Sosok

Kick Andy Mengungkap Kisah Pertobatan John Kei Sang Godfather of Jakarta

Kisah pertobatan John Kei yang ditayangkan oleh Kick Andy Show mengungkap fakta sang Godfather of Jakarta yang mengubah arah hidupnya. Andy F Noya sang pembaca acara Kick Andy tampak berupaya memastikan kalau John Kei benar-benar telah mengubur masa lalunya.

Banyak orang yang meragukan pengakuan sang preman dengan kasus pembunuhan tersebut, jangan-jangan cuma di penjara saja dan keluar tahanan berulah lagi seperti sebelumnya.

Tayangan Kick Andy (Jumat, 12 April 2019) juga menelusuri masa lalu John Kei yang berasal dari Pulau Kei, di Maluku Tenggara dari masa kecil, masa SMEA yang gemar berkelahi, merantau ke Surabaya, hingga akhirnya memutuskan ke Kota Jakarta. Kegemarannya berkelahi sejak remaja rupanya membuatnya berani menghadapi masalah yang terkait kekerasan setelah menetap di Ibukota Jakarta.

Kisah Masa Kecil Hingga Pertobatan John Kei yang Menarik Jadi Pelajaran Hidup

John Kei memiliki nama asli John Refra. Anak kelima dari enam bersaudara. Masa kecilnya dihabiskan di Pulau Kei, Maluku Tenggara tempat kelahirannya. Nama Kei diujung namanya adalah berasal dari nama Pulau Kei. Dia bercerita kepada Andy F. Noya memang gemar berkelahi sejak kecil.

Semasa SMEA di Tual, John Kei muda dikeluarkan dari sekolah karena berkelahi juga. Dia merasa sekolahnya saat itu tidak cocok bagi dirinya, sehingga membuatnya tidak betah dan malah sering berbuat onar.

John Kei Muda putus dari sekolah SMEA tersebut, dia bersama temannya memutuskan pergi ke Surabaya dengan menaiki kapal tanpa membayar, karena melarikan diri karena kasus perkelahian. Dia pun disuruh kerja bersih-bersih di kapal karena tidak punya ongkos.

Dia beralasan faktor kemiskinan menjadi latar belakang dirinya ingin ke Surabaya. “Saya orang miskin. Saya harus keluar dari kampung, ingin berhasil nanti kembali ke kampung,” katanya menjelaskan alasan pergi merantau dari tanah kelahirannya.

Mulai Menggelandang di Surabaya dan Pergi Ke Jakarta

Tidak lama tinggal di Surabaya, sebentar tinggal tinggal di rumah saudaranya, menggelandang dan bertemu dengan seorang pelayan gereja. Setelahnya dia tinggal 1986-1988, dia dianggap seperti anak kandung oleh pelayan gereja tersebut.

Suatu hari dia berkelahi, ditangkap, dan akhirnya dilepas dari Koramil. Dia pun memutuskan pergi ke Jakarta. John Kei pun pergi dari Surabaya ke Jakarta. Lalu, Ada banyak kenalan di Jakarta.

Dia mulai masuk ke dunia preman, karena kasus keributan di tempat kerjanya. John Kei pernah berkerja sebagai sekuriti, terlibat perkelahian, dan membunuh lawannya. Dia sudah membunuh orang sejak usia 22 tahun. John Kei pun menyerahkan diri karena kasus pembunuhan tersebut.

Setelah bebas dari penjara dan menyelesaikan kasus John Kei, dia malah mencoba narkoba dan semakin tenggelam di dunia hitam ibukota. Dia pun membentuk organisasi AMKEI (Angkatan Muda Kei) untuk menyatukan perantau dari Pulau Kei. Perkumpulan AMKEI semakin kuat dan jumlah anggotanya sampai ribuan orang. Perkelahian demi perkelahian pun terjadi. Dia pun dikenal sebagai bagian dari dunia preman di Jakarta.

John Kei Pernah Menjelaskan Tentang Pekerjaannya kepada ibunya dan mengatakan kalau hal tersebut adalah bagian dari kehidupannya. Tetapi dia mengaku tetap punya hati dan membantu keluarganya.

Keterlibatannya dalam dunia preman lebih banyak dalam debt collector. Katanya dia tidak mengganggu orang lain, tetapi tugasnya menagih orang yang berutang dan harus membayar kewajibannya. Kehidupannya yang keras membuatnya pernah membunuh lebih dari satu orang. Dia menyebutnya sambil tertawa, seolah orang yang terbunuh tak terhitung di tangannya.\n

Kisah Pertobatan John Kei Dimulai Kesaksian dari Dipenjara

Wawancara Andy F. Noya di Lapas Permisan Nusakambangan menelisik lebih dalam kenapa John Kei melakukan pertobatan. Dia bercerita pernah di tempatkan di High Risk penjara. Merasa sendiri di penjara, dia berontak dan meminta tolong kepada pegawai. Lalu, dia mendengar bisikan, “Kamu teriak terus tidak akan ada yang mendengarkan.

Lalu, ada seseorang yang datang membawa Al Kitab. Tetapi tidak langsung dibacanya. Dia terus meminta untuk dikeluarkan. Bisikan terus datang, “Percuma teriak, tetapi tidak ada yang mendengarkan. “Dia pun mulai membaca Al Kitab. Sementara bisikan lain pun datang, “John Kei kamu bunuh diri saja.” Dia menolak bisikan tersebut dan mengatakan ingin mati masuk surga.

Setelah satu bulan terus membaca Al Kitab dan menemukan ayat yang mencerahkan. Dia berpikir ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik dengan jalan melayani Tuhan. Bang Andy pun bertanya, “Apa yang bisa meyakinkan bahwa Anda memang berubah.” Kata John Kei, “Biarlah waktu yang menjawab apakah saya berubah atau tidak.”

Setelah itu, dia dipenjara di Lapas Permisan Nusakambangan dan meminta jadi kepala kebersihan. John Kei pun dipercaya oleh Kalapas dan membuat LP Nusakambangan menjadi bersih.

Baca juga :

BELAJAR DARI ANGGOTA FPI MENJADI KORBAN TABRAK LARI, MEMINTA SUMBANGAN DI JALAN RAYA BERBAHAYA

INGIN BISA PANJAT TEBING? SEKOLAH PANJAT TEBING MERAH PUTIH JAWABANNYA!

Perobatan Diri John Kei, mengubah diri dari perbuatannya, dan memiliki keyakinan akan tetap melayani Tuhan sampai mati

Kalau kelak Keluar Lapas, John Kei meyakini dengan melayani Tuhan, maka Tuhan tidak akan melupakannya. Waktu akan membuktikan terjadi perubahan pada dirinya. Kalau ada yang mengajaknya kembali ke dunia hitam, maka akan membawa teman-temannya untuk keluar dari dunia preman dan berbuat baik. ”

Hidup ini pilihan, kalau saya sudah memilih jalan surga. Saya sudah meyakini dan tidak ada yang akan mempengaruhi saya lagi,” katanya untuk menyakinkan pertanyaan Andy F. Noya.

John Kei menyatakan tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Istri dan anaknya senang dengan perubahan tersebut. Dia ingin melupakan masa lalunya, termasuk mengikhlaskan kakak dan asiknya yang meninggal dibunuh orang lain. Dibalik kisah pertobatan John Kei, dia memiliki anak yang berpendidikan hingga perguruan tinggi.

Dia sangat memperhatikan pendidikan anak John Kei. Biarpun bapaknya preman, cukup didirinya saja. Anak-anaknya tidak akan dibiarkan meniru jejak hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *