Jangan Biarkan Pelita Guru Honorer di Pelosok Sukabumi Padam Karena Virus Corona

Sabumi Volunteer Mendistribusikan Donasi Kepada Guru Honorer di Pelosok Sukabumi

Pelita harapan guru honorer di pelosok sukabumi jangan sampai terlupakan pada pandemi COVID-19. Mereka tetap menjadi tonggak terkuat bagi pendidikan anak-anak di wilayah yang jauh dari pusat kota. Seperti halnya kegiatan pendidikan di tempat lainnya, kegiatan sekolah di pedalaman Sukabumi juga diliburkan. Semua lembaga pendidikan harus mengikuti aturan pemerintah.

Libur sekolah bagi guru honorer mempengaruhi nasib hidup mereka. Tidak seperti guru yang status nya PNS masih mendapatkan penghasilan. Nasib berbeda mungkin dialami bagi guru yang masih dengan status honorer, apakah masih dapat penghasilan atau tidak? Kesejahteraan guru honorer jangan sampai dilupakan, karena mereka memiliki kebutuhan yang sama. Mereka juga harus memberi nafkah kepada keluarga dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menjaga Pelita Guru Honorer di Pelosok Sukabumi

Setelah beberapa tahun ke belakang, Sabumi Volunteer bergerak senyap untuk peningkatan kualitas pendidikan di pelosok. Awalnya gerakan sosial pendidikan lebih memperhatikan nasib anak-anak usia sekolah. Fokus terhadap anak didik. Hingga disadari ternyata ada yang terlupakan yaitu sosok guru pelosok berstatus honorer.

Para guru yang rela menembus hutan belantara tanpa peduli cuaca buruk, akses jalan yang jauh, dan tetap mengajar dengan segala risiko. Status guru honorer di pelosok Sukabumi tentu berbeda dengan pengajar lain di kawasan perkotaan.

Mereka memiliki peren penting untuk pemerataan pendidikan dan mencerdaskan tunas tunas mulia anak bangsa. Kerap tidak terperhatikan dan dilupakan jasanya. Padahal nasib sebagian generasi masa depan anak Indonesia berada di tangan mereka. Berdasarkan hal tersebut, Sabumi Volunteer pun mengumpulkan donasi untuk para guru honorer di pelosok Sukabumi.

Sabumi Volunteer bergerak bergerak menebar 50 paket sembako untuk guru honorer. Kami kumpulkan donasi dari komunitas, donatur yang sering terlibat dalam kegiatan, dan sumbangan bersifat perorangan.  Sekali lagi, kegiatan yang dilakukan tanpa ada maksud pongah dan jumawa.

Gerakan sosial yang dilakukan bukan tentang siapa yang peduli atau ingin mencari popularitas, apalagi dan prestise semata. Hidup harus saling gotong royong, bukankah itu yang diajarkan di pelajaran PMP atau PPKN waktu kita kecil dulu?

Turunlah ke lapangan dan mari lihat bersama bagaimana nasib guru honorer pada masa Pandemi COVID-19. Saat ini waktunya melihat lebih dekat nasib mereka. Sedikit dukungan dari kita dapat menjaga pelita bagi kehidupan mereka.

Bagi kita yang mampu untuk menyusihkan rejeki, mari berbagilah kepada mereka yang layak diberi bantuan. Saling tolong-menolong adalah budaya hidup yang harus kita jaga. Semua bisa mengambil hikmah dari kejadian darurat kesehatan Wabah COVID-19 ini. Semoga semuanya segera berakhir.

Salam Sabumi Volunteer, Bergerak, Berbuat, Bermanfaat

Baca juga : Dunia Relawan Literasi Sukabumi, Sabumi Volunteer berbagi Buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *