Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Sejarah Negeri

Cerita Nyalakan Lampu yang Menjadi Nama Terowongan Lampegan Cianjur-Sukabumi

Di antara Stasiun Sukabumi dan Stasiun Cianjur terdapat terowongan Lampegan yang gelap gulita jika melewatinya. Penumpang kekinian biasanya menyambut riuh ketika melewatinya sembari datang petugas yang menyalakan lampu.

Kondisi yang gelap tersebut disebutkan menjadi dasar penamaan terowongan tersebut. Nama awalnya adalah Terowongan Cimenteng karena terletak di daerah yang bernama Cimenteng. Nama Lampegan diambil dari cerita sejarah tentang permintaan kondektur kereta api yang meminta lampu dinyalakan karena gelap sekali.

“Lampen aan” sebagai perintah untuk menyalakan lampu dan mengedarkan pelita ketika memasuki terowongan. Konon kata Lampen aan merupakan kata dari Bahasa Belanda yang artinya Nyalakan Lampu.

Lampegan Adalah Salah Satu Terowongan Tertua di Indonesia

Terowongan Lampegan Sukabumi-Cianjur Tahun 1881
Terowongan Lampegan Sukabumi-Cianjur Tahun 1881

Terowongan Lampegan terletak pada kilometer 73 di Lintas Priangan. Salah satu jalur rel terowongan tertua di Indonesia yang memiliki panjang sekitar 686 m pada ketinggian 652 m dari permukaan laut. Pintu sebelah barat terletak di Kabupaten Sukabumi dan Pintu Timur berada di Kabupaten Cianjur.

Pintu Lampegan berbentuk Ladam yang terdapat tulisan di atasnya berupa angka 1879-1882 sebagai tanda tahun pembangunannya. Di sebelah kiri terdapat halte penumpang dan di sebelah kanan gudang barang. Ada rel ganda di bagian luar terowongan yang memungkinkan dua kereta api berpapasan di halte.

Longsor di bagian dalam Terowongan Lampegan menjadi penyebab Kereta Api Argo Peuyeum tidak beroperasi. Sehingga, jalur Bandung-Sukabumi terpaksa diberhentikan sejak 8 Februari 2001. Lalu, Kereta api tersebut dioperasikan pada lintasan kereta api Ciroyom-Sukabumi pada tahun 2006. Namun, terjadi runtuh dibagian dalamnya lagi dan terpaksa dihentikan kembali pada tahun 2012.

Terowongan ini berkali-kali diperbaiki, yaitu pada tahun 2006, 2009, dan tahun 2010. Lalu dilakukan uji kelayakan jalan pada tahun 2011 dan berhenti pada tahun 2012.

Saat ini, kereta api jalur Sukabumi-Cianjur menjadi moda transportasi yang disenangi dan terowongan Lampegan selalu disambut dengan teriakan oleh penumpang, terutama anak-anak. KA Siliwangi melintas setiap hari dari Sukabumi menuju Cianjur dan sebaliknya. Rute KA Siliwangi melintasi Sukabumi, Gandasoli, Cireungas, Lampegan, Cibeber, Cianjur, hingga ke Ciranjang.  Harga Tiket KA Siliwangi sangat murah yaitu Rp 3.000 setiap penumpang.

Baca juga: Sejarah Stasiun Kereta Api Sukabumi Sebagai Penghubung Kota Bogor dan Kota Bandung

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close