Kisah 3 Driver Taksi Online, Menolak Berdiam Diri Pada Usia Senja

Sopir taksi online

Pekerjaan sebagai Driver Taksi Online ternyata banyak dilakoni oleh orang tua yang berusia di atas 60 tahun juga. Usia senja tidak membuat mereka hanya menghabiskan waktu di rumah, melainkan tetap terus berkerja.

Ada yang dengan alasan mengisi waktu, menjalani hari setelah masa pensiun, hingga dengan berterus terang mengatakan menjadi sopir untuk menambah penghasilan keluarga.

Saya Tidak Mau Diam Di Rumah Saja, Lebih Baik Jadi Driver Taksi Online

Namanya Supardi, dia mengaku berumur hampir 70 tahun. Pada minggu sore (4 Maret 2017), dia masih mengemudikan mobilnya, meski waktu hampir menjelang magrib.

Dia bercerita sudah bergabung menjadi taksi online sejak 7 bulan lalu, bertepatan awal mula GoCar mulai beroperasi di Sukabumi. Baginya lebih baik berkerja, dari pada berdiam diri di rumah.

“Saya ya lebih baik menjadi Driver Taksi Online GoCar gini. Daripada di rumah saja. Diam-diam, umur sudah tua, enggak betah di rumah terus.”

Setelah pensiun dari Dinas Pendidikan, dia tidak memiliki kegiatan di rumah. Setiap hari dihabiskan dihabiskan mengurus tanaman dan memberi makan ikan di kolam yang terletak di samping rumah.

Akhirnya moda transportasi berbasis online masuk ke Sukabumi, dia langsung meminta pendapat istrinya. Kebetulan Mobil Suzuki Ertiga yang dibelinya dua tahun lalu lebih sering nongkrong di garasi rumahnya. Istrinya hanya berpesan, agar dirinya menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri menyetir seharian.

Wajah Supardi tampak senang menceritakannya. “Saya langsung daftar ke kantor Gojek. Enggak nunggu waktu lama. ” Dia pun menjadi sopir GoCar.

Dia lebih sering mengatarkan penumpang di sekitar kota Sukabumi. “Alhamdullillah penumpang mah ada saja. Penghasilannya juga lumayan untuk membuat dapur terus ngebul.”

Dia mengakui usia yang tidak lagi muda membuatnya lekas lelah, tetapi itu lebih baik daripada hanya berdiam diri di rumah.

Baca juga : Berjuang Mengais Rejeki Para Fotografer Wisata Sukabumi

Umur Bukan Alasan untuk Berhenti Berkerja

Sobarna memberi senyum yang lebar kepada penumpang yang menaiki mobilnya. Hari itu sedang cerah-cerahnya. “Bapak penumpang ke delapan saya hari ini, “jawabnya ketika ditanya sudah berapa penumpang yang didapatnya hingga jam tiga pada Hari Sabtu, 24 Februari 2018.

Dia tampak begitu semangat hari itu. Ubannya dan keriput wajahnya tidak bisa menutupi usia tuanya. Tetapi tentu saja tidak dengan semangatnya. Suaranya masih begitu lantang dan tubuhnya tegak ketika menyetir mobil.

“Saya bersyukur sekali ada Grab di Cianjur ini. Saja jadi bisa berkerja,” dia terus berbicara sambil konsentrasi mengemudikan mobil Brilio-nya. Dia pernah berkerja di sebuah Lembaga konsultan di Jakarta yang sering terlibat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Seiring usia yang bertambah, pekerjaan tersebut dia lepaskan. Dia ingin lebih menghabiskan waktu di Cianjur saja. Namun, bukan berarti berdiam diri terus di rumah. “Saya ikut teman jual beli mobil,” katanya sambil tertawa.

Ketika dia mendengar Taksi Online Grab masuk ke Cianjur. Dia banting setir. Mobilnya digunakan sebagai alat sumber penghasilan yang baru.

“Kalau kata anak saya mah pak, saya tidak usah berkerja lagi mending di rumah. Tapi badan saya pegal kalau Cuma diam saja.” Dia menjelaskan harus terus semangat dan berkerja untuk menghidupi keluarga. Jangan berhenti, karena terus berkerja adalah obat awet muda.

Dia adalah seorang bapak dari tiga orang anak yang semuanya telah menikah.”Anak saya yang sulung berkerja di Jakarta. Dia punya pekerjaan yang bagus,” dia menjelaskan ditengah pembicaraan.

Meski anaknya bisa dikatakan sukses meniti karir dan mandiri. Dia mengatakan umur bukan alasan untuk berhenti berkerja. “Saya hari ini mengejar target biar dapat bonus dari Grab. Lumayan hasilnya, buat dikasih ke istri.” Dia menambahkan terus berpenghasilan menjadi kunci membuat perempuan yang dicintai terus bahagia. “Coba kalau enggak punya uang, gimana istri mau hidup bahagia sama kita.”

Baca juga : E KTP Gratis Warga Sukabumi Jangan Mau Diminta Bayaran

Menikmati Masa Tua dengan Menjadi Driver Taksi Online

Sementara, Alamsyah mengatakan dia ingin hidupnya tetap menyenangkan pada masa tuanya. Caranya ya dengan menjadi sopir taksi online. Dia tidak pernah berpikir akan menjalani sebagian harinya di jalanan, menjadi sopir bagi banyak orang.

Ketika Grab mengumumkan mulai dibuka di Sukabumi, Alamsyah diberitahu oleh menantunya. “Bapak mau daftar ah, biar bisa jalan-jalan,” menantunya tentu tidak setuju. Dia diminta untuk bersantai di rumah saja. “Kamu bisa kerja, kenapa bapak dibiarkan menghabiskan waktu tidak kemana-mana,”katanya kepada menantunya. Syukurnya anak perempuannya setuju dengan keputusan menjadi Sopir.

Katanya menjadi sopir itu justru cara menikmati masa tuanya. Dia bisa bertemu dengan banyak orang dan dibayar pula. Mobilnya pun tidak rusak begitu saja sering terparkir di rumah. Dia paling senang bertemu dengan keluarga muda, karena ingat masa awal-awal berkeluarga. Tak jarang dia memberi nasihat pernikahan pada penumpangnya.

Sebagian besar penumpang, katanya senang diajak bicara. Kalau tidak respon atas obrolannya ya sudah tidak usah dilanjutkan mengobrol. Suatu kali dia pernah tertawa, ketika penumpangnya bernama Aminah, persis seperti istrinya. “Kamu cantik seperti Aminah istri saya, “katanya pada penumpang perempuan di mobilnya. “Bapak juga masih ganteng,”balas perempuan muda itu. Dia tertawa, karena istrinya pun masih mengatakan dirinya tetap ganteng dalam usia senja.

2 thoughts on “Kisah 3 Driver Taksi Online, Menolak Berdiam Diri Pada Usia Senja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.