Wed. May 15th, 2024
    menulis ala sabumi volunteermenulis ala sabumi volunteer

    Dari belajar menulis Ala Sabumi Volunteer, kami ingin mengabarkan tentang kondisi dunia pendidikan di Sukabumi, terutama daerah pelosok. Sabumiku.com adalah wadahnya.

    Saling mengingatkan dan menguatkan adalah tugas sesama umat manusia di muka bumi ini, terutama saling di dalam hal kebaikan. Jalannya adalah melalui Sabumi Volunteer. Sabumi adalah sebuah wadah para relawan literasi dalam menyatukan visi dan misi untuk generasi negeri. Pijakan kami berdiri di negeri ini adalah di Sukabumi.

    Tiga tahun yang Telah berlalu, Mulai Belajar Menulis Ala Sabumi Volunteer

    Terhitung sudah tiga tahun Sabumi berkumpul dalam berbagai program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan. Tujuan utama Sabumi adalah mendekatkan akses buku kepada masyarakat, sebuah jalan mengangkat kembali minat baca masyarakat yang di nilai sudah kian lesu selama ini. Tetapi, sering kali Sabumi melakukan lebih dari sekedar itu.

    Tidak hanya terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat di dalam berkampanye minat baca. Sabumi juga berkampanye lewat media yang dikelolanya sendiri. Namanya Sabumiku.com. Keren, bukan! Sabumiku.com menjadi media tempat berkabar atau sekedar mencurahkan keluh kesah lewat sebuah tulisan. Relawan Sabumu yang membuat tulisannya sendiri.

    Sabumiku.com bukan sekedar tempat mereka berbagi informasi berbagai informasi yang mereka temukan. Media ini pun sekaligus tempat para relawan untuk belajar menulis, merangkaikan huruf demi huruf menjadi kalimat lalu di olah menjadi sebuah tulisan. Karena para relawan mulai menyadari, kontek literasi adalah kegiatan membaca yang sudah satu paket dengan kegiatan menulis.

    Ada hal yang menarik dalam mengelola dan menjaga konsistensi penerbitan tulisan dalam media ini. Dikala para relawan mulai mengalami titik lesu dan kehilangan semangat menulis. Ketika ide dan gagasan untuk sebuah tulisan web Sabumiku.com hilang.

    Pengelola mulai menurunkan jurus jitu untuk menghasilkan sebuah karya tulis yang akan di terbitkan di dalam media. Pengelola mengeluarkan jurus menulis keroyokan, yaitu, membuat tulisan yang dilakukan bersama-sama.

    Metode nya sangat mudah, pengelola cukup membuat satu buah pertanyaan, dimana pertanyaan ya disesuaikan dengan tema atau isu yang tengah berkembang pada saat tertentu. Pertanyaan dilempar oleh satu orang dan para relawan wajib memberikan masing – masing satu jawaban. Misalnya, pertanyaan tentang, “Apa makna kemerdekaan menurut kamu sebagai relawan literasi?”

    Seterusnya masing-masing jawaban para relawan akan dirangkai kembali oleh editor, untuk dijadikan sebuah tulisan layak terbit di media Sabumiku.com.

    Mencoba untuk Menemukan Cara untuk Konsisten Menulis

    Begitulah menulis ala Sabumi Volunteer. Sesama relawan mencoba menemukan berbagai cara untuk menjaga konsistensi terus dicoba dan dilakukan untuk menghasilkan tulisan. Tulisan juga termasuk sebagai wadah untuk mengembangkan media kampanye, menuliskan, agar lebih banyak orang mengetahui dan mengerti bagaimana kondisi sarana pendukung pendidikan di Sukabumi.

    Sabumi berharap Sabumiku.com bisa menjadi media komunitas yang bisa dipakai untuk menebar dan menginformasikan kebermanfaatan kepada khalayak umum. Tidak untuk menyindir, tidak untuk menyalahkan, tetapi memberikan fakta kalau dunia pendidikan di Sukabumi tidak dalam kondisi yang baik-baik saja.

    Ditulis Oleh Ipong

    Dari Sabumi Volunteer

    Baca juga: Perjalanan Sepeda Onthel: Pelajaran Memanusiakan Manusia Membantu Penandu Orang Sakit

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *