Sabumi Volunteer

Tujuan Menikah dalam Islam Bagi Kaum Muda Bukan Sekedar Cinta dan Tanggung Jawab

Tujuan menikah dalam Islam sering dikatakan sebagai persoalan ibadah, muamalat, dianjurkan agama serta diajarkan Nabi Muhammad Saw. Tahukah kamu, dikutip dari nu.or.id, Islam tidak memberi batasan usia menikah. Orang berniat menikah adalah mereka yang sudah siap secara mental, pisik, psikis, sudah dewasa, dan mengerti pernikahan merupakan bagian dari ibadah.

Pergelaran pernikahan terkait niat pribadi, dukungan keluarga dan kebiasaan masyarakat setempat. Selain itu, dibutuhkan pula kesehatan jasmani dan rohani dari kedua belah pasangan. Oleh karena itu, ikatan perkawinan diharapkan berjalan penuh rasa cinta, keserasian, dan saling pengertian dari kedua belah pihak. Bukan saling ingin menguasai atau membuat menderita satu sama lain.

Jadi, pernikahan tidak memandang usia muda saja, namun lebih memiliki tujuan yang sama dan tidak mempersoalkan berbagai perbedaan. Islam tidak mempersoalkan asal usul keturunan, kaya dan miskin, suku bangsa dan lainnya. Kemiskinan bukan aib dalam ukuran agama. Tetapi, diajarkan untuk mencari rezeki di jalan yang halal. Apalagi ada keluarga yang harus dinafkahi setelah menikah.

Tujuan Menikah Dalam Islam di Usia Muda dan Berbahagialah Bersama Pasanganmu

Hadits dari Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda, apabila kalian telah mampu, maka lakukan pernikahan. Sesungguhnya menikah itu lebih menentramkan mata dan kelamin. Untuk yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.” (HR. Bukhari No. 4779).

Hadits di atas bermaksud agar orang yang merasa telah mampu secara materi dan  batin dapat menikah. Kematangan kedua pasangan memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, sehingga muncul rasa saling memberi, menerima, dan berbagi rasa, dan menasihati antara suami-istri.

Pernikahan adalah ikatan yang menjadi jalan kedua pasangan agar tidak melakukan perkara yang diharapkan seperti zina dan perbuatan buruk lainnya.

Adapun tujuan utama menikah adalah beribadah kepada Allah Swt, menguatkan hubungan kekeluargaan, melanjutkan keturunan. Hidup berkeluarga dengan rasa tenteram (sakinah) dan tumbuh perasaan cinta dan kasih sayang (mawaddah dan rahmah). Sehingga tercipta kenyamanan antara pasangan lewat kemesraaan, menyelesaikan masalah berdua, dan bersenda gurau bersamanya.

Selamat Menikah Maulana Mardian dan Berbahagialah Bersama Pasanganmu

Tidak ada kata lain mendengar seorang terdekatmu ketika menikah adalah Rasa Bahagia. Segala doa terbaik dipanjatkan disampakikan kepada Sang Penguasa Langit dan Bumi. Semoga Allah memberi kebahagiaan dan rejeki yang berlimbah selama menjalin pernikahan nanti.

Keluarga Sabumi sedang berbahagia. Satu per satu telah menikah dan kini giliran Maulana Mardian. Doa kami untukmu Semoga Allah memberkahi kamu dan pasangan yang dicintai, baik dalam suka maupun duka. Allah selalu menyatukan keluarga kalian berdua pada kebaikan.

Untuk kamu perempuan yang menalukkan hati Dian, jadilah pasangan yang memberi kehangatan dan mengasyikkan. Selalu bisa berkumpul baik dalam keluarga maupun pertemanan di luar rumah. Tangan lembut perempuan dan segala perhatian akan menjadi dorongan penyemangat bagi kehidupan. Selamat menikah kawan!

Artikel Menarik Lainnya: Biaya Rapid Test Antigen yang Menjadi Syarat Liburan ke Bali, Berapa Biayanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *