Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Sabumi Volunteer

Sabumi Volunteer Demonstrasi Tanpa Orasi Melalui Pameran Fotografi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Pameran Fotografi Pendidikan Pelosok Sukabumi bertema “Cukang Lantaran” memasuki hari ke-7, Sabumi Volunteer telah menunjukkan kondisi sebenarnya dengan demonstrasi tanpa orasi. Sebagai relawan literasi, Sabumi Volunteer menyuarakan kondisi pendidikan di Sukabumi dengan menampilkan hasil bidikan lensa yang diambil sejak tahun 2015.

Acaranya sendiri dibuka dengan mendatangkan Ratih sebagai simbol “semangat” anak-anak pelosok. Diundang pula Pak Edwar dan Pak Wawan sebagai guru dari sekolah yang lokasinya jauh di pedalaman Sukabumi. Kedatangan Ratih sanga penyemangat hari itu membuat acara pembukaan tampak emosional antara sedih, gembira, dan begitu haru.

Siapa sangka Ratih yang dulu dalam kondisi sakit-sakitan, kini tumbuh sehat dan terus sekolah. Bahkan, dia baru saja mendapat penghargaan sebagai siswa yang memberi inspirasi di sekolahnya.

Sebagai guru honorer di pelosok, Pak Edwar dan Pak Wawan menceritakan pengalaman mereka mengajar dengan segala keterbatasan. Namun, tak pernah menyerah datang ke sekolah. Meski sulit, toh pendidikan anak-anak pelosok lebih penting untuk diperhatikan. Anak-anak pelosok harus mendapatkan akses pendidikan yang sama seperti anak-anak di Kota Sukabumi.

Gambaran yang diceritakan oleh Ratih dan para pengajar sekolah di pelosok tersebut tertuang dalam foto-foto yang ditampilkan dalam Pameran yang digagas oleh Sabumi Volunteer. Dari foto  yang dipamerkan selama seminggu di Sunda Coffee and Space, para relawan literasi ingin moment pameran fotografi menjadi sarana dan moment untuk mengetuk hati masyarakat kota agar lebih peduli akan pendidikan di pelosok.

Tidak dengan demonstrasi sambil orasi, foto bisa menyuarakan bagaimana fakta pendidikan di pelosok Sukabumi yang jarang diketahui khalayak ramai.

Pameran Fotografi Pendidikan Pelosok Sukabumi Mengajak Komunitas Peduli Pendidikan Bersuara

Acara Pameran Fotografi Pendidikan Pelosok “Cukang Lantaran” juga mengundang komunitas lainnya. Seperti Sama-Sama Indonesia, Sahabat Hujan, Trashbag Community, SAAN, Gerakan Nusantara Terdidik, dan lainnya. Ada banyak komunitas yang berjejaring dengan Sabumi Volunteer.

Semua komunitas yang hadir dan menjadi pembicara menceritakan hal yang sama, yaitu mengajak banyak pihak untuk peduli kondisi sosial di sekitar, terutama peduli pendidikan. Pendidikan yang adil dan merata bagi anak-anak pelosok dapat menjadi tiang penyangga harapan masa depan mereka.

Baca juga :

Memotret Semangat Pendidikan Pelosok Sukabumi Melalui Pameran Fotografi di Sunda Coffee & Space

Press Release “Cukang Lantaran” Pameran Fotografi dan Charity Sabumi Volunteer

Anak-anak di pelosok Sukabumi dan umumnya di negeri ini butuh dukungan tangan-tangan dari banyak pihak, terutama Komunitas-Komunitas yang peduli pendidikan. Cara untuk mendukungnya adalah turun tangan dan memberi solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi di daerah pelosok. Tidak hanya di Sukabumi, kita perlu memperhatikan kondisi pelosok di penjuru negeri ini.

Kegiatan Pameran Pendidikan ini diharapkan tetap dilaksanakan pada tahun-tahun selanjutnya, agar tidak bersifat seremonial dan simbolik semata. Mengajak orang peduli pendidikan itu tidak mudah, tetapi kita dapat membuktikan bahwa anak-anak pelosok tetap semangat dalam merengkuh pengetahuan. Mereka tetap bantuan kita untuk selalu peduli.

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close