Najwa Shihab Benar, Bukan Minat Baca yang Menjadi Masalahnya

Najwa shihab

Najwa Shihab sebagai Duta Baca pernah sadar betul kalau ada masalah dunia literasi di negeri ini. Dia pernah menyatakan, “Masalahnya bukan minat baca anak-anak Indonesia yang rendah, tetapi akses terhadap buku yang rendah”.

Dia bercerita sering mendapati anak-anak riang gembira menyambut buku yang diberikan ke taman baca di dekat tempat tinggal mereka. Anak-anak mau membaca buku, ketika disediakan di taman baca masyarakat.

Presenter Mata Najwa tersebut tampaknya berupaya menolak kenyataan kalau rangking minat baca negeri ini begitu payah. Data dari studi Most Littered Nation in The World oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, alangkah mirinya daya baca anak-anak di Indonesia hanya urutan 62 dari 65 negara.

Data tersebut tentu menyedihkan, kok bisa-bisanya negeri yang sudah mencanangkan wajib belajar kok minat bacanya miris sekali.

Baca juga : Rumah Baca Pondok Ilmu, Taman Baca Masyarakat Berbagi Pengetahuan dari Teras Rumah

Najwa Shihab Harus Tahu Relawan Literasi Tentu Menolak Kalau Minat Baca Dikatakan Rendah

Taman Baca Bambu Biru yang Didirikan Sabumi Volunteer
Taman Baca Bambu Biru yang Didirikan Sabumi Volunteer

Relawan Sabumi Volunteer tentu menolak data tersebut. “Mungkin data itu datang dari langit,” celetuk seorang pemuda yang giat mendistribusikan buku ke desa demi desa. Kalau mau melihat minat baca cukup baik, ya datang saja ke beberapa taman baca di Sukabumi. Buktinya Taman Baca menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh anak-anak. Mereka bisa membaca sambil bermain dengan gembira.

Hingga saat ini, Sabumi Volunteer masih terus berupaya mencari buku untuk anak-anak di berbagai desa, hingga ke pelosok di Sukabumi. Komunitas yang diisi anak muda ini setidaknya telah membuka lebih dari 20 taman baca.

Jumlah taman baca sebanyak itu tentu membuat para Relawan sering kesulitan menyediakan buku. Hasil upaya mereka terus mendistribusikan buku membuktikan kenyataan yang sama bahwa, “Minat baca anak-anak di Sukabumi begitu tinggi.”

Tahukah anda, kegiatan dunia literasi Sukabumi, sering tidak melibatkan pemerintah. Donasi buku sering datang dari tangan-tangan ikhlas yang menyumbangkan buku. Sumbangan demi sumbangan buku itulah yang membuat akses buku lebih dekat kepada anak-anak hingga daerah pelosok di Sukabumi.

Baca juga : Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi, Kamu Pasti Tertarik Melewatinya

Minat Baca Tinggi, Tetapi Sulit Mengumpulkan buku: Najwa Shihab Harus Tahu

Sebagai Duta Buku harus memahami kalau banyak daerah perdesaan di Sukabumi yang kesulitan mengakses buku. Bagaimana mau membaca, kalau buku pun jarang terlihat di sekitar mereka. Pada kenyataannya, buku bagi anak-anak terlalu sedikit dan masih jauh dari harapan.

Kesadaran tentang minat baca dari Najwa Shihab tentunya sering bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Sabumi Volunteer terkadang menerima buku, tapi sayangnya bukan untuk anak-anak. Donasi yang diterima malah majalah dewasa dan majalah politik. Buku anak-anak masih sangat sedikit sekali. Apalagi kalau ada Taman Baca baru yng ingin didirikan.

Untuk Mbak Nana yang telah menjadi Duta Baca, ada banyak anak-anak di daerah perdesaan yang memerlukan buku, terutama untuk anak-anak. Sebagai penggiat literasi, Sabumi volunteer terus berharap kegiatan yang dilakukan di dunia literasi terus membuat minat baca semakin baik.

Kepada para pembaca budiman, kalaulah punya buku yang tidak dibaca lagi. Sumbanglah ke Sukabumi. Anak-anak sangat membutuhkan buku yang asyik dibaca ketika bersantai atau untuk belajar bersama di taman baca.

Salam dari Kami, Komunitas Sabumi Volunteer

sumber foto : instagram Najwa Shihab.

Berbagi cerita tentang membaca di Gerakan Ambon Membaca. Salam Literasi!

3 thoughts on “Najwa Shihab Benar, Bukan Minat Baca yang Menjadi Masalahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.