Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Sosok Inspiratif

Penjelasan Quraish Shihab Tentang Salat Di Rumah : Virus Corona Menjadi Pelajaran Bagi Kemanusiaan

Quraish Shihab mengeluarkan pendapat tentang imbauan salat di rumah dalam acara Hitam Putih. Ia menjelaskan prinsip wajib 5 waktu sah dilakukan di mana saja. Karena situasi penyakit virus corona maka datang petunjuk tidak ke masjid, tetapi bukan berarti ditutup atau tidak boleh salat ka masjid. Ia menjelaskan salat jumat baru sah dilaksanakanĀ  kalau ada 40 orang penduduk.

“Jangan salah paham, kita tidak dilarang salat jumat, tetapi dilarang untuk berkumpul. Karena salat jumat membutuhkan 40 orang, maka terlarang jangan pergi karena 40 orang (mengumpulkan keramaian, ed),” Ujar beliau. Kalau hanya satu atau dua orang pergi untuk melakukan kegiatan seperti azan ke masjid, maka itu diperbolehkan. Bahkan petugas dianjurkan untuk azan dan membersihkan tetap pergi ka masjid. Jadi bukan persoalan salatnya, tetapi soal berkumpulnya, karena ada 40 orang yang dikumpulkan salat jumat.

Oleh karena itu, orang tidak salat jumat harus diganti zuhur. Salat zuhur bisa dilakukan tanpa berjamaah. Perhitungannya, salat jumat 2 rakataan dan khotbah dihitung 2 rakaat, makan diganti salat zuhur 4 rakaat.

Kata Quraish Shihab Kalau Pemuka Agama Menantang Salat di Rumah Dinilai Melanggar

Jika ada pemuka agama yang memaksa tetap salat jumat di masjid itu dinilai melanggar. Karena agama menghendaki keselamatan orang dan masyarakat. Kalau mengumpulkan orang yang banyak berpotensi menyebarkan virus. Fatwa di seluruh dunia Islam melarang berkumpul di tempat ibadah.

Begitu pula, apabila melakukan umrah di masa darurat COVID-19 yang membahayakan jiwa akan berdosa, terlarang dalam agama. Ia menegaskan agama datang untuk memelihara jiwa, harta, kehormatan, dan akal. Setiap kegiatan yang mengurangi nilai tersebut, maka dilarang dalam agama.

Virus corona bukan tentara Allah. Tidak mungkin mengirimkan tentara untuk menyerang umat Islam. Kalau berkata corona tentara Allah, berarti tenaga medis itu musuh Allah. Tidak boleh berpendapat seperti itu. Virus tersebut sebagai pelaku kejahatan. Orang yang memberantas sesuatu yang buruk ia direstui oleh agama.

Baca juga : TIDAK ADA KEGIATAN SALAT BERJAMAAH DAN SALAT JUMAT SERTA KEGIATAN AGAMA LAIN SELAMA 2 MINGGU DI JAKARTA

Quraish Shihab berpesan kita jadikan kondisi virus corona menjadi pelajaran bahwa kemanusiaan itu satu. Dampak COVID-19 bisa berpengaruh terhadap siapa saja, tanpa melihat orang kaya atau miskin, profesor atau rakyat jelata, pengeran atau penguasa, semua berpotensi untuk terjangkit. Semua harus saling dukung-mendukung dan jaga-menjaga, sehingga ada perintah jaga jarak.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close