Tue. Apr 16th, 2024
    Puisi SabumiPuisi Sabumi

    Berikut ini adalah sebuah puisi Sabumi ditulis oleh seorang relawan literasi yang mengelola Rumah Baca Hijau dan Penggerak Onthel Pustaka Sukabumi. Mari nikmati puisinya.

    Tarian Semu Tangan-Tangan Kecil

    Senyum kenang pembelajaran masa kecil lalu

    Adegan demi adegan mengingatkan jerih payah untuk bisa membaca, menulis dan berhitung

    Sesekali cubitan kecil menghampiri tangan-tangan kecil kita

    Tak terelakan isakan tangis pun menetes diatas buku tulis, namun tak sedikit pun membuat jera ibu tercinta untuk terus mendidik

     

    Tarian pensil dan penghapus bergantian pentas diatas buku tulis

    Rautan pensil dan serpihan penghapus menjadi saksi perjuangan terbesar dalam kehidupan kita

    Ahhh…!! Tapi semua itu biasa!

    Dibanding hotornya adegan kita menyepelekan perjuangan itu

     

    IRONIS…!! Kita seprti kacang lupa dengan kulit

    Kita campaka berjuta-juta buku bacaan setelah kita pandai membaca

    Kita lupakan pensil dan buku tulis tanb menjadikan kita seutuhnya manusia

    Terluka sudah jerih payah ibunda tercinta

    Terbuang sudah energi tarian pensil dan penghapus diatas buku tulus kita waktu itu

     

    Lalu apa yang kita dapat??

    Hanya sebuah peradaban yang membuat kita buta …!!

    bangunlah heyy…!! Semangat masa kecil yang kuat

    Dobraklah segala penghalang mata dan pendengaran kami untuk berjuta juta buku yang menjadikan kami seutuhnya manusia sejati, manusia sejati dambaan batin ibu pertiwi.

    Oleh: Topi Rimba Usang

    Pengelola Rumah Baca Hijau, Sukabumi.

    Bersama Petang, 20 Januari 2019

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *