Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Sabumi Volunteer

Suara Curahan Hati Tentang Kondisi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Kami adalah anak-anak yang belajar dengan kondisi pendidikan pelosok Sukabumi. Setiap hari, kami harus berjalan berkilo-kilo meter jauhnya untuk menuju tempat kami belajar. Lokasi sekolah, tempat sekolah kami tidak mudah dan kami harus melewati jalan yang berbatu dan tanah yang berlumpur.

Jika musim penghujan datang, maka jalan menuju sekolah kami tergenang air. Setelah genagan air hujan habis, kami harus menghadapi lumpur yang sangat lengket. Tak heran sepatu yang kami pakai sangat cepat kotor dan mudah rusak. Tetapi itu bukan alasan kami untuk tidak sekolah, kami harus berpikir cerdas supaya sepatu kami tidak gampang kotor dan tidak mudah rusak.

Kami harus membawa sandal dari rumah agar sepatu kami tetap bertahan lama sampai tahun depan. Jalan menuju sekolah kami, bukan hanya lumpur dan genangain air saja di musim penghujan. Kami juga harus melewati jalan yang berbatu sewaktu-waktu bisa membuat kaki kami cedera dan berhati-hati supaya kami bisa selamat ke tempat kami mengajar ilmu. Belum lagi harus menghadapi masalah kondisi pendidikan lainnya.

Baca juga: Cerita Perjalanan Distribusi Bantuan Tongkat Berjalan untuk Dek Ratih

Dunia Pendidikan Pelosok Sukabumi yang Selama ini Kami Rasakan

Bermain permainan tradisional wayang bambu ketika pulang sekolah di pelosok Sukabumi
Bermain permainan tradisional wayang bambu ketika pulang sekolah di pelosok Sukabumi

Untuk belanja perlengkapan sekolah, kondisi pelosok Sukabumi tidak mudah. Tak aneh jika ada teman sebaya kami yang menggunakan seragam yang sudah berubah warnanya dari putih menjadi warna hita. Maka, tak heran juga jika teman sebaya kami tidak memakai sepatu hanya mengunakan sandal.

Waktu kami pulang setelah jam sekolah, kami bersiap-siap untuk pulang menuju rumah dan kami harus berjalan jauh lagi. Kami harus berjalan jauh dan sangat menguras tenaga dan kami harus istirahat disela-sela waktu istirahat menuju rumah kami.

Kalau terlalu cape, kami mencoba menghibur diri dengan wayang singkong yang kami mainkan. Kami sangat senang sekali memainkan wayang singkong. Maka dari itu, kami membuat wayang singkong tidak mudah. Lalu, harus memilih tangkai singkong yang tidak terlalu muda, supaya tidak mudah patah saat dibentuk menjadi wayang-wayangan.

Tidak begitu sulit untuk mencari tangkai singkong, karena di kampung tempat kami teinggal kebanyakan nya adalah tanaman singkong. Hingga, tidak heran jika teman sebaya kami bisa membuat permainan tradisional yang terbuat dari tangkai singkong.

Ketika bermain pun tak boleh terlalu lama, karena karena perjalanan menuju rumah masih jauh. Waktu sampai kerumah, lalu kami istirahat. Setelah istirahat, kami mengerjakan PR yang diberikan oleh. Guru kami disekolah. Bergitu seterusnya hingga Mentari datang lagi diufuk barat

Matahari Pagi, Mengejar Cita-Cita, dan Perjalanan Jauh Menuju Sekolah

Matahari pagi adalah harapan baru bagi anak-anak untuk terus sekolah
Matahari pagi adalah harapan baru bagi anak-anak untuk terus sekolah

Matahari pagi datang lagi, panasnya menjadi semangat untuk tetap bersekolah dan mengejar cita-cita. Kami harus berjalan jauh lagi ditemani rindangnya bambu ditemani bebatuan dan tanah liat. Pergi ke sekolah harus pagi-pagi sekali, karena kami tidak mau ketinggalan pelajaran.

Meski sekolah kami jauh dari rumah, tidak ada alasan untuk tidak sekolah. Jadi, beruntunglah teman-teman yang tinggal di perkotan serba mudah. Kalau boleh memilih, kami juga ingin sekolah seperti anak-anak di kota.

Baca juga: Sendiri Menatap Langit Mendung Sore ini dan Bayangmu Hadir

Semoga hari esok jalan menuju kesekolah kami membaik. Waktu tidak akan berjalan mundur, maka kami yang harus melakukan perubahan. Sebagai anak yang tinggal dengan kondisi pendidikan pelosok Sukabumi, kami sadari harus terus berjalan pelan untuk mencapai perubahan tersebut. Tidak mudah menempuh pendidikan di pelosok Sukabumi, namun tidak boleh ada katanya menyerah. Kami harus tetap sekolah.

 

Ditulis oleh: Galang Sabumi

Dari suara anak-anak di pelosok Sukabumi. 

Catatan penting: Sebagai informasi, Sabumi Volunteer adalah komunitas kaum muda Sukabumi yang memiliki fokus kegiatan di dunia literasi. Cerita di atas adalah suara dari anak-anak sekolah pelosok Sukabumi yang sering kami temui. Mereka butuh bantuan Anda. Kalau mau berkerjasama dalam donasi dan mendukung dunia pendidikan pelosok Sukabumi, Yuk mari sumbangkan melalui Sabumi Volunteer. Kami menerima donasi dalam bentuk buku bacaan, buku tulis, tas, dan peralatan sekolah lainnya. 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close