Perintah Presiden Jokowi Penanganan Bencana Gempa Lombok dan Antisipasi Bencana Kawasan Wisata

bencana gempa lombok

Pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap bencana gempa Lombok dan Presiden Joko Widodo Perindahkan Menko Pulhukam untuk memimpin koordinasi lapangan.

Melalui facebook resminya, Presiden Jokowi menyatakan masih melakukan penanganan gempa sebelumnya, namun gempa lebih kuat 7 Skala Richer mengguncang NTB (5/8/2018).

Sang Presiden juga melakukan kunjungan setelah bencana gempa Lombok, Nusa Tengga Barat terjadi pada beberapa hari sebelumnya (30/7/2018).

Baca juga : Gempa Lombok, Perkiraan 7 SR

Kunjungan Presiden Jokowi dan Perhatian Dunia Pada Bencana Gempa Lombok

Setelah tejadi gempa pertama, Presiden Jokowi berkunjung ke NTB dan meninjau lokasi pengungsi. Dia sempat memberikan bantuan bahan pokok untuk korban dan buku tulis kepada anak-anak di Lapangan Desa Madayin Sambelia, di Lombok Timur.

Dia ingin menanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat dan dilakukan pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

Tidak sampai satu pecan dari kunjungan tersebut, bencana gempa Lombok kembali terjadi. Dia meminta dilakukan Menko Polhukam melakukan koordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan lembaga kementerian terkait bersama pemerintah daerah.

Dia juga sudah memerintahkan Panglima TNI menerjunkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso ke Lombok berikut pasukan beserta bantuan pengobatan dan logistil.

Pencarian korban langsung dilakukan dan sudah banyak relawan non pemerintah yang juga turun tangan di Lombok. Bencana gempa Lombok menjadi perhatian berbagai Negara dunia, karena banyak warga Negara asing yang sedang berwisata di sana.

Negara-negara seperti Inggris, Australia, Malaysia dan Singapura memberikan himbauan untuk menunda kunjungan ke Lombok, karena gempa yang baru terjadi.

Fokus Utama Pemerintah Pencarian dan Pertolongan Korban

Seperti yang diberikan dari berbagai media online, gempa 7 SR di Lombok menelan banyak korban, setidaknya lebih dari 82 orang meninggal dan banyak bangunan yang rubuh.

Sehingga, pencarian dan pertolongan terhadap korban menjadi perhatian utama dari pemerinta. Selain itu, dilakukan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, air bersih, dan peralatan sehari-hari lainnya.

Presiden Jokowi atas nama Pemerintah Pusat mengucapkan belasungkawa terhadap bencana yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Baca juga : Catatan Perjalanan VES Community ke-6 Berdonasi Peralatan Sekolah ke Pelosok Sukabumi

Pengetahuan Risiko Bencana di Kawasan Wisata Harus Menjadi Perhatian 

Pray For Lombok - Sabumiku.com
Pray For Lombok – Sabumiku.com

Setelah dua kali gempa yang terjadi di Lombok dan goncangannya terjadi hingga ke Bali. Pemerintah Pusat dan Daerah sudah selayaknya menaruh perhatian terhadap kawasan wisata. Apalagi di Lombok, NTB terdapat kawasan ekonomi khusus Mandalika yang dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Melihat gempa yang terjadi bisa menimbulkan risiko tsunami, pengelolaan daerah wisata harus memperhatikan pula antisipasi terhadap bencana. Baik penanganan dari bencana fisik seperti rubuhnya bangunan dan juga risiko dari alam.

Info risiko tsunami terbukti membuat masyarakat berbondong-bondong mencari tempat aman, tanpa pengatahuan antisipasi risiko yang jelas. Pokoknya, mencari tempat yang tinggi.

Sudah waktunya, wilayah yang menjadi daerah tujuan wisata tanggap terhadap bencana. Agar masyarakat dan wisatawan mengerti apa yang dilakukan ketika bencana yang selalu terjadi tanpa diperkirakan.

Jangan sampai terjadi korban yang lebih besar di daerah wisata, karena ketidaktahuan dalam menanggapi atau menghadapi bencana yang terjadi.

 

Kredit Foto : Agus Suparto/ Facebook Presiden Joko Widodo

2 thoughts on “Perintah Presiden Jokowi Penanganan Bencana Gempa Lombok dan Antisipasi Bencana Kawasan Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.