Sun. May 26th, 2024
    Google Doodle Ismail MarzukiGoogle Doodle Ismail Marzuki

    Ismail Marzuki yang menjadi google doodle hari ini pada hari Pahlawan 10 November 2021. Ia dilahirkan pada 11 Mei 1914 di Kwitang, Senin, Batavia, Jakarta. Beliau adalah komponis besar yang mampu menciptakan lagu hingga lebih dari 200 karya.

    Ibunya meninggal ketika umurnya masih tiga bulan dan digantikan sosoknya Anie Haminah, kakak kandungnya berjarak sebelas tahun. Sedangkan Ayahnya Marzuki Saeran berasal dari golongan menengah bekerja sebagai wiraswasta.

    Ismail Marzuki mengenyam pendidikan di HIS Idenburg, Menteng sampai kelas 7. Lalu melanjutkan pendidikan ke MULO di jalan Menjangan, Jakarta.Setelah memperoleh ijazah MULO. Sejak kecil beliau memiliki ketertarikan di   bidang musik dan bisa berjam-jam di depan Gramofon serta sering bernyanyi lagu berbahasa Belanda.

    Setelah mengenyam pendidikan, Ismail  meminta bantuan Ayahnya untuk dicarikan pekerjaan. Dengan kemampuan bahasa Inggris Belanda Ismail serta memiliki Ijazah MULO, beliau diterima menjadi sebagai penjaga  toko di toko TIO. Lalu, pindah ke perusahaan Scony Service Station di Java Weg (Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta  Pusat).

    Karena tidak betah juga bekerja di perusahaan tersebut, pindah pekerjaan lagi di ke perusahaan dagang KK Knies di Noordwijk Straat (Jalan  Ir  Juanda,  Jakarta  Pusat).  Di Perusaahan  yang  bergerak  di  bidang  musik, Ismail Marzuki bekerja  sebagai verkoper (penjual)  berbagai alat  musik,  perekam,  dan  piringan  hitam  merek Columbia.

    Dari pengalaman pekerjaan yang disenanginya tersebut, beliau sering membahas  musik berjam-jam dan menjalin hubungan dengan pembeli yang rata-rata penikmat dan pelaku musik. Lalu, mempelajari not-not  balok,  partitur,  tangga  nada,  teori  musik,  dan  ilmu  melodi dan akhirnya mendorong dirinya menjadi seorang komponis yang lagunya berpengaruh  dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    Peran Ismail Marzuki dalam Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

    Pada era 1930-1942, Ismail  Marzuki dikenal sebagai  penyanyi, pemain  musik, dan sebagai pencipta  lagu. Lagu ciptaannya bertema  kehidupan  sosial seperti terkait nasib  bangsa, romantika  cinta, dan muda-mudi.

    Beliau menciptakan lagu pertama dengan judul “O Sarinah”.  Pada tahun 1936, Ismail Marzuki bergabung dalam  perkumpulan musik Lief Java dan sempat mengisi siaran musik di radio. Sebuah kesempatan untuk menjauhkan diri dari lagu-lagu barat dan semakin banyak menciptakan lagu-lagu sendiri.

    Lagu ciptaannya semakin berkembang pada masa  pemerintahan  Jepang dan terlibat dengan  lembaga-lembaga  Jepang  di  bidang  kebudayaan. Pada masa periode  1942-1943, beliau membuat lagu mengenai Indonesia  yang kaya, subur, serta memiliki alam yang indah. Pada masa akhir akhir  pemerintahan  Jepang , lagu yang diciptakan Ismail Marzuki mulai bertemakan lagu-lagu perjuangan.

    Begitu pula setelah era kemerdekaan, Indonesia belum sepenuhnya bebas dari tentara NICA dan  sekutunya. Dalam biografi Ismail Marzuki, beliau terus menciptakan lagu yang mengandung nilai-nilai perjuangan seperti  Rayuan Pulau Kelapa (1944), Halo-Halo Bandung (1946), Selendang Sutera (1946), dan Sepasang Mata Bola (1946) yang menunjukkan betapa besar keinginan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Selamat Hari Pahlawan 10 November 2021.

    Artikel menarik lainnya: Link Twibbon Hari Pahlawan 2021, Merayakan Semangat Kepahlawanan Secara Online

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *