SUKATI Quail Farm Membuktikan Pemuda Sukaraja Bisa Berkarya

pemuda sukaraja

Para pemuda Sukaraja merasa miris dengan pergaulan teman sebaya sekampung di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Lalu, mereka berinisiatif untuk mendirikan karang taruna unit satu kedusunan Sukaraja yang terdiri lima RW dengan nama “SUKATI”. Kegiatan pendirian tersebut bertujuan untuk mempersatukan kaum muda yang terpecah dalam beberapa kelompok selama ini.

Pemuda Sukaraja pun benar-benar membentuknya dengan motto “MUDA BERKARYA, BERANI, MENGINSPIRASI”. Kelompok SUKATI diresmikan langsung oleh kepala desa Sukaraja Bapak Ephar Sayid Abdullah tanggal 15 September 2015.

Baca juga : Pemuda Laskar Sampah Sukaraja Butuh Mobil Pengangkut Sampah yang Tidak Mudah Rusak

Pemuda Sukaraja Terlibat Program Creative Sukabumi

Ibarat gayung bersambut, para pemuda Sukaraja untuk melakukan kegiatan positif ini diajak untuk terlibat dalam sebuah program dari Lembaga KAP Indonesia.

Program tersebut berkerjasama dengan Save The Children dalam program Creative di Kabupaten Sukabumi. Pemuda SUKATI bersama dengan kaum muda dari 10 desa lainnya sering dilibatkan dalam pertemuan, pelatihan, kemampuan soft skill hingga magang kerja.

Dari Kelompok SUKATI, ada 10 orang pemuda Sukaraja mengikuti pelatihan budi daya puyuh di Selamet Quail Farm selama 3 hari.

Pelatihan Berternak puyuh dipilih sebagai salah satu dari program yang dipilih untuk memberi ruang usaha kepada anak muda. Lalu, kelompok usaha budi daya puyuh mulai didirikan dengan pemeliharaan populasi 65 ekor betina.

Pemeliharaan burung puyuh ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setelah mengalami gagal panen telur, kematian, Â dan lain-lain. Jumlah burung puyuh berhasil terus bertambah hingga 850 ekor selama 1 tahun 6 bulan. Burung puyuh menghasilkan telur 625/hari.

Mengawali Kegiatan dengan Frustasi

Di awal mula SUKATI farm berjalan, frustasi pada anak sempat terjadi. Pengelola usaha burung puyuh pernah salah memberi pakan. Burung puyuh yang dipelihara tidak bertelur sampai 5 bulan. Padahal biasanya bertelur pada umur 45 hari menurut teori yang diajarkan selama pelatihan.

Kejadian ini membuat beberapa anak mundur dari kelompok kerja puyuh. Tetapi tak patah arang, pemuda membuktikan usaha maksimal akan membuahkan hasil. Para pemuda gembira sekali dengan hasil peternakan puyuh ini. Selain dijual, puyuh “SUKATI” ini menyubsidi 100 butir telur untuk 5 posyandu di kedusunan Sukaraja setiap bulan.

Dari kegiatan berternak burung puyuh, para pemuda terus berpikir untuk membuat kegiatan poisitif yang baru. SUKATI membuka pengajian penghapalan Al qur’an di sekretariat karang taruna unit Sukaraja timur. Namanya “Rumah Tahfidz Al Hidayah” bekerjasama dengan lembaga dzikir Al Fath kota Sukabumi.

Siapa yang tak senang dengan semua kemajuan ini. Pemuda menjadi lebih peduli dengan membuat kegiatan positif bagi lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga : Potensi Wisata Alam Bukit Naimin di Desa Cisarua, Kamu Pasti Menikmati Keindahan Alamnya

Perjalanan dari kegiatan para pemuda tersebut tidak serta merta terjadi dengan mudah, banyak kendala yang kami hadapi. Apalagi jiwa anak muda memiliki ego luar biasa dan tidak sabar segera mendapat hasil.

Alhamdulilah, kegiatan demi kegiatan terus dilaksanakan. Bahkan, beberapa anak muda sudah mempunyai penghasilan dari penjualan hasil olahan telor puyuh yang dijadikan penganan saat ini.

Terima kasih KAP INDONESIA & Save The Children

Pemuda dari kelompok SUKATI mengucapkan terima kepada KAP Indonesia yang sudah mengajak kami untuk terlibat. Kami memiliki harapan kedepan, kalau kegiatan dari KAP-Indonesia melalui Program Creative nya tidak hanya dapat memberi akses kerja saja.

Tetapi, ada upaya untuk menciptakan dunia kerja yang mungkin salah satunya dengan mendirikan perusahaan yang dikelola tidak hanya oleh para project officer tetapi melibatkan seluruh unsur yang terlibat dalam program ini.

Peluang usaha memang merupakan hasil yang menggembirakan. Namun, jika ada program yang dapat dikembangkan lebih luas lagi dengan menciptakan dunia kerja mungkin lebih baik bagi para pemuda. Sehingga, pemuda tidak kebingungan setelah program selesai.

Penciptaan lapangan kerja seperti menunjukkan ADA HASIL NYATA bagi anak muda. Sehingga setelah selesai program tak ada yang bingung “Saya Mau Ngapain selanjutnya”.

Ditulis Oleh : Muhammad Hamzah dari Pemuda SUKATI

2 thoughts on “SUKATI Quail Farm Membuktikan Pemuda Sukaraja Bisa Berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.