Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
RelawanSiaga Bencana

Panggilan Jiwa Para Relawan Mencari Korban Bencana

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Ketika bencana datang, serta merta panggilan jiwa para relawan datang. Terhentak dengan kejadian yang terjadi dan langsung memutuskan pergi ke lokasi bencana.

“Relawan tidak dibayar bukan karena tidak berharga, tetapi tidak ternilai harganya.”

Rangkaian kejadian bencana alam yang datang di tanah air akhir – akhir ini selalu menyisakan duka yang sangat mendalam bagi para korban terdampak.

Mereka yang menjadi korban mengalami trauma dan duka yang sangat mendalam. Karena tidak sedikit dari mereka telah kehilangan harta benda bahkan sampai kehilangan nyawa anggota keluarga yang mereka cintai. Bahkan sampai saat ini, belum ada satu pun ilmu pasti yang bisa menolak atau pun melawan bencana yang setiap saat datang mengintai negeri kita ini.

Bencana alam bergantian menghampiri berbagai daerah, dari gempa besar yang meluluhlantakan sebagian besar provinsi Lombok. Bencana alam gempa dan tsunami di kota Palu. Longsoran gunung anak krakatau di selat Sunda yang menyebab kan gelombang tsunami di sepanjang pesisir Banten dan Lampung. Hingga baru-baru ini kejadian bencana tanah longsor pada moment pergantian tahun di Kabupaten Sukabumi, yang telah menelan satu kampung beserta 33 korban jiwa.

Melihat berbagai kejadian bencana tersebut. Tim SAR dan Para relawan seluruh Indonesia senantiasa disibukan dengan berbagai kejadian bencana alam. Mereka terlihat bahu membahu, datang silih berganti untuk membantu para korban di bergai titik lokasi bencana.

Baca juga: Mari Mengurangi Beban Bumi dengan Mendaur Ulang Sampah Anorganik

Panggilan Jiwa Para Relawan Atas Dasar Nilai Kemanusiaan

Datang ke Lokasi Bencana Longsor Cisolok dengan Misi Kemanusiaan.
Datang ke Lokasi Bencana Longsor Cisolok dengan Misi Kemanusiaan. Foto: Sabumi Volunteer

Atas dasar kemanusiaan dan tidak terlepas dari sebuah panggilan hati, para relawan yang terkoordinir dalam sebuah payung organisasi, atau pun relawan yang bergerak perorangan. Mereka terlihat dan terlibat berjuang langsung untuk membantu bahkan mempertaruhkan jiwa dan raga nya di berbagai lokasi bencana.

Ketika orang-orang serta para korban di lokasi bencana di hinggapi rasa takut dan rasa trauma akan kejadian yang menimpa. Bahkan mencoba untuk menjauh dari lokasi rawan bencana sampai mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para relawan justru berfikir terbalik, mereka malah datang ke lokasi bencana tanpa rasa takut.

Mereka datang seolah menantang maut, demi sebuah tujuan membantu. Datang dari berbagi juru dengan misi membantu sesama. Dari mulai tindakan evakuasi, emergency, memberikan pertolongan medis, dan pendistribusian logistik. Hingga relokasi dan rekontruksi lokasi pasca bencana.

Mereka datang untuk membatu berkontribusi dalam hal terkecil dan sederhana sampai membantu berkontribusi dalam skala besar.

Pengalaman yang paling berharga bagi mereka yang pernah bergabung dalam membantu misi kemanusiaan tidak akan ternilai dengan apapun. Berbagai pengalaman berharga dan ilmu diperoleh dalam mengantisipasi bencana alam yang terjadi.

Sifat tolong menolong, gotong royong serta kebersamaan akan sangat terlihat jelas jika berada di suatu lokasi bencana. Mereka berjuang tanpa lelah, tanpa melihat suku, ras dan agama atau pun perbedaan lainnya.

Hal yang sangat mengharukan dan bangga menjadi warga negara Republik Indonesia ini adalah ternyata masih banyak orang-orang tulus dan tanpa pamrih. Mereka bergerak membantu dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.

Para Relawan Datang Dari Penjuru Nusantara

Pantang pulang sebelum korban tertimbun ditemuka
Pantang pulang sebelum korban tertimbun ditemukan. Pencarian korban bencana longsor di Cisolok. Foto: Sabumi Volunteer.

Panggilan jiwa para relawan datang ke berbagai lokasi daerah. Mereka datang dari berbagai penjuru nusantara dan bergabung menjadi satu di berbagai posko dan titik lokasi bencana.

Seperti yang terlihat di lokasi bencana tanah longsor Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi awal tahun ini, ada sekumpulan relawan yang berasal dari daerah Jawa Tengah, mereka datang ke Sukabumi dengan menggunakan kendaraan roda empat sampai sepeda motor.

Bahkan, ada beberapa anggota timnya yang datang langsung, selepas bertugas menjadi relawan di lokasi bencana alam, Lombok, Palu, Banten dan langsung. Datang membantu di Lokasi Bencana tanah longsor Sukabumi, tanpa pulang terlebih dahulu ke rumahnya.

Mereka datang tanpa sebuah undangan, datang murni atas panggilan hati dan jiwa dengan satu misi, yaitu, kemanusiaan. Meski berasal dari berbagai kota dan bendera yang berbeda. Alangkah indahnya mereka selalu bahu-membahu berjuang, berkumpul menjadi satu komando, satu kekuatan, tanpa saling meninggikan ego dan bendera masing-masing.

Ada hal yang menarik dalam tubuh tim mereka dan sangat patut kita apresiasi. Salah satu kunci panggilan jiwa para relawan yang membuat mereka solid untuk menjadi satu tim tangguh hingga saat ini adalah kebersamaan. Kebersamaan pulalah yang menjadi kan mereka sebuah tim tangguh dengan julukan. Tim pemburu korban tanah longsor.

Ketika berada di Cisolok, mereka menggunakan beberapa mesin alcon atau alat pompa air kekuatan tinggi yang dimiliki. Biaya operasional hasil patungan sesama anggota.

Di setiap lokasi bencana mereka berjuang tanpa lelah, mereka senatiasa bergelut dengan tanah lumpur, mencari para korban yang tertimbun tanah. Tanpa merasa jijik akan bakteri dan penyakit, atau terlihat takut akan bahaya longsor susulan yang mengancam jiwa dan keselamatan mereka.

Baca juga: Cat Lovers dan Dog Lovers Jakarta Menyelamatkan Anjing dan Kucing dari Razia Hewan Penyebar Rabies ( HPR)

Kebersamaan dan kesolidan membawa mereka menjadi sebuah tim yang patut menjadi teladan berbagai pihak serta relawan lainnya. Berjuang tanpa pamrih dan tanpa ingin menunjukan bendera masing-masing.

Uniknya mereka menjadikan hewan celeng (babi hutan), sebagai filosopi panggilan jiwa para relawan sekaligus menjadi nama atau wadah perjuangan mereka. Menurut salah satu dari mereka, hewan celeng itu kalau sudah bergerak melangkah ke depan pasti tidak akan bisa berbelok atau mundur ke belakang.

The Celengers Indonesia, mempunyai slogan “Pantang pulang sebelum korban tertimbun ditemukan.”

Ditulis Oleh Iponk Sabumi

Terlibat menjadi Relawan Bencana di Lombok, Banten, Cisolok, dan beberapa lokasi lainnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close