Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Sabumi Volunteer

Bangunan Sekolah Tak Layak itu Banyak Sekali Terdapat di Sukabumi

Bangunan sekolah tak layak itu banyak sekali terdapat di Sukabumi. Sebagian besar memang bukan sarana pendidikan milik pemerintah, lebih banyak sekolah dan madrasah milik yayasan, perorangan, dan dikelola bersama masyarakat. Lokasinya sebagian besar di kawasan pelosok.

Relawan Sabumi Volunteer menyaksikan sendiri bagaimana siswa belajar secara bergantian antar kelas. Satu bangunan sekolah yang luasnya tak lebih dari 5 m x 5 m diisi secara begantian untuk 6 kelas. Siswa kelas 1 – kelas 3 belajar pada jam yang sama, setelah itu kelas 3 – 6 belajar di ruang sama.

Sudahlah bangunan sekolahnya tak layak, guru-gurunya pun hanya segelintir saja. Syukur-syukur ada 2-4 orang yang guru, seringkali sang pengajar hanya satu orang. Sosok seorang guru itu menjadi pahlawan pengetahuan bagi anak-anak di daerah perdesaan. Kalau satu guru itu sakit, maka ambyar sudah kegiatan belajar-mengajar dalam satu hari.

Jangan tanya berapa bayaran gaji gurunya. Persis seperti slogan pendidikan jaman Orba mereka adalah “Pahlawan Tanpa Tanpa Tanda Jasa.” Pengajar-pengajar itu digaji dengan iuran udunan yang nilainya sangat rendah dengan kisaran Rp100.000-Rp600.000 per bulan.

Menariknya, ada pula yang bertanya kok mau-mau bikin sekolah atau madrasah ala kadarnya. Kalau tidak begitu, siapa yang mau mendirikan sarana pendidikan yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Sementara, sekolah negeri yang bagus kerap ada di pusat desa atau kecamatan. Anak-anak yang di pelosok Sukabumi itu mengandalkan bangunan sekolah yang nyaris roboh itu.

Melihat kenyataan itu, berceloteh tanpa ujung dan ngedumel sekolah dan madrasah kok enggak diperhatikan pembangunannya. Sabumi Volunteer mulai menaruh perhatian mencari cara dan dana agar sarana pendidikan berupa ruang kelas bisa dibangun lebih kokoh.

Syukurnya semesta maha baik, ada saja tangan-tangan orang baik yang memberi sumbangsih berupa uang dan tenaga yang mau terlibat untuk pembangunan sekolah yang baru. Bangunan kokoh dengan ruang kelas yang jauh lebih memadai.

Sabumi Volunteer Berniat Mendirikan Bangunan Sekolah Tak Layak Menjadi Lebih Kokoh

Hingga saat ini, Sabumi Volunteer sudah terlibat kegiatan mendirikan bangunan sekolah. Lokasinya di Kampung Pangkalan, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat dan Kampung Cibandung Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong Sukabumi.

Kedua sekolah tersebut yang awalnya bangunan semi permanen sudah berganti bangunan tembok. Biaya pembangunan Sekolah di Kampung Pangkalan diperoleh dari dana CSR Telkom dan di Kampung Cibandung berada dari donasi komunitas. Dana yang dikumpulkan juga berasal dari sumbangan banyak orang.Pembangunan juga melalui komunikasi tokoh  dan warga lokal.

Sabumi Volunteer berharap keterlibatan dalam mendirikan sekolah tidak berhenti pada dua kampung tersebut saja. Tetapi ada pembangunan sarana pendidikan selanjutnya. Sebab masih banyak sekali daerah yang minim tersentuh bantuan. Banyak anak-anak yang harus mengeyam pendidikan dengan sarana yang tidak layak.

Mari bergerak, berbuat dan bermanfaat. Anak-anak di pelosok Sukabumi harus belajar dengan kondisi bangunan sekolah yang lebih layak.

Artikel Sabumi Volunteer lainnya: Mengubah Sekolah Reot Sukabumi Menjadi Bangunan Kokoh

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *