Sat. May 25th, 2024
    Visi Indonesia untuk Buku Gratis untuk Anak-Anak Pelosok NegeriVisi Indonesia untuk Buku Gratis untuk Anak-Anak Pelosok Negeri

    Anak-anak pelosok membutuhkan buku gratis. “Besar pasak dari pada tiang”, mungkin ini lah pepatah yang pas untuk menggambar kan kondisi masyarakat pelosok demi mendapatkan sebuah buku.

    Apakah anda pernah berfikir tentang kesulitan anak-anak di pelosok dalam mendapatkan berbagai alat penunjang pendidikannya, seperti buku tulis, buku gambar, buku bacaan, pinsil, balpoint, penghapus dan penggaris serta kebutuhan-kebutuhan lainnya?

    Membeli Buku Nun Jauh di Mata, Mereka Butuh Buku Gratis

    Sebenarnya mereka mampu untuk membeli satu atau dua buah buku. Tetapi, mereka kesulitan dalam mengaksesnya, karena harus pergi ke toko buku yang membutuhkan proses panjang. Toko buku hanya tersedia di jalan-jalan desa serta jalam besar di dekat kecamatan saja.

    Masyarakat di daerah terisolir menetap yang jauh dari jalan raya tersebut memiliki kondisi yang serba sulit untuk memperoleh buku.

    Anda bisa membayangkan kalau letak perkampungan mereka di daerah pelosok, kondisi jalan yang buruk, mereka harus menempuh jalan kaki berkilo-kilo meter, karena tidak bisa diakses oleh kendaraan jenis apa pun. Penduduk pelosok hanya bisa menggunakan kendaraan bermotor kala musim kemarau saja.

    Masalahnya kalau tidak memiliki kendaraan sendiri, mereka harus membayar angkutan ojeg yang sangat mahal. Seolah, buku itu menjadi berda nun jauh di mata. Sehinga mau tidak mau membutuhkan buku gratis.

    Tidak Bisa Membeli dari Penghasilan Nol Rupiah Maka Perlu Buku Gratis

    Sebagian besar masyarakat daerah terisolir bisa dibilang 90% bermata pencaharian sebagai petani yang berpenghasilan tidak tetap setiap bulan. Penghasilan mereka jauh lebih kecil dibandingkan biaya untuk bertahan hidup sehari-hari.

    Masyarakat hidup masih mengandalkan hasil pertanian yang dihargai sangat parah. Tidak ada kata lebih halus dari kata parah untuk menggambarkan kondisi ekonomi warga. Bayangkan saja, warga menjual hasil kebun tanpa memperoleh keuntungan. Harganya ya bisa dikatakan “nol rupiah per kg”.

    Maksud Rp 0/kg adalah, petani menjual pisang hasil panen mereka Rp 1.000/kg, namun biaya yang harus dikeluarkan petani untuk biaya kuli angkut dari kebun ke tengkulak itu pun Rp. 1000/kg nya. Tiada keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari hasil pertanian.

    Angka nol rupiah menjelaskan batapa petani tidak dapat keuntungan sama sekali, karena ongkos kuli angkut dan harga pisang mereka sama-sama mempunyai nilai harga Rp 1.000.

    Lantas dari mana mereka mendapatkan sebuah buku untuk anak-anak mereka yang sedang duduk di bangku sekolah. kalau kondisi mereka seperti itu? Para petani yang tak lagi bisa mengandalkan hasil pertanian. Pekerjaan dari lahan pertanian hanya sekedar untuk bertahan hidup sehari-hari saja. Sehingga perlu dibantu agar tidak membeli buku.

    Baca juga :

    Budaya Literasi Buku Bakti untuk Anak Negeri

    Ayah dan Bunda Jangan Biarkan Anak Menjadi Korban Bullying Atau Kekerasan di Sekolah

    Mari Donasi Buku Gratis untuk Anak Pelosok

    Para orang tua mungkin hanya mampu membeli buku. Keperluan alat tulis, dan berbagai keperluan sekolah lain nya sekali dalam satu tahun. Anak-anak biasanya menggunakan buku yang sama untuk berbagai mata pelajaran.

    Jangan heran kalau anak-anak tampak mengikuti pelajaran kesenian terutama pelajaran menggambar dengan menggunakan buku tulis. Buku menggambar itu harganya lebih mahal dan membuat orang tua menambah pengeluaran saja.

    Melihat kondisi tak menguntungkan dari masyarakat pelosok dan berawal dari permasalahan kesulitan anak-anak memperoleh peralatan sekolah, maka Sabumi Volunteer terus bergerak untuk berupaya mengatasi hal tersebut.

    Sabumi Volunteer terus berupaya untuk membantu mengumpulkan dan agar mereka bisa baca buku gratis dan peralatan sekolah laiannya. Tujuannya ya sederhana saja, anak-anak muda sukabumi ini ingin memberikan kemudahan dan bantuan kepada anak-anak khusus daerah terisolir dalam mendapat kan akses berbagai bentuk keperluan penunjang pendidikan, terutama permasalahan buku.

    Para pembaca sekalian mungkin dapat dengan mudah mengakses buku dan membeli peralatan sekolah untuk anak-anak di rumah. Tidak bagi anak-anak di pelosok, bahan bacaan hanya diperoleh setahun sekali, maka diperlukan baca buku gratis.

    Untuk itu, dibutuhkan tangan-tangan orang baik untuk mendekatkan buku dan perlatan sekolah lainnya untuk anak-anak di daerah pelosok Sukabumi.

    Penulis : Sabumi Volunteer

    Informasi buku dan peralatan sekolah bisa mengubungi email dan kontak di bawah ini.

    Email : sabumiku2017@gmail.com

    kontak : Phadli (089620163841)/ Ipong (081381855626)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *