terhadap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

One thought on “Kisah Rudi Atlit Sepakbola Disabilitas Dari Kampung Cijati Cicantayan Sukses Ke Tingkat Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *