Nyanyian Kehidupan Sabumi Volunteer yang Penuh Warna

Kehidupan sabumi volunteer relawan literasi buku sukabumi

Sebuah Tulisan dari Topi Rimba Usang tentang nyanyian kehidupan Sabumi Volunteer yang berbuat manfaat bagi dunia literasi Sukabumi.

Bangun tidur ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu merapihkan tempat tidurku. Sebuah bait lagu yang mungkin tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia yang dikenalkan sejak dari taman kana-kanak. Lagu tersebut secara sederhana memberikan pengertian bahwa sejak dari dini setiap kehidupan selaras dengan sebuah aktivitas.

Keberagaman rutinitas manusia menggambarkan sebuah rantai kehidupan yang saling berkaitan dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Sebagai pencapaian kebutuhan pokok untuk keberlangsungan sebuah peradaban.

Aktivitas yang biasa kita jalani dalam kehidupan sehari-hari mungkin membosankan dan kadang membuat kita jenuh. Walaupun ada hari libur diakhir pekan, kadang kita tidak menyadari sebenarnya banyak hal-hal sederhana yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa membuat hidup kita semakin berwarna jauh dari kata jenuh dan membosankan.

Untuk membuat hidup lebih berwarna, sekolompok anak muda Sukabumi membuat kegiatan yang sangat bermanfaat, yaitu mendirikan taman baca dan membuat lapak baca di ruang publik. Keberadaan sebuah lapak baca bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan.

Kehidupan Sabumi Volunteer untuk Memberi Manfaat Bagi Dunia Literasi Sukabumi

Hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya akan memberikan udara segar dan membuka wawasan bagi pikiran kita. Serta dapat merasakan indahnya menjalani hidup dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Apalagi kegiatan tersebut berupa membaca buku yang mungkin jarang kita lakukan dalam keseharian kita.

Pada masa kekinian, sebenarnya Anda dapat dengan mudah untuk bisa mengakses buku dan mengaksesnya di ruang publik. Ada banyak komunitas yang mengadakan kegiatan lapak baca gratis, mendirikan rumah baca ataupun taman bacaan masyarakat, dan menyalurkan buku hingga ke kampung-kampung. Salah satu yang giat melakukan kegiatan literasi Sukabumi adalah Sabumi Volunteer.

Komunitas yang terdiri dari anak-anak muda yang tidak hanya menghabiskan waktu untuk diri mereka sendiri. Namun, mencoba melakukan kegiatan yang bisa bermanfaat untuk mendukung sarana pendidikan anak-anak Sukabumi.

Mereka membuktikan banyak hal yang bisa dilakukan jika kita mencoba sedikit saja memperhatikan keadaan di sekeliling kita. Lalu, berpikir kritis tentang apa yang kita lihat dan kita rasakan. Dari situ mungkin akan memunculkan kreativitas ideide cemerlang yang melahirkan sebuah aktivitas yang bermanfaa. Selain itu, dapat menghilangkan rasa kejenuhan kita.

Saya pikir, kegiatan dari kehidupan Sabumi Volunteer patut dicontoh, karena mencoba melakukan kegiatan yang berbada dan bermanfaat bagi banyak orang.

Yuukk…ahh!! mulai sekarang kita isi kehidupan kita dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Jangan melakukan hal yang sama dan itu-itu saja kegiatannya. Waktunya peka dan berpikir kritis tentang apa yang bisa kita lakukan untuk keberlangsungan peradaban. Baik itu untuk lingkungan, budaya, agama dan diri kita sendiri.

Cobalah lakukan kegiatan yang penuh warna dan bermanfaat bagi orang lain. Jangan ragu mencoba hal-hal yang baru. Tidak hanya dilakukan sendiri, namun bisa secara bersama dengan membangun komunitas. Sebagai cerminan dari kultur budaya Indonesia dengan semangat kegotongroyongan. Oke guys!! selamat mencoba aktivitas baru, tetap bergerak, berbuat dan bermanfaat.

One thought on “Nyanyian Kehidupan Sabumi Volunteer yang Penuh Warna”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.