Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Sosok Inspiratif

Aku ingin Anakku Seperti Atlet Badminton Kevin Sanjaya – Sabumi Sukabumi

Siang itu (28/8), atlet badminton Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Digeon dibuat was-was oleh lawannya ganda putera (Fajar/Rian). Bagaimana tidak, sebagai pemain ganda putera badminton nomor wahid di dunia, mereka pasti diunggulkan. Tidak boleh kalah.

Rupanya, peringkat Kevin/Marcus yang di atas angin itu membangkitkan semangat lawannya. Kapan lagi toh bisa mengalahkan pemain ganda nomor satu dunia di Asian Games dan di negeri sendiri pula.

Upaya perlawanan keras dilakukan keduanya, Kevin Sanjaya yang biasanya tampil emosional dan suka membuat emosi lawan nyaris pasrah. Sepertinya tampak begitu tegang ketika match point harus selesai dengan angka 24-22. “Kami beruntung bisa menang kali ini,” katanya ketika diwawancarai sambil memuji penampilan Fajar/Rian yang tentu saja menguras keringat.

Sebaliknya Fajar/Rian memuji lawan sebangsa dan tanah air yang sama, Atlet Badminton Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon dinilai sangat tenang. Angka sudah tertinggal pun bisa dikejar dan akhirnya menang.

Kalau dipikir-pikir hebat betul Kevin/ Marcus dan tak mati langkah meski nyaris kalah. Kalau Fajar/ Rian beda Negara mungkin pertandingan tersebut bikin jantung ikut olahraga, tensi naik, dan ingin rasanya ikut bermain bersama Kevin Marcus. Bagaimana yak ok atlet badminton Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon bisa sehebat itu.

Atlet Badminton Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon Sudah Bermain Badminton Sejak Balita

Kevin Sanjaya dan rekannya bisa menjadi ganda putera nomor satu dunia karena persiapan jangka panjang. Selain pelatihan rutin di pelatnas (pusat pelatihan nasional), dia rupanya sudah mengenal badminton sejak usia 2,5 tahun.

Kedua orang tua mendukung bakat yang dimiliki atlet badminton Kevin Sanjaya. Karena melihat permainan yang yahud sejak kecil, Ayahnya berinisiatif mencari tempat latihan untuk anaknya. Lalu, klub PB Sari Agung di Banyuwangi tempatnya mengasah kemampuan hingga kelas 6 SD.

Dukungan orang tua terhadap bakat Kevin rupanya menjadi kunci munculnya atlet yang sangat ditakuti lawan-lawan karena gerakannya sering tak terduga. Hingga pada usia 11 tahun, dia berhasil masuk PB Djarum pada tahun 2007.

Sempat mencicipi tunggal putera dan ganda campuran, serta berganti pasangan beberapa kali di ganda putera. Kevin dipasangkan dengan Marcus. Prestasi mereka terbukti moncer. Mereka terus menjalani latihan ketat untuk menjadi ganda nomor satu. Kabarnya setidaknya 5 jam per hati untuk latihan bulu tangkis saja.

Hasilnya, predikat ganda putera terbaik di dunia ini, membuat kagum, karena berhasil memenangkan kejuaraan. Bayangkan saja, mereka bisa menaklukkan 7 kejuaraan bulu tangkis taraf internasional, dari All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, dan Hong Kong Terbuka.

Hinggal, tahun 2018, setelah meraih beberapa kemenangan lainnya, mereka memperoleh medali emas pada Asian Games 2018. Tahu tidak, kemenangan yang mereka berikan untuk tanah kelahiran mereka, Indonesia.

Baca juga :

5 FESTIVAL BUDAYA SUKABUMI YANG HARUS KAMU KETAHUI

HAL YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN DI PESAWAT, KAMU MUNGKIN SERING MELANGGARNYA

Kehadiran Orang Tua dari Atlet Badminton Kevin Sanjaya Menjadi Penyemangat pertandingan

Ketika Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, Kevin/Marcus tidak bisa menahan haru. Air mata jatuh dari pelupuk mata. Mereka sangat senang bisa memenangkan pertandingan dalam event empat tahu sekali. Kalau kalah kan belum tentu juga bisa bertanding empat tahun kemudian.

Kemenangan tersebut tidak lepas pula dari dukungan orang tuanya. Ayahnya datang jauh-jauh dari Banyuwangi untuk melihat langsung pertandingan final yang mempertontonkan permainan kelas dunia.

Peran orang tua tampaknya memang sangat penting untuk mendukung bakat anak-anaknya. Kevin Sanjaya bisa memilih fokus terus menjadi atlet, meski sekolah menjadi terbengkalai. Tetapi kehidupan tidak ditentukan pendidikan formal saja.

Atlet badminton Kevin Sanjaya menjadi bulu tangkis bagian dari hidupnya dan terus berlatih dari hari kehari. Tak mudah menyerah menjadi kunci setiap pertaningan katanya suatu kali. Toh tidak sekolah formal, sekolah kehidupan dari dunia olahraga badminton sudah mengasah Kevin begitu sangat terkenal di dunia badminton.

Dialah Kevin Sanjaya, pemain bulu tangkis andalan Indonesia di sektor ganda putera Indonesia. Seperti kata pelatihnya di sebuah wawancara, dia memang dilihirkan menjadi atlet dan begitu pintar mengatur strategi permainan ketika bertanding. Walau lawannya tak jarang sulit dikalahkan. Orang tua pasti senang memiliki anak seperti Kevin Sanjaya.

Ditulis untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.

Foto diambil dari Sini

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close